Monday, 21 July 2014

FiksiMini 50 Kata

Ceritanya di awal bulan Juli ini, aku dapat info dari Mom Carra tentang lomba membuat FiksiMini 50 Kata. Teknisnya, lomba ini diadakan via Facebook. Bagi peserta yang mau ikut, silakan membuat FiksiMini sebanyak maksimal 50 kata (sudah termasuk judul) dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia lomba. Temanya itu sendiri ada tiga: Korupsi, Kampanye, dan Ramadhan. Oh ya, masing-masing peserta hanya boleh mengirimkan maksimal 5 FiksiMini-nya.

Well, aku tertarik dan mencoba ikutan, hehe. Lagian ini pertama kalinya aku ikutan lomba FiksiMini. So far baru ada tiga yang berhasil kubuat. Batas akhir lomba ini adalah akhir bulan Juli 2014. Mudah-mudahan ada karya aku yang lolos, haha. Hadiahnya lumayan gede, lho! Voucher buku senilai Rp.250.000,-. Aaaa…mauuu…! :D

Berikut karya FiksiMini aku yang kuikutkan ke dalam lomba. Bismillah…
------------------------------------------------------------------------------------------------------

Profesional

gambar diambil dari sini

“Pak, ocehan Bapak itu berlebihan!”

“Jelas harus aku lebih-lebihkan, Bu! Namanya juga kampanye.”

“Apa Bapak tidak takut ketahuan bohongnya?”

“Aku profesional. Untuk itu aku sudah menguncinya rapat di dalam lemari.”

Ibu mengintip lemari itu. Di dalamnya, keping Kejujuran si Bapak mulai berkarat. Sepertinya tidak cocok disimpan di tempat pengap.
------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hujan


gambar diambil dari sini

Malam itu, mereka berbaring di atas rerumputan lapangan bola kampungnya. Mata kecil mereka terus menatap langit.

“Kak, masih lama ya?”

“Sebentar lagi. Nah, lihat itu!”

Apa yang mereka tunggu datang. Langit terbelah. Kedua bocah kecil tak beruang itu riang menyambut butiran permen yang jatuh dari langit.
------------------------------------------------------------------------------------------------------

Godaan

gambar diambil di sini

Dia mengerling kepadaku!

Aku menggeleng, “tidak bisa, aku harus bertahan!”

Arghh, ya Tuhan, mengapa dia malah makin mengundang? Baiklah, ini sulit. Aku tak bisa diam saja!

Kudekati dia. Kurenggut tubuhnya. Kuhempaskan dia!

Batinku tertawa. Roti isi coklat itu kini aman di dalam laci meja. Huft, hampir saja aku tergoda.
------------------------------------------------------------------------------------------------------


Mudik


gambar diambil dari sini

Ramadhan hari ke-28, Malin sampai di kampungnya. Di depan sebuah rumah, seorang perempuan paruh baya menyambutnya dengan mata berbinar. Malin tersenyum dan segera merangkul Ibundanya.

"Malin, ayo, Nak!  Kita abadikan dulu pertemuan ini," ucap sang Ibu lembut sembari mengeluarkan tongsis dan smartphone-nya yang terlihat baru itu.

"Ayo, Malin. Cheese!"
------------------------------------------------------------------------------------------------------

2 comments:

  1. Yg terakhir bagus! :)

    mg menang ea ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih yaa..
      Ayo Eksak, ikutan jugaa.. :D

      Delete