Skip to main content

Posts

5 Rekomendasi Film yang Syuting Hanya di Satu Tempat

Less is more . Rasanya ungkapan tersebut tepat untuk menggambarkan film-film berikut. Ada lima judul film yang Pandoraque ingin bagikan melalui postingan kali ini. Umumnya film menggunakan beberapa latar menyesuaikan dengan kebutuhan cerita. Bahkan ada yang sampai menampilkan banyak lokasi di sejumlah negara berbeda. Namun ada juga film-film yang hanya syuting di satu tempat saja. Tempat tersebut bisa di dalam rumah, kendaraan, ataupun alam. Kerennya, dengan lokasi terbatas, film tersebut tetap asyik untuk dinikmati. Dinamikanya terbangun dan penonton juga bisa tersedot masuk ke dalam alur cerita. Mau tahu film yang mana saja? Baca sampai habis, ya. Buried (2010) Kala itu iseng saja memilih judul ini buat ditonton. Sama sekali tidak mengira jika film ini akan begitu intens dan membekas. Lantaran hampir seluruh film hanya menyoroti satu tempat saja yaitu peti mati. Paul Conroy (Ryan Reynolds), seorang sopir truk asal Amerika yang harus bertugas di Irak, menemukan dirinya terbangun di ru

Tentang Anak-anak si Tabby

Tabby adalah sebutanku untuk seekor kucing betina dengan bulu bercorak loreng abu-abu. Kucing ini pernah beberapa waktu singgah ke rumah dan berinteraksi denganku dan keluarga. Sebutan "Tabby" ini hanya digunakan untuk keperluan posting blog saja. Aku tidak pernah memberi nama yang spesifik untuk kucing betina tersebut. Tabby sendiri sejatinya bukan kucingku. Suatu kali dia datang meminta makan. Karena dikasih, dia pun ingat kalau di rumah ini dia bisa mendapatkan makanan. Hingga entah bagaimana perut Tabby menggendut dan dia pun melahirkan di halaman belakang rumah. Nah, sebelum cerita soal anak-anaknya yang dilahirkan di rumah ini, aku mau cerita sedikit soal tabiatnya (sepengetahuanku saja sih). Tabby si Kucing Gesit Tabby meski kucing betina namun dia terbiasa hidup di luar alias agak liar. Tubuhnya tidak besar namun gesit alias lincah. Bulunya lumayan terawat dan jarang terlihat lemas atau sakit-sakitan. Tabby jago berburu tikus ataupun cicak dan mau makan hasil buruanny

Latihan Menulis Prompt Mingguan

Beberapa minggu terakhir, aku memperbaharui konten Instagram @kikiograph termasuk mencari model template yang cocok. Beberapa kali sudah dirombak namun belum juga klik di hati. Untuk template -nya sudah lumayan lah ya, haha. Nuansa filter yang digunakan mulai seragam. Sementara untuk kontennya, kali ini aku lebih banyak membahas hal personal. Tema yang dekat dengan diriku itu antara lain buku, makanan, perjalanan dan kerajinan tangan (craft). Bahasannya sendiri masih dalam lingkup apa yang kupikirkan dan kualami. Personal banget, ya? Kurang lebih iya. Tujuan utama mengisi akun ini untuk berlatih menulis (meski saat ini postingan feed Instagram agak lesu dibandingkan reel dan stories). Di sisi lain, aku juga memanfaatkan akun @kikiograph ini untuk belajar cara promosi/iklan. Terutama hasil craft atau kerajinan tangan yang tengah ditekuni ( @kikiocraft.project ). Ada juga beberapa item buat jurnal serta buku-buku koleksi pribadi hasil decluttering . Termasuk juga produk online shop

Mengunjungi Kota Palembang Lima Tahun Lalu

Saat merapikan archive/arsip foto di Instagram, aku melihat kembali beberapa foto ketika mengunjungi kota Palembang yang terletak di provinsi Sumatera Selatan. Kota tersebut hanya berjarak sekitar 200-an km dari kota Jambi, tempat tinggalku. Perjalanan tersebut berlangsung pada Agustus, 2017. Telah lewat hampir lima tahun yang lalu. Pastinya ada banyak yang telah berubah. Jadi postingan ini hanya bersifat nostalgia saja. Tidak bisa seratus persen dijadikan rujukan kalau teman-teman ada yang ingin main ke sana. Berangkat ke Palembang Awalnya kami (aku dan Ez) berencana untuk menghabiskan satu hari saja di sana. Namun akhirnya berubah pikiran dan memutuskan untuk menambah satu hari lagi. Dari kota Jambi, kami naik travel (mobil pribadi yang difungsikan menjadi angkutan). Harga tiketnya aku sudah tidak ingat lagi, yang pastinya terjangkau. Kami mengambil jadwal Jumat sore (sehabis Ashar). Sebelum berangkat, semua penumpang berkumpul di loket. Setelah selesai mengemas bagasi, satu per satu

Menikmati Film Terbaru Marvel (Dr.Strange in The Multiverse of Madness)

Penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU) boleh jadi sudah tahu atau bahkan sudah menonton film terbaru Marvel yaitu Dr. Strange in The Multiverse of Madness. Sesuai judulnya film ini berkisah tentang sepak terjang salah satu pahlawan super Marvel yaitu Dr. Strange. Minggu lalu aku berkesempatan menonton film ini. Jujurly , agak merasa sedikit skeptis dapat mengikuti alur ceritanya sebab dua hal. Pertama, aku belum pernah menonton film pendahulu dari serial Dr. Strange ini yang tayang tahun 2016 silam. Sosok atau profil sang Dokter cuma aku lihat dari film MCU lain seperti Avengers dan Spiderman. Jadi masih ada bagian kosong di benakku mengenai latar belakang Dr. Strange ini (termasuk tentang Wong serta Kamar-Taj meski pernah melihatnya dalam Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings tayang 2021). Kedua, selain Dr. Stephen Strange, film ini juga menampilkan satu pahlawan super lagi yaitu Wanda Maximoff a.k.a Scarlet Witch. Banyak yang menyarankan untuk menonton Wanda Vision (sebuah min

7 Ide Jurnal Kreatif, Alternatif Cara Manfaatkan Buku Catatan Tak Terpakai

Suatu kali aku sedang bersemangat untuk beres-beres printilan jurnal yang kupunya. Dari kegiatan tersebut aku temukan beberapa barang yang sudah terpakai namun banyak juga yang belum. Diantaranya berupa tumpukan buku catatan atau notebook kosong yang belum dimanfaatkan. Selain itu ada juga beberapa notebook yang belum terisi penuh alias cuma terisi beberapa halaman saja. Mungkin karena dulu cukup impulsif membeli dan menimbun sehingga pemandangan seperti itulah yang kudapatkan saat ini. Agak resah sih melihatnya. Oleh karena itu aku coba untuk menjual beberapa notebook kosong tersebut serta printilan jurnal yang belum terpakai secara online ( klik di sini kalau berminat ya hehe). Lalu bagaimana dengan notebook yang masih setengah kosong? Rasanya sama, meresahkan juga. Rencananya sih mau dimanfaatkan sebagai jurnal (idenya baru mentok di situ). Namun jurnal seperti apa? Aku pun mencoba menggali internet tentang aneka jenis jurnal kreatif (selain bullet journal ) yang bisa dibuat s

Perpanjang SIM Sambil Rebahan? Begini Caranya

Surat Izin Mengemudi (SIM) harus diperpanjang masa berlakunya setiap lima tahun sekali agar bisa berkendara dengan lancar dan bertanggung jawab di jalan. Tahun ini SIM yang kupunya mendapat giliran untuk diperpanjang. Sebenarnya aku lumayan telat mencari tahu bagaimana cara perpanjang SIM. Waktunya pun sudah mepet sekali. Hanya dua minggu yang tersisa. Ditambah lagi, saat ini aku sedang tidak bisa sering bepergian ke luar rumah. Membayangkan datang ke tempat perpanjang SIM sebenarnya sudah terasa melelahkan. Belum lagi harus menyiapkan dokumen fotokopi dan pas foto yang diminta, boleh jadi bakal makan waktu lama. Bisa gak ya perpanjang SIM sambil "rebahan" saja? Jawabannya bisa, shay . Aku sudah mencobanya. Semua dilakukan dari rumah saja. Bahkan SIM baru yang sudah diperpanjang tersebut diantar langsung sampai ke depan pintu rumah. Mungkin beberapa pembaca sudah tahu caranya. Buat yang belum tahu, silahkan baca postingan ini sampai habis. Disclaimer Sebelum cerita lebih jauh