Sunday, 31 July 2016

Review: X-Men Apocalypse (2016)

Pssttt: Yea I know. Ini seharusnya diposting beberapa bulan yang lalu. Dan mungkin bahasan ini tidak lagi up to date. Namun semoga berguna buat siapa saja yang nyasar dan lagi mencari referensi mengenai ini film. Haha, meski ulasan yang aku berikan belum terlalu lengkap. Ah, ya, udah, deh, selamat membaca. :D
---------------------------------------------------------------------------------------

Sumber
 
Hari itu Minggu dan Ez baru saja kujemput dari Bandara. Sementara di Jambi, sekitar seminggu yang lalu baru launching Mall baru di daerah Talang Banjar. Selain Matahari, Hypermart dan beberapa gerai lainnya, ada pula CinemaXX dan saat itu masih dalam masa promo nomat (nonton hemat). Meski saat itu hari libur namun harga tiket masih Rp.35.000,-. Tak ayal meski baru jam 11, antrian telah mengular. Aku dan Ez yang saat itu bermaksud menonton X-Men Apocalypse juga ikut dalam antrian tersebut. Film dimulai pukul 13.00 WIB dan sengaja kami tidak mengambil tiket yang 3D karena kami merasa kurang nyaman jika menonton sambil menggunakan kacamata 3D tersebut.
 
Film dibuka dengan adegan yang breathtaking (menurutku, sih haha). Adegan tersebut berbau Mesir. Eh Sabah Nur alias Apocalypse (Oscar Isaac) atau yang dikenal juga dengan Ra, akan melakukan tarnsformasi (atau apalah istilahnya) ke tubuh yang baru. Usut punya usut sepertinya dia adalah mutan pertama di Bumi. Upacara pemindahan roh Eh Sabah Nur ke tubuh mutan baru mendapatkan gangguan. Pengkhianatan terjadi dan piramida tempat upacara tersebut runtuh. Namun jasadnya dan jasad mutan yang baru tersebut masih utuh, selamat dari reruntuhan.

Di lain pihak, di masa selanjutnya, Scott Summers muda (Tye Sheridan) alias Cyclops baru memasuki sekolah Proffesor X (Prof. Charles Xavier; James Mc. Avoy). Di sanalah ia bertemu dengan Jean muda (Sophie Turner). Dan film pun terus berlanjut. Eh sabah Nur terbangun dan berhasil lolos dari reruntuhan. Dia mendapati bumi sudah berbeda dan dia tidak lagi dianggap Tuhan. Dia pun mulai mengumpulkan pasukan dan berencana menguasai Bumi a.k.a menjadi Tuhan/Dewa.

Satu hal yang menarik bagiku adalah nuansa Mesir. Aku suka dengan cerita seputar Piramid dan misteri yang menyelubunginya. Ya, sedikit personal jadinya, haha. Namun secara keseluruhan X-Men Apocalypse lebih menarik dari serial sebelumnya Day of Future Past. Di sini kita bisa melihat masa lalu para pengurus sekolah X-Men seperti Storm (Alexandra Shipp), Cyclops, dst. Dan tentu ada takdir menarik mengenai Quicksilver (Evan Peters). Ah lagi-lagi kemunculan Quicksilver sangat kunanti saat menonton film ini. Haha, no idea, I just love that character.

Baiklah, tidak banyak yang bisa kuceritakan. Review ini pun begitu apa adanya. Dibuat dengan sedikit terburu-buru. Kalau kalian penasaran dan apalagi memang penggemar X-Men, buruan ke bioskop. Nonton langsung! Haha, enjoy your day, people! :D

No comments:

Post a Comment