KUMPULAN CERITA SELAMA MENGIKUTI ODOP ICC 2021



Artikel ini diikutsertakan dalam ODOP ICC X Mubadalah.id

Alhamdulillah, senang sekali sampai juga di ujung ODOP ICC 2021. Ini kali pertama latihan konsisten menulis blog sebulan penuh. :D

Jadi ceritanya awal tahun ini Indonesian Content Creator (ICC) mengadakan kegiatan menulis satu hari satu cerita (ODOP). Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih satu bulan (30 hari). Peserta membuat dan menayangkan tulisannya melalui blog dan/atau media sosial yang dimiliki. 

Sekilas tentang ODOP ICC 2021

Tujuan ODOP adalah mengembalikan semangat yang ada dalam diri peserta untuk konsisten menulis. Selain itu ODOP juga bertujuan untuk mengajak pesertanya membuat konten kreatif dan positif. Sekaligus belajar mengenal dunia campaign digital yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha (mendapatkan pemasukan tambahan).

ODOP ICC telah menentukan daftar tema harian untuk bahan tulisan para peserta. Tema-tema tersebut dibagikan melaui WA grup dan postingan Instagram. Selain itu ada juga jadwal sharing bersama beberapa penulis.

Untuk menambah semangat peserta, tim panitia telah menyediakan reward untuk peserta yang terpilih sesuai kriteria yang ditentukan. #asyique

Berikut aturan main ODOP ICC 2021:

gambar instagram @indonesiancontentcreator

Pengalaman mengikuti ODOP ICC 2021

Ada banyak cerita yang bisa diambil pelajaran sekaligus dikenang terkait dengan acara ini. Saya ingin bagikan cerita-cerita tersebut di sini. Yuk, lanjut bacanya. :D

1| Cerita Sebelum ODOP

PENDAFTARAN

Pendaftaran ODOP ICC 2021 telah dimulai sekitar pertengahan Desember 2020. Saya mendapatkan informasinya dari kak Eka (pemilik blog Artjoka.com). Saat itu tertarik sekali untuk ikutan namun masih ragu-ragu. Sudah lumayan lama tidak menulis tema umum. Namun akhirnya memberanikan diri dan mendaftar di hari terakhir. Syukurlah masih bisa.

TUJUAN

Ada dua tujuan mengikuti ODOP. Pertama, ingin menghidupkan Pandoraque setelah mati suri beberapa tahun terakhir. Kedua, ingin mengasah kepekaan dalam menemukan topik tulisan. Semoga kedepannya (setelah ODOP) bisa rutin mengisi Pandoraque (paling tidak satu minggu satu cerita, eh). :D

ORIENTASI

Dua hari sebelum dimulai, panitia mengumpulkan peserta melalui grup Whatsapp. Di sana diceritakan apa itu ODOP ICC, apa tujuannya, bagaimana cara mainnya, dll. Dengar-dengar pesertanya sampai 100 orang. Luar biasa. Di bagian ini berasa seperti diospek ya, haha. #canda

ilustrasi - dokumen pribadi

2| Cerita Saat ODOP

URING-URINGAN

Karena tema-tema ODOP telah keluar H-2, saya putuskan untuk menulis sejak H-1. Saya sadar diri sih. Sudah lama tidak menulis hal-hal seperti ini pasti bakal gugup. Kalau kata orang Jambi, kagok

Apa yang terjadi? Sesuai dugaan. Kepala sakit dan uring-uringan dibuatnya. Hari itu seharian bolak balik laptop buat menulis postingan pertama. Mood menurun drastis. Dari pagi bangun hingga malam baru selesai satu tulisan. Benar-benar menghabiskan energi. 

Kabar baiknya tulisan tersebut selesai sehingga saya bisa punya waktu ekstra sehari untuk menulis postingan hari kedua. Terlepas dari kualitas tulisan, rasanya lumayan bangga dan senang bisa menaklukan kegalauan diri sendiri, hehe. 

JATUH SAKIT

Yup, sekitar pertengahan bulan Januari saya sakit. Boleh dibilang selama seminggu. Itulah awal mula postingan ODOP menjadi tidak rutin setiap hari. Rasa sakit membuat saya menunggak beberapa tema sebab sulit berpikir dan tidak ada kemauan untuk menulis. Jadi fokus untuk sembuh dulu.

Alhamdulillah setelah sembuh berhasil menyicil postingan yang tertinggal. Sebagai kenang-kenangan saya tuliskan pengalaman dan perasaan selama sakit. Lalu disertakan tulisan tersebut untuk ODOP Day 12 yang mengangkat tema Kesehatan. :D

SHARING TIME

Ada sesi sharing time yang mengundang penulis sebagai narasumber. Topiknya menarik, pertama tentang memahami ketidakadilan dan kekerasan seksual pada perempuan dan kedua tentang cara menulis novel viral dan laris.

Saya sempat mengikuti keduanya untuk menambah wawasan sekaligus bahan tulisan karena materi yang disampaikan menjadi salah satu tema yang ditentukan oleh panitia. Terimakasih untuk kak Muyas (pengarang novel Hilda) dan kak Haty (pengarang novel Dua Barista) telah menyempatkan waktu berbagi bersama peserta ODOP. 

BURNOUT

Jujur di minggu terakhir ODOP saya sempat merasa burnout (tidak sanggup, ingin menyerah). Rasanya melelahkan sekali menulis sesuai tema dan sebisa mungkin ingin tulisan tersebut mempunyai nilai yang bisa diaplikasikan secara umum. Selama ini saya menulis berdasarkan pengalaman pribadi dan ada tema-tema dari ODOP yang sebenarnya enggan dibahas.

Terimakasih untuk diri saat itu tidak menyerah. Ketika berada di titik itu saya melihat kembali pencapaian di hari-hari sebelumnya. Saya sudah berhasil sejauh ini untuk ODOP dan dari situ muncul semangat untuk mengakhiri latihan ini dengan indah. #tsaahh :D

gambar unsplash

3| Cerita Setelah ODOP 

MANFAAT YANG DIRASAKAN

Latihan menulis selama 30 hari dengan beragam tema yang telah ditentukan itu tidak mudah. Meski benar-benar di luar kebiasaan saya selama ini, namun latihan menulis ini bermanfaat.

Salah satunya membiasakan diri untuk tidak malas riset tulisan. Ini perlu dilakukan agar apa yang ditayangkan tidak asal-asalan serta memberikan manfaat lebih ke pembaca.

Selain itu berlatih menyesuaikan isi tulisan agar tidak melulu tentang diri sendiri. Ya, boleh banget sih inspirasinya dari pengalaman pribadi. Namun saya juga ingin tulisan tersebut bisa diterima atau berlaku juga secara umum/general.

Manfaat lainnya, blog Pandoraque terisi lagi dan kepekaan menemukan topik tulisan terlatih. Bonusnya Instagram saya (@kioztoreku) juga penuh dan mulai menemukan polanya sendiri, horee. 

SEBUAH PEMBELAJARAN

Dari event ODOP ini saya belajar untuk berproses. Awalnya saya melihat keseluruhan tema lalu pusing sendiri. Duh, tema ini apa yang mau ditulis. Duh, kok ada tema ini sih. Dan hal-hal yang melemahkan semangat muncul dibenak. 

Namun kemudian saya ubah cara berpikir itu. Alih alih memikirkan semua tema sekaligus, saya fokus satu tema satu hari. Kalau sudah siap menyelesaikan satu tema tersebut (sudah setoran), saya pun bersantai, haha.

Padahal ada hari dimana saya bisa gunakan waktu yang tersisa untuk menulis postingan hari selanjutnya. Toh, ini acara buat sebulan penuh, kan.

Lalu seperti yang diceritakan sebelumnya, saya jatuh sakit. Sama sekali tidak bisa menulis, sementara stok tulisan tidak ada. 

Dari pengalaman tersebut saya belajar kalau seharusnya bisa memanfaatkan setiap kesempatan (waktu luang) yang ada saat itu untuk menulis. Kalau ada waktu yang tersisa gunakan untuk menulis tema selanjutnya. Kalau stuck dengan tema esok hari, gunakan untuk menulis tema dua hari berikutnya atau bahkan seminggu berikutnya yang sudah terbayang di kepala. 

KUALITAS TULISAN

Setiap yang berkarya pasti punya standar pribadi untuk karya yang dibuatnya. Termasuk juga penulis blog amatir seperti saya. Biasanya saya mengendapkan tulisan yang dibuat 1-2 hari, baru dibaca ulang, diedit dan ditayangkan. 

Karena kondisi yang mau tidak mau menunggak setoran akhirnya ada tulisan yang tidak mengalami pengendapan. Ada juga yang saya rasa masih bisa dikembangkan namun tidak ada waktu lagi. Toh, batas kata yang diminta sudah tercapai, hihi. Tulisan-tulisan seperti itu agak menggoyahkan standar yang dipunya, hehe.

Selain itu tidak semua tema bisa dilalui dengan mudah. Ada tema-tema yang membuat saya kesulitan mau menulis tentang apa. Dua tema yang menurutku sulit prosesnya adalah Harapan dan Agama. 

gambar unsplash

TENTANG WORD COUNT

Di setiap postingan untuk ODOP ICC saya sertakan word count di bagian bawahnya. Sengaja dicatat untuk tahu apakah sudah sesuai dengan ketentuan ODOP. 

Selain itu agar saya bisa melacak jumlah rata-rata kata yang saat ini bisa saya tulis dalam satu postingan. Setelah saya hitung-hitung (termasuk postingan ini) saya dapatkan angka rata-rata 645 - 646 kata per postingan.

Tentunya banyak kata yang dihasilkan disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya kesesuaian dengan tema (suka sama tema tersebut dan tahu bagaimana membuatnya lebih spesifik, maka bisa lancar menulisnya).

MENULIS DENGAN PONSEL

Kembali menulis dengan ponsel. Ada kalanya saya letih menulis di depan laptop. Inspirasi pun tidak keluar dan justeru saat berbaring, timbul ide buat nulis.

Nah, akhirnya saya gunakan ColorNote yang dikombinasikan dengan Google Docs. Menulis lewat aplikasi ini menyenangkan. Tidak harus menunggu laptop loading. Kala ide berkelebat di benak, langsung ambil hape dan tuliskan.

MENGUNGGAH LEWAT PONSEL

Ada waktu dimana harus berbagi laptop dengan suami. Saya pun mencoba untuk mengunggah tulisan melalui ponsel. Ada enaknya dan ada keluhannya juga.

Mengunggah lewat ponsel itu praktis. Sinyal lebih kuat karena tidak perlu tethering ke laptop. Foto pelengkap postingan juga sudah di ponsel, tinggal diunggah. Intinya lebih cepat beres. 

Keluhannya saya tidak bisa mengubah nama file gambar pelengkap postingan. Ponsel juga tidak mendukung atau saya yang gaptek. Jadi file gambar tersebut masih menggunakan nama aslinya saat diunggah ke blog. Tidak bisa deh menyisipkan kata "Pandoraque" di gambar tersebut, hehe. Selain itu mengedit tulisan kadang menjadi menyebalkan. Harus paham triknya dan sabar. :D

HADIAH UNTUK DIRI SENDIRI

Saya sudah berencana untuk memberi hadiah kepada diri sendiri kalau berhasil menyelesaikan ODOP. Saya tidak tentukan di awal karena hadiahnya tergantung mood dan keinginan saja.

Alhamdulillah, proyek ODOP berhasil diselesaikan. Dan saya berencana mau beli Kek Pisang Villa. Butuh asupan yang manis-manis, hihi. Oh ya saya juga mau traktir suami Luti Gendang karena sudah mendukung selama event ini. :D

gambar kekpisangvilla.com

Penutup

Alhamdulillah, bisa juga menyelesaikan ODOP ICC tahun ini. Rasanya senang sekali. Diri ini merasa seperti berhasil menjadi sedikit lebih baik dari sebelumnya. Saya yakin pengalaman ini sangat berharga dan bermanfaat.

Setelah ini saya mau terus mengisi Pandoraque dan Bukulova. Tetapi tidak akan One Day One Post. Karena ODOP ini untuk saya cocoknya buat latihan. Salut untuk teman-teman blogger yang bisa posting setiap hari.

Terakhir, terimakasih banyak untuk panitia/tim pelaksana ODOP ICC 2021 telah bekerja keras mengelola event ini sebulan penuh. Kalau kata Ariel: ~kalian luar biasa. :D

Jika tahun depan ada ODOP lagi, kalau tidak ada halangan saya mau ikutan. Oh ya buat teman-teman yang tertarik dengan komunitas ini, bisa meluncur ke Instagramnya di sini atau langsung isi formulir di sini ya. Salam pejuang ODOP. 

Submitted to:
One Day One Post 2021 - ICC x Mubadalah.id (1.474 kata)

Comments

  1. selamat ya kak sampai di penghujung ODOP ICC, sukses selalu dalam membuat konten :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kak. Alhamdulillah sampai juga 30 hari. Sukses juga buat ICC nya kak. :D

      Rencananya nanti bertahap setiap postingan odop kuedit biar menyesuaikan dgn rebranding ICC.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Movie Review - Original Sin (2001) - Film di “Scrap Book” Jadulku

Apa yang bisa dilakukan di Hago Farm

Pohon Sukun Meranggas