Posts

BINTANG JATUH | MFF #4

Image
Hoamm .. Aku berbaring malas di atas sofa, menahan kantuk sambil menunggu waktu Isya. Dengan mata sayup, tampak di layar tivi kilasan gambar dari hujan meteor Perseid yang akhir-akhir ini ramai diberitakan. Siiing..!! Tiba-tiba ada cahaya terang sekali dari halaman depan rumah. Cahaya menyilaukan sesaat itu segera disusul dengan suara berdebum. Aku terlonjak kaget, kantukku hilang. Tersisa suara desisan lidah api. Aku bangkit dari sofa dan memberanikan diri berjalan ke pintu depan. Dengan hati-hati dan jantung berdebar, ku dorong pintu ke arah luar. Asap putih tipis menyeruak. Samar dibalik asap ku lihat sebuah ceruk kecil terbentuk di tanah. Di sekitarnya, beberapa lidah api kecil membakar rumput halaman. Aku menengadah. Gugusan bintang di langit berkelip centil. Hmm..tidak mungkin. Lamat-lamat ku perhatikan lagi ceruk itu. Ada sosok yang bergerak di balik asap. Astaga! Manusia. Laki-laki. Dan tampan... Sosok itu perlahan berdiri sambil menepis tanah di bajunya yang potonga...

TEROR SESUDAH BADAI | MFF #3

Image
Nadia, adik kecilku yang berusia 7 tahun itu membangunkanku. Rupanya aku tadi tertidur di depan tivi. Tak lama ku dengar Ibu berteriak kalau makan malam sudah siap. Aku beringsut ke ruang makan. Agar kantuk yang tersisa ini hilang, aku membasuh muka sebentar di westafel kecil di pojok ruangan. Sembari mengumpulkan nyawa dan mengeringkan wajah, aku melihat ke luar rumah kami lewat jendela kecil di samping westafel ini. Jendela kecil ini menghadap ke arah laut. Hujan sisa badai sedari pagi tadi masih turun, meskipun hanya tinggal rintik gerimis. Sudah pukul setengah delapan dan hari semakin gelap. Saat kilat menghiasi langit, samar-samar ku melihat sesuatu yang besar dan menjulang kokoh, sedikit terombang-ambing oleh ombak. Sesuatu itu terlihat seperti kapal. Ya, kapal besar yang terdampar di tepi pantai, di pulau kecil yang kami tinggali ini. Kilat datang lagi dan jantungku berdegub kencang saat samar-samar ku melihat sesuatu bergerombol menuruni dinding kapal. Dari jendela itu, me...

MATANYA UNTUKKU | MFF #2

Image
Aku berdiri di tepian sungai. Aliran angin menerpa dan memainkan ujung-ujung rambut. Airmata jatuh setiap teringat kepedihan di dua minggu yang lalu. Bersama angin dan kesendirian, aku berharap kepedihan ini pergi. Ketika matahari hampir sampai di tepi horizon, ku hapus air mata yang tersisa dan berbalik ingin kembali ke rumah. Dan di saat itulah ku lihat dia. Lelaki yang telah ku kenal lama sekali, sejak masa kanak-kanak. Dengan matanya yang dalam, dia masih saja melihatku dengan cara seperti itu. Memandang jauh ke dalam mataku, begitu intens, tanpa mencoba berkedip. Air mukanya masih sama, menyimpan keraguan dan bingung ingin bertindak seperti apa. Tetapi matanya, sejak dulu, telah berbicara banyak. Berbicara dengan bahasa yang saat itu belum mampu ku mengerti. Yang ku tahu, sejak masa kanak-kanak, telah empat kali dia memandangku seperti itu. Biasanya ketika aku pergoki, dia akan terkejut sebentar lalu memalingkan muka. Tapi kali ini dia mendekatiku. Lalu ketika aku dalam jang...

MENCOBA TES KEPRIBADIAN ONLINE DARI IPERSONIC

Image
Sudah ada sekitar empat atau lima teman Facebook yang menggunakan aplikasi ini untuk tahu tipe kepribadian mereka dan saya jadi tertarik untuk ikutan mencobanya.  Sekilas tentang tes kepribadian iPersonic Personality test atau tes kepribadian yang ini cukup mudah dan hanya butuh sekitar lima menit untuk menyelesaikannya sekaligus melihat hasilnya. Tes ini bersifat online, jadi internet kamu harus aktif tentunya. Cara untuk ikutan tes ini cukup mudah juga. Tinggal masuk ke situs resminya iPersonic.com (versi bahasa Inggris) atau iPersonic.net/id (versi bahasa Indonesia). Kalau masih bingung juga, tinggal search di Google dengan kata kunci: iPersonic. Setelah masuk ke situs tersebut, kamu bisa memulai tes. Ada dua pertanyaan di setiap langkah yang ada. Pertanyaan tersebut mengarahkan kita untuk mencoba mengenal diri lebih jauh. Jadi, hasil tes ini, menurut pendapat saya, tergantung kepada seberapa jauh kita mengenal diri sendiri. Bagaimana refleksi kita terhadap diri itulah...

ULANG TAHUN MAYA | MFF #1

Image
sumber unsplash Kriiing..!! Alarm berbunyi nyaring, Jery terbangun. Ia menggeliat sejenak sambil memeriksa smartphonenya. Tak lama, ia pun turun dari tempat tidur, mengambil handuk untuk mandi. Pukul delapan pagi lewat sepuluh menit. Sinar matahari telah memasuki separuh ruangan dapur. Selesai memakan sereal dan meminum beberapa gelas air putih, Jery bangkit menuju garasi. Dengan kecepatan sedang, dia membawa motornya ke Toko Bunga Aprilia. Jery membeli sebuket mawar merah lalu kembali melaju ke tempat itu. Semilir angin menghampiri dirinya. Kini Jery berjongkok dan menaruh buket mawar itu di atas sebuah nisan pualam putih. “Selamat ulang tahun Maya”, Jery tersenyum parau. Matanya penuh dengan rasa rindu.