Posts

Showing posts with the label IDE KREASI

KONSEP BULLET JOURNAL 2024: LEBIH SAT-SET DAN SUPER MINIMALIS

Image
konsep bullet journal 2024: minimalis Biasanya menjelang pergantian tahun, saya meluangkan waktu untuk memikirkan konsep bullet journal (bujo) seperti apa yang mau digunakan. Saya berusaha set up baik itu tema serta halaman apa saja yang akan dibuat. Setelah ketemu dan merasa yakin, konsep tersebut mulai dicicil satu per satu. Dituangkan ke dalam notebook atau buku catatan yang digunakan. Meski hasilnya tidak selalu estetik, ada nilai usahanya. Tahun ini adalah tahun paling simpel dan cepat untuk set up bujo yang pernah saya bikin. Konsep di kepala cuma dua hal, yang penting berfungsi dan sat set alias tidak pakai lama. Bahkan tanpa penggaris dan ilustrasi ina inu! Garis yang tidak lurus, tulisan yang keriting dan kureng estetik, asal pake alat tulis apa saja yang nangkring di meja, anggap saja disitulah seninya, wkwk. Bisa banget dibikin lebih rapi. Tapi butuh waktu dan energi yang lebih banyak. Sementara kedua hal tersebut telah saya alokasikan untuk mengurus diri sendiri dan kel...

7 IDE JURNAL KREATIF, ALTERNATIF CARA MANFAATKAN BUKU CATATAN TAK TERPAKAI

Image
Suatu kali saya sedang bersemangat untuk beres-beres printilan jurnal yang dipunya. Dari kegiatan tersebut saya temukan beberapa barang yang sudah terpakai namun banyak juga yang belum. Diantaranya berupa tumpukan buku catatan atau notebook kosong yang belum dimanfaatkan. Selain itu ada juga beberapa notebook yang belum terisi penuh alias cuma terisi beberapa halaman saja. Mungkin karena dulu cukup impulsif membeli dan menimbun sehingga pemandangan seperti itulah yang saya dapatkan saat ini. Agak resah sih melihatnya. Oleh karena itu saya coba untuk menjual beberapa notebook kosong tersebut serta printilan jurnal yang belum terpakai secara online.  Lalu bagaimana dengan notebook yang masih setengah kosong? Rasanya sama, meresahkan juga. Rencananya sih mau dimanfaatkan sebagai jurnal (idenya baru mentok di situ). Namun jurnal seperti apa? Saya pun mencoba menggali internet tentang aneka jenis jurnal kreatif (selain bullet journal ) yang bisa dibuat supaya notebook yang setengah...

TAK KASAT MATA | MFF #6

Image
sumber unsplash Theo dengan sweater abu-abunya menggandeng tangan Naya. Sebelah tangannya lagi memegang ice cream yang baru saja dibelinya. Malam ini mereka berjalan-jalan menikmati keriuhan Pekan Raya Festival. "Naya, kamu kenapa sih bawa boneka beruang itu terus?" Theo bertanya sambil menyeruput es krimnya. "Namanya Anne. Diingat dong, Theo!" Naya menyorongkan Anne kehadapan Theo. "Kamu sendiri, mengapa masih saja memakai topi jelek itu?" Naya balik bertanya sambil merapihkan pita biru yang melingkar di leher Anne. "Topi ini keren, Nay. Lihat! Aku jadi lebih kerenkan dengan topi ini? Haha.." "Apanya yang keren? Kamu saja yang tidak mau tahu," Naya menggerutu pelan. "Duduk situ yuk, Nay! Ribet nih makan es krim sambil jalan." Theo menunjuk bangku di sisi jalan. Beberapa tetes es krim meleleh jatuh melewati tangannya. Namun tetes es krim itu tidak pernah mencapai tanah. "Theo, sebaiknya kamu buang topi itu. Kamu...

I DO REMEMBER | MFF #5

Image
Kenop pintu ruangan itu terbuka. Rama melangkah masuk. Setelah menekan saklar, satu persatu lampu ruangan menyala. Dari tempatnya berdiri sekarang, tampak lima anak tangga yang akan membawanya turun dan masuk lebih jauh ke dalam ruangan itu. Tangan kanannya menggenggam sebuah buku yang masih bersegel dan setangkai mawar. Buku dan mawar untuk Nina. Di anak tangga ketiga, Rama berhenti dan tertegun sejenak. Wangi buku masih menggelitik manis hidungnya. Ruangan itu memang penuh dengan buku. Rak-rak buku menjulang sepanjang dinding ruangan. Di dekat tempatnya berdiri, ada sebuah kursi dan meja kayu yang masih penuh dengan tumpukan buku. Ada pula kursi beludru hijau nyaman yang seperti termenung sendirian di ruangan itu. Ruang baca ini dibangunnya bersama Nina. Wujud dari kegilaan mereka akan buku. Ya, mereka pecandu buku kronis. ***** “Ups! Sorry, Sayang, hehe.” Tumpukan buku baru yang dibawa Nina tidak sengaja menyenggol bahunya. Setelah menuruni anak tangga, Rama melihatnya mel...

BIODATA KONYOL SI SANTRI (JANGAN) GALAU

Image
Tulisan ini dimulai di suatu malam yang tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Karena seharian matahari bolak balik antara sembunyi di balik awan dan memplototi Bumi. Aku menulis ini dengan nyala lampu kamar yang sudah ku matikan. Hingga hanya nyala smartphone yang menerangi mata dan muka. Aku menulis ini sendirian tanpa teman manusia yang duduk atau mengintipku. Jika ada yang mengintipku sekarang, mungkin manusia itu akan ngeri sendiri. Wajahku tersorot cahaya smartphone. Teringat akan film di mana seorang pelakunya menakuti seorang pelaku lainnya dengan menaruh senter di bawah wajahnya. Aku merasa itu konyol. Namun pasti ada yang latah dan merasa ketakutan pula. Entahlah. Dan aku hampir lupa. Jika saat ini seharusnya aku menulis tentang orang lain. Tentang anak manusia yang bernama Helmi Rafi Jayaputra. Bagaimana awal mula aku seharusnya menulis tentang dia dalam suatu bentuk biodata konyol? Oke, beberapa paragraf lagi untuk awal mula mengapa aku akan menulis sesuatu tentan...