Posts

November 2021: Drama Perjalanan Batam - Jambi

Nah, saatnya pulang ke Jambi. Opsi pulang masih harus lewat provinsi tetangga, demi menghemat keuangan. Jadi kami akan terbang dari Batam ke kota tersebut. Lalu lanjut jalan darat ke Kota Jambi. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, pulang lewat Palembang dan Pekanbaru melelahkan dan ada resiko mabuk perjalanan sebab mau tidak mau pakai mobil travel. Ez keukeuh buat pulang lewat Padang dimana bakal lanjut lewat bus. Sebenarnya saya sudah kapok berurusan dengan jalan darat ini terutama jika naik transportasi umum. Khusus bus, saya merasa lelah karena perjalanan pulang pergi Jogja kapan tahun itu. Namun opsi bus jauh lebih baik sebab lebih tahan guncangan dan lumayan stabil buat tubuh yang mudah mabuk di jalan ini. Lagi, Perkara PCR Sungguh cobaan buat pelaku perjalanan di masa Covid 19. Harga tiket pesawat yang melonjak. Ditambah peraturan PCR saat menaiki transportasi udara masih berlaku. Harus sudah lengkap dua kali vaksin tentunya. Perkara PCR sebelum terbang ke kota Padang terjadi lag...

KONSEP BULLET JOURNAL 2024: LEBIH SAT-SET DAN SUPER MINIMALIS

Biasanya menjelang pergantian tahun, saya meluangkan waktu untuk memikirkan konsep bullet journal (bujo) seperti apa yang mau digunakan. Saya berusaha set up baik itu tema serta halaman apa saja yang akan dibuat. Setelah ketemu dan merasa yakin, konsep tersebut mulai dicicil satu per satu. Dituangkan ke dalam notebook atau buku catatan yang digunakan. Meski hasilnya tidak selalu estetik, ada nilai usahanya. Tahun ini adalah tahun paling simpel dan cepat untuk set up bujo yang pernah saya bikin. Konsep di kepala cuma dua hal, yang penting berfungsi dan sat set tidak pakai lama. Bahkan tanpa penggaris dan ilustrasi ina inu! Garis yang tidak lurus, tulisan yang keriting dan kureng estetik, asal pake alat tulis apa saja yang nangkring di meja, anggap saja disitulah seninya, wkwk. Bisa banget dibikin lebih rapi. Tapi butuh waktu dan energi yang lebih banyak. Sementara kedua hal tersebut telah saya alokasikan untuk mengurus diri sendiri dan keluarga. Kabar baiknya sejauh ini saya sendiri mas...

NOVEMBER 2021: MENGOSONGKAN RUMAH SEWA DI BATAM

Image
november 2021: mengosongkan rumah sewa di batam Berangkat Jumat malam, dengan segala dramanya , Minggu siang tiba juga di Batam. Saya dan Ez kembali menikmati langitnya yang biru dengan udaranya yang terik khas udara pulau yang dikelilingi lautan. Dan begitu pula dengan curah hujannya yang lumayan tinggi juga. Kembali melihat kesibukan dan kepadatan kota industri yang ramai dengan pendatang. Tentunya kembali lagi menghuni kontrakan alias rumah sewa kami tercinta ini untuk sebulan ke depan, hehe. Kondisi Rumah Sewa Kontrakan atau rumah sewa kami terletak di cluster . Namanya cluster Saffron. Kebetulan rumah pak RT ada di depan rumah kami. Jadi sebelum pergi, kunci kontrakan ini dititip saja ke pak RT. Alhamdulillah beliau amanah. Kontrakan ini terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu ruang tamu, satu dapur kecil dan ada halaman atau sisa tanah di bagian depan serta belakang. Ada pula sepetak tanah kecil di depan jendela ruang tamu buat yang suka berkebun. Halaman depan rum...

MENIKMATI PANORAMA BUMI SAKTI ALAM KERINCI

Image
menikmati panorama bumi sakti alam kerinci Sakti Alam Kerinci merupakan slogan yang tertulis pada lambang daerah Kabupaten Kerinci yang terletak di provinsi Jambi. Dataran tinggi ini juga dikenal memiliki julukan Sekepal Tanah Surga. Begitu indah panorama yang terdapat di kawasan unggulan pariwisata Jambi ini. Mengunjungi Kerinci sudah lama dinantikan. Pada 2018 lalu akhirnya menjadi kenyataan. Berangkat ke Kerinci Naik Travel Travel lintas Kabupaten adalah transportasi yang Ez dan saya pilih. Ada beberapa armada yang tersedia dan umumnya mereka berangkat malam hari. Khas mobil travel, kami dijemput di rumah lalu berkumpul di loket. Setelah itu baru bersiap lagi untuk berangkat. Saya sudah lupa apakah kala itu mobil yang kami tumpangi penuh penumpang atau tidak. Saya yang mabuk darat ini mendapat kursi di belakang supir. Udara di dalam mobil dan hembusan angin dari pendingin udaranya merupakan campuran yang sempurna. Tubuh saya mulai berkeringat dingin, pusing, dan mual. Padahal belum ...

PERSONAL KALEIDOSKOP 2023

Image
personal keleidoskop 2023 Penduduk Bumi termasuk saya telah melewati pergantian tahun. Biasanya Pandoraque membuat catatan kaleidoskop personal seperti ini dalam bentuk per bulan. Namun tahun ini saya ubah. Tidak fokus dalam hitungan bulan namun lebih ke event tertentu yang spesial yang dialami di tahun tersebut. Tahun 2023 lalu ada dua peristiwa yang berkesan yang pengen saya jadikan catatan di blog ini. Ya hitung-hitung buat dokumentasi pribadi. Ulang Tahun Eriz Eriz ulang tahun yang pertama di tahun ini. Sebagai Mama rasanya campur aduk. Kehadirannya memberikan perubahan dalam hidup ini terutama dalam hal perspektif dan kebiasaan. Dalam mengasuh Eriz ternyata secara tidak langsung juga turut mengasuh inner child di dalam diri sendiri. Jadi berasa double kerjanya dan lebih capek. Namun disisi lain, dengan begitu saya seperti mendapat kesempatan untuk membentuk diri baru yang insya Allah lebih baik sehingga Eriz pun diharapkan bisa mendapat yang terbaik dari saya. makan siang baren...

PANDORAQUE: REFLEKSI 2023 DAN RENCANA 2024

Image
pandoraque: refleksi 2023 dan rencana 2024 Bisa dibilang ini postingan bertema kaleidoskop untuk blog Pandoraque. Kali kedua bikin refleksi dan rencana tahunan khusus blog. Di tahun kedua ini ada tambahan evaluasi rencana tahun lalu. Apa sudah terlaksana atau belum. Ya begitulah. :D Baca juga: Refleksi & Rencana Pandoraque (2022-2023) Refleksi Pandoraque 2023 Sebelum bahas rencana di tahun baru, mari refleksi dulu terkait pencapaian Pandoraque di 2023. Secara garis besar sih tidak ada peningkatan yang signifikan, wkwk. Jumlah postingan tahun lalu masih hitungan jari. 1| Jumlah Postingan Total blog atau jumlah postingan tahun lalu ada delapan. Tuh kan masih hitungan jari, hehe. Sebagian besar berupa seri nostalgia jalan-jalan ke Jogja. Tidak menyangka juga kalau postingan tersebut bisa meluber sampai lebih dari tiga blog. Postingan tersebut juga masih minim gambar. Soalnya kesempatan untuk menulis dan posting hanya ketika anak tidur. Berasa sih ada yang kureng. Tapi ya sudah lah. Un...

November 2021: Drama Perjalanan Jambi-Batam

Pada November 2021 lalu, saya dan Ez kembali ke Batam. Bisa dibilang ini perjalanan keluar kota saya yang terakhir sebelum mengandung, melahirkan dan mengasuh ER hingga lebih kurang dua tahun ke depan. Tujuan utama kami saat itu untuk mengosongkan kontrakan atau rumah sewa di sana. Ez masih WFH (Work From Home) dan masih akan bekerja secara remote beberapa bulan ke depan di Jambi. Oleh sebab itu kontrakan kami di Batam yang sudah dibiarkan kosong selama delapan bulan, sudah saatnya untuk tidak lagi diperpanjang sewanya. Perjalanan pulang dan pergi boleh dibilang lumayan penuh drama. Ada saja hal-hal tak terduga yang mengiringi. Di sisi lain kegiatan mengosongkan rumah adalah sesuatu yang baru buat kami. Dan beginilah ceritanya. Ke Batam Lewat Jalur Laut dan Udara (Sebelum Pandemi) Pandemi mengubah banyak hal, salah satunya transportasi dari Jambi menuju Batam dan begitu pula sebaliknya. Sebelum pandemi sangat mudah sekali melakukannya. Mari kita flashback sedikit mengenai rute yang bis...

Refleksi Paska Liburan di Jogja

Image
Mari pulang. Mari lah pulang. Mari lah pulang. Bersama-sama. Jogja 2017 - Penggalan lagu anak yang bisa jadi backsound kepulangan saya dan Ez dari Jogja. Setelah menghabiskan, katakanlah, seminggu di kota ini. Ada banyak kenangan berkesan saat menikmati wisata di sini. Ada banyak pula yang berharap bisa dilakukan lagi. Ya, postingan ini sekedar koreksi pasca liburan dan sedikit kisah penutup seri Jogja 2017. Ada Yang Kurang Tepat Tiga hal yang menjadi bahan renungan setelah kembali dari liburan ke Jogja kala itu. Perubahan pola pikir sih salah satu penyebabnya. 1| Quality over quantity Salah satu halnya seputar itinerary atau rencana kunjungan. Kalau dilihat memang ada banyak tempat yang berhasil didatangi. Namun kualitas kunjungannya terasa kurang . Satu hari dihabiskan untuk minimal dua tempat wisata (bahkan kalau bisa tiga). Akibatnya terburu-buru dan tidak menikmati penuh. Belum lagi ditambah keinginan untuk memotret dan hal-hal semacamnya. Asik dokumentasi tanpa menikmati secara ...

Kulineran Tipis-Tipis di Jogja

Tidak banyak sebenarnya kuliner yang kami nikmati saat mengunjungi kota ini. Saya dan Ez saat itu lebih cenderung ke wisata alam dan sejarah. Meski demikian ada beberapa pengalaman seputar kulineran yang bisa dibagikan. Ada beberapa yang melekat di benak. Bakwan Kawi Sebelum beranjak dari alun-alun utara karena awan gelap pertanda akan hujan lebat, saya dan Ez sempat mencoba satu jajanan di sana. Namanya Bakwan Kawi. Jajanan ini bikin penasaran karena seperti bakso tapi agak garing. Kuahnya sempat dibumbui tetes air hujan sebab ketika kami makan, gerimis mulai turun, haha. Sayangnya saya tidak sempat ambil foto Bakwan Kawi ini. Gambaran di benak juga sudah memudar. Foto di atas hanya ilustrasi yang didapat dari Google. Kalau tidak salah ingat begitulah tampilannya. #yummy Sedikit info dari Google, bakwan kawi ini tampaknya berasal dari Malang dan merupakan salah satu kreasi dari menu bakso Malang. Biasanya, dalam satu mangkok bakwan kawi, kita akan menemukan bakso, pangsit rebus isi da...

Menikmati Jogja di Malam Hari

Aku tidak ingat sudah menghabiskan berapa hari di Jogja. Yang kuingat kami menambah satu hari lagi di sana. Anggap saja rencana awal lima hari, eh keasikan jadi enam hari deh. Alhasil kepulangan kami tertunda. Ada beberapa tempat lagi yang kami kunjungi selain objek wisata utama yang telah kuceritakan di postingan sebelumnya. Ada beberapa landmark yang kami kunjungi di sela-sela waktu (kebanyakan di malam hari).  Malioboro Kami mengunjungi Malioboro di malam hari. Saat itu suasananya ramai. Jalanan tersebut padat oleh pengunjung. Pastinya tidak lupa berfoto di tiang nama jalan legendaris ini. Apa yang bisa dilihat di Malioboro? Selain suasana pertokoan, malam itu ada banyak sekali deretan pedagang makanan. Ada banyak yang menawarkan kuliner mulai dari sate pincuk, lumpia hingga ciri khas Jogja yaitu gudeg. Mengutip dari situs perpustakaan Jogja, Malioboro sarat dengan sejarah. Dalam bahasa Sansekerta, kata Malioboro (Malya Bhara) berarti karangan bunga. Di sisi lain, penamaan jalan...