Wednesday, 23 October 2013

Review: The Conjuring and Insidious

Ada dua film yang selesai ku tonton yaitu The Conjuring dan Insidious. Kedua film tersebut ku tonton di Cinema 21. Film pertama ku tonton bareng Ezi dan yang kedua ku tonton bareng sohib-sohibku Clebubb (Fandy, Dewi, Bimbi). Ini foto bareng sebelum nonton Insidious: Chapter 2.

 

Kedua film tersebut memiliki beberapa kesamaan. Pertama, sama-sama ber-genre horor. Yup, jarang-jarang menonton film horor ala western. Awalnya berpikir film ini paling seputar kerasukan atau dikati-kaitkan dengan teknologi. Pastinya gak akan serem-serem amat. Secara beberapa referensi horor Hollywood yang aku ketahui, tidak terlalu memunculkan sesuatu yang membuat penonton berteriak atau merinding. Yah sebut saja beberapa judul seperti: Ghostbuster, Thir13en Ghosts dll. But yeah, I got wrong. Karena ternyata kedua film horor ini sama seremnya.


Well, persamaan kedua adalah sutradara dan tokoh utama di dalam kedua film ini. Untuk sutradara, kedua film sama-sama di-direct oleh James Wan. Hasil searching di Google, James Wan ini terkenal dengan film-film horornya. Yup, doi memang terkenal sebagai sutradara film horror plus rada thriller gitu. Film-filmnya sebut saja seperti Dead Silence, Death Sentence. Kabar-kabarnya pun doi akan menyutradai Fast and Furious 7, weew. Well, selain kesamaan sutradara, kedua film ini juga memasang Patrick Wilson sebagai tokoh utama bernama Ed Warren (di The Conjuring) dan Josh Lambert (di Insidious). Gak tahu juga kenapa bisa seperti itu, haha. For lil' information, blabla (google web).


Nah, lanjut persamaan ketiga: sama-sama bercerita tentang rumah berhantu dan hantu yang menempel alias mengikuti penghuni rumah. Well, secara detail, memang The Conjuring postif bercerita tentang keluarga Perron yang baru saja pindah ke rumah baru mereka. Ternyata oh ternyata, rumah ini telah dikutuk dan dihantui oleh seorang penyihir jahat yang hoby membunuh setiap penghuni baru di rumah tersebut especially anak kecil si pemilik rumah baru. Si Hantu merasuki si Ibu atau Carolyn Perron (Lili Taylor). Lanjut cerita, akhirnya keluarga tersebut meminta tolong kepada duo paranormal yang juga suami-istri Warren untuk menghentikan teror si hantu jahat. Film ini diakhiri dengan berhentinya teror dari di hantu. Asli merinding disko dan terkejut-kejut dibuat film ini. Haha..:).


Lalu bagaimana dengan Insidious? Film yang ku tonton ini Chapter 2. Singkat ceritanya begini: sebuah keluarga menempati rumah barunya yang lagi-lagi ada hantu yang meneror keluarga tersebut. Awalnya mereka mengira bahwa ini karena rumah yang mereka tempati berhantu dan mereka pun memutuskan untuk berpindah-pindah rumah. Ternyata si Hantu tetep aja ngekor bak parasit mengikuti keluarga tersebut. Alhasil, di Insidious Chapter 2 ini, terungkap jika hantu tersebut sudah mengikuti Josh sejak Ia kecil. Hantu ini bernama Parker Crane (Tom Fitzpatrick), yang waktu hidupnya suka membunuh orang-orang, semacam psyco gitu. Pun dijelaskan dari mana hantu jahat ini berasal dan apa motifnya mengikuti Josh alias si tokoh utama. Oh ya, di sini si tokoh utama dan anaknya, Dalton Lambert (Ty Simpkins), mempunyai kemampuan supranatural dimana mereka bisa memasuki dunia gaib, haha, maksudku the darkside melalui tertidur. Hahay, kalau Readers mau kisah lengkap dan sangat detail, monggo, ditonton langsung ya filmnya, :).

And then, persamaan terakhir yang bisa kutemui adalah soal wujud plus sifat si Hantu. Wujud hantu yang ditampilkan di sini adalah sosok perempuan, berambut panjang, dan memakai gaun putih. Memang sih, di Insidious ada dua hantu. Satu sosok perempuan berbaju putih itu, dan satunya lagi sosok laki-laki psyco yang muncul dengan gaun pengantin hitam. Yah, tapi intinya begitulah. Mereka bisa dikatakan hantu perempuan yang jika  di Indonesia sering disebut Kuntilanak. Nah, sifat hantu-hantu di kedua film ini sama, sama jahatnya. Hantu ini meneror dan ingin membunuh penghuni rumah. Mungkin karena Pak Sut alias James Wan ini master pembuat film thriller semacam Saw dkk, makanya ni film jadi horor serem nan sadis. Hehe, :)


Well, pokoknya bekesan banget nonton kedua film ini. Tumben film horor Hollywood, selain film adaptasi berjudul The Ring (2006), bisa menakutkan. Aku sampe teriak menontonnya sambil menutup mata karena kaget. Tapi jika mau dibandingkan, aku lebih prefer to The Conjuring. Lebih suka dengan jalan ceritanya plus efek-efek kengerian yang ditawarkannya. Yah mungkin juga ini karena aku melompat alias tidak menonton Insidious dari Chapter 1-nya.

Hmm, apa lagi ya? Haha. Begitulah teman sedikit review dari film The conjuring dan Insidious. Semoga bermanfaat, :).

[Senin, 7 Oktober 2013]

No comments:

Post a Comment