DUA KISAH TENTANG RASA SYUKUR | SELINTAS PIKIRAN #2

Ada dua kisah tentang rasa syukur yang ingin kubagi dengan pembaca sekalian.

Kisah Pertama...

Saat itu hati masih terbebani dengan kesedihan yang menyusup diam-diam. Berpikir dan merasa seolah beban hidup maha besar sedang menimpa. Namun syukurlah, Tuhan segera menyentuh hati ini dengan manis.

Di malam itu, di pelataran sebuah toko, saya melihat seulas senyum bahkan lalu sebuah tawa dari seorang yang berjalan tidak dengan kakinya. Seorang yang kedua tungkainya tidak mampu menopang tubuhnya secara sempurna. Dunia boleh jadi terasa menghimpit. Namun dia memilih untuk mengusir mendung agar tidak menggelayuti senyumannya.

Ya, di malam itu Tuhan mengajariku tentang ketabahan dan penerimaan.

gambar pinterest

Kisah Kedua...

Siang berlalu dengan panas matahari yang menyengat. Saya berjalan membawa beban di tangan kanan, menyusuri kelokan pasar bersama Emak tersayang. Rasa haus dan lapar membuahkan lelah. Namun masih ada satu tempat lagi yang harus dituju.

Tap, tap!
Saya mendengar langkahnya. Bunyinya tidak biasa. Lebih berat dari tapak pantopel yang memukul jalan. Saya pun melirik ke kanan. Tepat di samping saya, terlihat ada sesuatu yang tidak biasa dengan tungkai kirinya.

Tungkai itu tak berdaging, tak berkulit, tak berbulu. Tungkai itu tungkai kayu. Diwarnai serupa mungkin dengan warna tubuh manusia. Terpoles dan mengkilap di bawah sinar matahari.

Bapak tua pemilik tungkai kayu itu berjalan selangkah demi selangkah. Ada sebuah tongkat yang mungkin membantunya untuk menyeimbangkan tubuh.

Itu pertama kalinya, di depan mata, saya melihat seorang berjalan dengan kaki kayu sepanjang lutut ke bawah. Saya tatap kedua kaki yang masih berjalan seirama menyusuri kelokan pasar.

Bersama tiupan hangat matahari siang dan peluh yang mengucur, angin berbisik ke telinga: Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

Penutup

Kisah manakah yang kalian suka? Bagi saya keduanya sama-sama bermakna.

Comments

Popular posts from this blog

TIDAAKK!!

APA YANG BISA DILAKUKAN DI GAME HAGO FARM

POHON SUKUN MERANGGAS