NOMOR 666666 | MFF #7
Cahaya matahari telah surut. Lampu-lampu mulai dinyalakan. Jalan Cemara masih ramai oleh manusia. Entah itu melintas dengan mobil-mobil mereka atau dengan langkah kakinya. Hewan-hewan liar tak bertuan juga ikut melintasi jalan ini. Aku mematung di sisi jalan. Memperhatikan mereka dari balik tudung hitamku. Lebih tepatnya memperhatikan angka-angka berwarna merah yang menyala di atas ubun-ubun mereka. Angka yang menunjukkan berapa lama lagi waktu yang tersisa bagi mereka untuk menarik napas. Cahaya bulan memantul dari ujung sabitku. Baru 100 tahun menjadi Penjagal, namun rasa bosan mulai menghinggapi. Apalagi jika sedang tidak ada roh yang harus kupisahkan dari tubuh makhluk yang membutuhkan udara untuk bernapas, seperti mereka itu. Ah, entahlah dengan Penjagal lainnya. Aku tidak tahu dan tidak mau tahu apakah mereka juga merasa bosan dengan kehidupan yang nyaris abadi, seperti yang kurasakan ini. "Edo, apa kau tidak merasakan sesuatu yang aneh? Tiba-tiba udara menjadi dingi...