Posts

CERITA TENTANG KUCING HITAM | CERITA HEWAN #4

Image
gambar unsplash Ada seekor anak kucing lucu yang beberapa hari ini tampak berkeliaran di sekitar rumah. Anak kucing itu berwarna hitam legam yang membuat mata hijaunya tampak begitu terang. Pertama kali menyadari keberadaan anak kucing ini saat saya di perjalanan hendak menuju tempat mengajar. Kala itu, anak kucing ini mengintip dari balik rerumputan di pelataran samping rumah Bulek. Matanya yang hijau beradu pandang dengan mata saya. Oh, so cute!  Dan yang paling membekas adalah saat malam harinya. Saat itu, Ez memang menemani dan mengantar saya pulang seusai mengajar malam. Ketika telah sampai di rumah dan Ez ingin pulang ke rumahnya, saya mengantar Ez hingga ke teras. Saya dan Ez yang sedang mengambil motornya berada di teras samping. Tiba-tiba, tepat di samping teras depan, yang berjarak sekitar 3 meter dari tempat saya dan Ez berada, ada seekor kucing yang dengan manis melihat ke arah kami. Kucing hitam itukah? Haha, bukan. Anggora, kucing angora. Ada seekor angora berbulu put...

SEBELUM FAJAR | MFF #13

Image
“Kalian dapat apa malam ini?” ujar Selena yang diapit oleh kedua adiknya. “Beberapa gelandangan merayuku, namun aku memilih pejalan kaki,” ucap Mariskha. “Seharusnya kak Mariskha ikut aku. Mereka yang di klub malam sangat menyenangkan,” timpal si Bungsu, Verona. “Hmm, besok akan kucoba ke sana,” ujar Marishka sambil mengulas senyum. “Kak Selena sendiri dapat apa?” Selena menghela napas, “Tidak ada. Aku bosan hidup seperti ini.” Mariskha dan Verona sontak menatap kakaknya. Mata mereka membulat. “Kak, sudah tiga hari. Bisa bahaya jika kakak terus seperti itu!” Samar-samar semburat fajar mulai menampakkan dirinya. Selena menyadari itu. “Tenanglah. Aku hanya bosan, bukan berarti akan berhenti. Lagi pula tidak mungkin aku meninggalkan kalian begitu saja,” ujar Selena sembari merangkul kedua saudarinya. “Fajar akan menyingsing. Ayo, lekas kita pulang!” Mariskha dan Verona menggangguk sembari tersenyum lega. Serupa sayap kelelawar tumbuh dan mengepak dari punggung mereka. Ya, harus pulang seb...

DALAM DEKAPAN JARAK | MFF #12

Image
“Gak mungkin! Rian gak mungkin seperti itu. Jangan bawa Rian! Riaannn…” Niya terbangun dengan napas terengah. Butiran peluh mengalir di dahinya. Mimpi tentang Rian telah membuatnya kembali terjaga. Ternyata ia tertidur saat mengerjakan tugas Pak Hendra, dosen Bahasa Inggrisnya. Niya meringis sejenak menghalau pusing yang sempat hinggap di kepala. Ia ingin beringsut ke tempat tidur namun kelip lampu kecil di tepi laptopnya membuatnya mengurungkan niat. Mimpi yang membuatnya terjaga tadi kembali melintas. Niya mengulurkan tangannya, layar laptop pun kembali menyala. Sketsa oleh Carolina Ratri Niya termanggu. Airmatanya mulai menetes. Matanya memandang penuh rindu. Ya, rindu yang dengan susah payah ia bendung. Rian masih tersenyum lewat fotonya yang terpajang sebagai wallpaper di layar laptop Niya. Andai Rian benar ada di dekatnya, pastilah ia sudah menghapus airmata yang saat ini menderas di pipinya. “Happy Birthday, Sayang!” Rian merangkul tubuh mungil Niya dengan lembut. “Mak...

TENTANG NOVEL RUMAH MAYA KARYA TAN SWAT SAN | KELAR BACA #1

Image
“Aku terperangkap menyaksikan kematian sang waktu.” Judul: Rumah Maya Penulis: Tan Swat San Penerbit: Castle Books Tahun terbit: 2005 (Cetakan I) Tebal buku: 288 halaman ISBN: 979-9892-59-7 Ketika membongkar timbunan buku, novel berjudul Rumah Maya karangan Tan Swat San ini muncul kehadapan saya. Sudah lama sekali saya membelinya, ketika masih semester awal perkuliahan (sekitar tahun 2008). Entah mengapa, novel ini malah terlewat untuk dibaca. Memang, sih, saat itu saya membeli beberapa buku sekaligus, mumpung harganya diskon banget, hehe. Alur cerita novel Rumah Maya karya Tan Swat San Oke, langsung saja! Novel ini dibuka dengan sebuah prolog tentang seorang lelaki bisu yang kebingungan dan nyaris seperti orang gila. Lelaki tanpa sehelai benang yang melekat di tubuhnya itu terlihat kurus dan tak terurus. Namun, lengan kanannya terkepal kuat menggenggam sebuah kertas, yang entah apa isinya. Singkat cerita, lelaki tersebut diselamatkan oleh tetua desa. Namun tak lama, dia ditemuk...

SERI FIKSI MINI DENGAN TEMA MENGUBAH ENDING

Image
Pernah suatu kali saya mengikuti event menulis yang diadakan via Facebook oleh Komunitas Bisa Menulis (KBM). Event ini bernama #mengubahending. Jadi ada dua dongeng yang diminta untuk diubah ending-nya. Dongeng pertama Malin Kundang dan dongeng kedua adalah Putri Salju. Adapun ketentuannya, tidak boleh lebih dari lima kalimat.  Event yang hanya cuma sehari ini berhadiah buku bagi karya yang terpilih. Saya sih ikut mencoba saja. Menang Alhamdulillah. Tapi belum menang ini, wkwk. Okelah, ini karya yang saya ikutkan. Enjoy! Mengubah Ending Putri Salju Pangeran menatap sang Putri yang tengah terbujur kaku di atas sebuah pembaringan batu, lalu dengan penuh kasih ia mencium lembut bibir sang Putri. Perlahan mata sang Putri terbuka, jemarinya merangkul leher sang Pangeran, lalu "kraus!" Pangeran tak kuasa menahan dan menjerit kesakitan karena bibirnya habis dilahap sang Putri hingga tak bersisa. Ternyata racun dari apel sihir yang telah dimakannya telah mengubah sang Putri m...