Sunday, 10 September 2017

[Book] Wrap Up January – April 2017

Heiho! Sudah lumayan lama Pandoraque sepi dari postingan. Ada beberapa hal penyebabnya. Anyway, aku mencoba untuk menyegarkan kembali blog ini. Ada beberapa revisi yang kubuat. Ada kategori label tertentu yang akan ku-update karena aku akan lebih selektif dalam menentukan postingan mana yang baiknya aku share. Dan salah satu kategori labelnya adalah Book.

Aku mempunyai blog khusus tentang buku. Oleh karenanya, Pandoraque hanya akan menampilkan Wrap Up dari tbr yang sudah kuselesaikan alias daftar buku-buku yang sudah kubaca dalam kurun waktu tertentu yaitu per empat bulan sekali. Ya, jadi boleh dibilang postingan berbau buku ini tidak akan muncul setiap bulan. Mungkin seandainya aku bisa rutin baca minimal lima buku per bulan maka aku bisa update sebulan sekali. Hanya saja tahun ini ada bolongnya (dua bulan tidak membaca buku apapun). Dan wrap up ini datangnya telat. Ini pun aku masih harus menyicil dari awal tahun, haha. Jadi, ya begitulah. Namun jika kalian mau melihat update keseluruhannya (tentang buku) yuk, silakan main ke Bukulova, ya. :D

Oke, jadi Wrap Up ini dalam bentuk list dan review singkat. Dari bulan January hingga April 2017 lalu, total ada 11 buku yang berhasil kubaca. Wah, lumayan banyak, ya? Biasa awal tahun, semangat membabat timbunan masih tinggi. Ditambah jadwal belum padat. Meski demikian, belum termasuk avid reader juga, sih. Baiklah, berikut daftar buku-bukunya.

[Flashback] Good Things Happen

 
Mungkin ini  cuma terjadi di negeriku. Namun mungkin juga ada di negeri lain. Atau bisa jadi di diri setiap orang tanpa mengenal batasan bernama Negara dan berbagai atribut lainnya. Ini adalah hal mengenai sebuah kebiasaan perilaku atau perkataan atau mungkin lebih tepatnya cara berpikir yang cukup sering kutemui di keseharianku. Ini tentang melihat hal baik dari sebuah kejadian buruk.

Pernahkah kamu mendengar, ada seseorang yang jatuh ketika mengendarai sepeda motor. Dia terjatuh ke pinggir dan menghantam aspal. Tangan kakinya terluka termasuk kepalanya. Ketika dia, keluarganya atau temannya atau hanya orang lewat yang kebetulan melihat atau menolong orang tersebut, mungkin ada diantara mereka yang berkata: untunglah kamu masih selamat. Atau untunglah kamu jatuh ke pinggir bukan tengah jalan. Untunglah ada orang yang cepat menolong. Untunglah tidak ada yang patah mematah. Untunglah lukanya tidak di seluruh badan, dst dst.