Posts

Showing posts with the label JURNAL KIKI

KALEIDOSKOP 2023 : CATATAN SINGKAT

Image
personal keleidoskop 2023 Penduduk Bumi termasuk saya telah melewati pergantian tahun. Biasanya di Pandoraque, saya membuat catatan kaleidoskop personal seperti ini dalam bentuk per bulan. Namun tahun ini saya ubah. Tidak fokus dalam hitungan bulan, melainkan lebih ke event tertentu yang spesial yang dialami di tahun tersebut. Tahun 2023 lalu ada dua peristiwa yang berkesan yang pengen saya jadikan catatan di blog ini. Ya hitung-hitung buat dokumentasi pribadi. Ulang Tahun Eriz Eriz ulang tahun yang pertama di tahun ini. Sebagai Mama rasanya campur aduk. Kehadirannya memberikan perubahan dalam hidup ini terutama dalam hal perspektif dan kebiasaan. Dalam mengasuh Eriz ternyata secara tidak langsung juga turut mengasuh inner child di dalam diri sendiri. Jadi berasa double kerjanya dan lebih capek. Namun disisi lain, dengan begitu saya seperti mendapat kesempatan untuk membentuk diri baru yang insya Allah lebih baik sehingga Eriz pun diharapkan bisa mendapat yang terbaik dari saya. mak...

KALEIDOSKOP 2022: SEBUAH KILAS BALIK

Image
Pengennya tema tulisan kali ini dibuat per enam bulan sekali. Namun ternyata belum bisa terwujud. Daripada tidak sama sekali, saya coba rekap saja menjadi setahun terakhir. Tulisan ini bentuk dokumentasi terhadap apa yang terjadi di hidup saya (secara garis besar) sekaligus (rencananya) merupakan postingan penutup tahun 2022 di blog Pandoraque. Ini tipe postingan yang memang paling cocok dibaca oleh diri sendiri sih. Khususnya nanti di tahun-tahun yang akan datang, insya Allah . :D Pembaca yang sudah mampir kemari, dan mau ikutan baca, yuk, mari, scroll sampai bawah. :D Januari 2022: Konfirmasi Dokter Tahun ini tidak lagi mengikuti ODOP atau semacamnya. Masih terasa belum siap untuk fokus dalam ajang seperti itu. Alhamdulillah waktu itu berhasil tuntas. Namun ke-riweh-annya masih terasa. ODOP cocok banget buat yang mau latihan menulis secara intens. Lalu apa yang menarik yang terjadi di bulan ini? Baca juga: Kumpulan Cerita selama Mengikuti ODOP ICC 2021 Ada sesuatu yang lebih besar ...

TIDAAKK!!

Image
sumber google image Pagi ini, sekitar pukul 04:45, saya semi terbangun karena alarm hape yang berbunyi nyaring. Hape diletakkan di atas meja kecil di samping tempat tidur. Saat bunyi, reflek saya raih lalu jari pun menekan tombol "matikan". Saya bukannya bangun malah kembali tidur. Saya sengaja memasang alarm jam segitu agar bisa bangun di waktu subuh. Tapi ya itu, biar tidak lanjut tidur, biasanya hape saya taruh agak jauh dari kasur. Di atas meja lain yang letaknya di seberang tempat tidur. Intinya ketika alarm berbunyi, saya harus bersusah payah bangun dan berjalan untuk mematikannya. Namun di hari itu saya letakkan di dekat tempat tidur. Hape tersebut berada dalam jangkauan tangan saya. Dan rasanya nguaaantuuk banget. Alhasil saya tidak solat subuh pagi itu.  Ok, lanjut ceritanya ...  Saya matikan alarm hape lalu kembali tidur hingga... hmm , ini yang versi gak enaknya. Sekitar jam 5:47, saya kembali semi terbangun gitu. Saat itu posisi tangan, saya rasakan menggantung di...

SEWAKTU MADRASAH DULU | BUKAN KEBETULAN #2

Image
sumber google image Bukan mau pamer atau apa. Niat hati hanya mau berbagi. Ini tentang keampuhan sebuah doa. Pernah terjadi dulu saat belajar di madrasah. Saya dulu sekolah di SDN (Sekolah Dasar Negeri) di siang hari. Sementara sore harinya sekolah di madrasah, yang juga tak jauh dari rumah. Layaknya belajar di madrasah, kami diajarkan lebih jauh tentang agama (islam) dan bahasa arab. Begitu pula tata cara memakai pakaian muslim dan berjilbab. Lalu menulis dan membaca bahasa arab. Ada juga kegiatan shalat Ashar berjamaah di mesjid, dan banyak hal lainnya.  Alhamdulillah,  saya mengerti menulis dan membaca angka hijaiyah karena belajar di madrasah ini.  Lalu doa apa, sih, yang dimaksud? Sebelum belajar, seorang guru yang saya lupa namanya (maaf), mengajarkan kami untuk membaca doa ini:  “Robi shrohli shodri wa ya shirli amri wah lul uqdatam mil lissani yah khohu khouli “  Artinya : Ya Tuhanku lapangkanlah dadaku, dan lancarkanlah lidahku serta mudahkanlah u...

HARTA KARUN MASA KECIL

Image
sumber unsplash Dahulu, di zaman Nabi Musa alaihis salam hiduplah seseorang yang bernama Qarun. Kepadanya, Allah anugerahkan harta kekayaan yang melimpah. Kunci-kunci harta kekayaannya sangat berat dipikul oleh beberapa orang laki-laki yang kuat. Ada yang mengisahkan bahwa kunci-kunci harta kekayaan Qarun terbuat dari kulit yang dibawa oleh 60 ekor keledai.    Qarun memang seorang yang pandai dan ahli dalam bekerja. Namun sayang, Qarun amat pelit dan kejam. Ia hanya mau memeras tenaga orang-orang untuk memperkaya dirinya tanpa diberi upah. Hanya sedikit makanan dibagikan supaya mereka tidak mati kelaparan.  Qarun senang berjalan-jalan memamerkan kekayaannya sehingga membuat kagum orang yang melihatnya. Dia tidak bersyukur kepada Allah. Dia malah menjadi sombong dan berbuat aniaya. Dan tidak mendermakan hartanya kepada orang yang membutuhkan. Nasihat yg baik dan peringatan yg jujur yg dikemukakan oleh pemuka-pemuka kaumnya itu tidak diendahkan oleh Qarun dan tidak mendapa...

TENTANG MANGGA DAN AIR ZAM ZAM | BUKAN KEBETULAN #1

Image
Saat itu Bapak suka sekali beli mangga. Bawa pulang sekilo, dimakan sehari dua hari, terus habis, beli lagi. Bapak suka makan buah Pernah beliau cerita, waktu kecil dulu, mau makan mangga langsung ambil dari pohonnya. Dikupas pakai gigi, tanpa pisau. Biasanya dulu Bapak makan mangga bareng teman-teman masa kecilnya. Tetapi sekarang, beda sudah caranya. Bapak lebih rapi.  sumber unsplash Beliau kupas mangga pakai pisau dan dibasuh dengan air matang. Kemudian dipotong-potong dadu, ditempatkan di sebuah wadah plastik bekas es krim gitu, wkwk. Bapak memang paling jago yang namanya mengupas dan memotong buah. Pastinya bukan cuma mangga. Buah lain seperti nanas, pepaya, bengkuang, kedondong, semangka, sampai singkong, dikupas potong sampai selesai, tuntas, rapi.  Saya coba ikutan makan mangga Mari kita balik ke cerita mangga tadi. Ritual selanjutnya setelah potong memotong dan penempatan, langsung deh ambil garpu. Bapak kalau makan buah potongan gitu pakai garpu. Dan mulai beliau pa...