Posts

TIDAAKK!!

Image
sumber google image Pagi ini, sekitar pukul 04:45, saya semi terbangun karena alarm hape yang berbunyi nyaring. Hape diletakkan di atas meja kecil di samping tempat tidur. Saat bunyi, reflek saya raih lalu jari pun menekan tombol "matikan". Saya bukannya bangun malah kembali tidur. Saya sengaja memasang alarm jam segitu agar bisa bangun di waktu subuh. Tapi ya itu, biar tidak lanjut tidur, biasanya hape saya taruh agak jauh dari kasur. Di atas meja lain yang letaknya di seberang tempat tidur. Intinya ketika alarm berbunyi, saya harus bersusah payah bangun dan berjalan untuk mematikannya. Namun di hari itu saya letakkan di dekat tempat tidur. Hape tersebut berada dalam jangkauan tangan saya. Dan rasanya nguaaantuuk banget. Alhasil saya tidak solat subuh pagi itu.  Ok, lanjut ceritanya ...  Saya matikan alarm hape lalu kembali tidur hingga... hmm , ini yang versi gak enaknya. Sekitar jam 5:47, saya kembali semi terbangun gitu. Saat itu posisi tangan, saya rasakan menggantung di...

SEWAKTU MADRASAH DULU | BUKAN KEBETULAN #2

Image
sumber google image Bukan mau pamer atau apa. Niat hati hanya mau berbagi. Ini tentang keampuhan sebuah doa. Pernah terjadi dulu saat belajar di madrasah. Saya dulu sekolah di SDN (Sekolah Dasar Negeri) di siang hari. Sementara sore harinya sekolah di madrasah, yang juga tak jauh dari rumah. Layaknya belajar di madrasah, kami diajarkan lebih jauh tentang agama (islam) dan bahasa arab. Begitu pula tata cara memakai pakaian muslim dan berjilbab. Lalu menulis dan membaca bahasa arab. Ada juga kegiatan shalat Ashar berjamaah di mesjid, dan banyak hal lainnya.  Alhamdulillah,  saya mengerti menulis dan membaca angka hijaiyah karena belajar di madrasah ini.  Lalu doa apa, sih, yang dimaksud? Sebelum belajar, seorang guru yang saya lupa namanya (maaf), mengajarkan kami untuk membaca doa ini:  “Robi shrohli shodri wa ya shirli amri wah lul uqdatam mil lissani yah khohu khouli “  Artinya : Ya Tuhanku lapangkanlah dadaku, dan lancarkanlah lidahku serta mudahkanlah u...

TENTANG CAPUNG | CERITA HEWAN #2

Image
sumber unsplash Hari ini tidak seperti biasanya. Tiba-tiba ada capung nyasar masuk ke dalam rumah lalu hinggap di dinding ruang makan. Capung tersebut bewarna merah dengan sayap transparan disertai motif biru dan kuning.  Melihat itu capung, saya jadi teringat masa kecil, Saat masih SD dulu, saya, adik dan para sepupu suka tangkap capung bareng-bareng. Caranya kami buat semacam jaring, tapi tidak berlubang. Jaring tersebut dari plastik yang dililit dengan lidi di tepi-tepinya. Lalu ujung lidi itu di tancapin di sebatang kayu pohon singkong. Nah, mulai, deh perburuan capungnya. :D Aneka capung yang kami temui Dulu capung mudah sekali ditemui. Makanya sampai bisa ditangkap untuk dipegang-pegang, disuruh makan daun. Intinya dijadikan mainan. Sekarang sudah jarang melihat capung terbang ke sana sini. Apa karena dulu area tempat tinggal saya masih banyak pohon kali, ya. Jadi ada banyak capung yang hinggap sembari mencari makan. Oh iya, dulu, saya menyebut capung itu "kinjeng". Men...

HARTA KARUN MASA KECIL

Image
sumber unsplash Dahulu, di zaman Nabi Musa alaihis salam hiduplah seseorang yang bernama Qarun. Kepadanya, Allah anugerahkan harta kekayaan yang melimpah. Kunci-kunci harta kekayaannya sangat berat dipikul oleh beberapa orang laki-laki yang kuat. Ada yang mengisahkan bahwa kunci-kunci harta kekayaan Qarun terbuat dari kulit yang dibawa oleh 60 ekor keledai.    Qarun memang seorang yang pandai dan ahli dalam bekerja. Namun sayang, Qarun amat pelit dan kejam. Ia hanya mau memeras tenaga orang-orang untuk memperkaya dirinya tanpa diberi upah. Hanya sedikit makanan dibagikan supaya mereka tidak mati kelaparan.  Qarun senang berjalan-jalan memamerkan kekayaannya sehingga membuat kagum orang yang melihatnya. Dia tidak bersyukur kepada Allah. Dia malah menjadi sombong dan berbuat aniaya. Dan tidak mendermakan hartanya kepada orang yang membutuhkan. Nasihat yg baik dan peringatan yg jujur yg dikemukakan oleh pemuka-pemuka kaumnya itu tidak diendahkan oleh Qarun dan tidak mendapa...

TENTANG MANGGA DAN AIR ZAM ZAM | BUKAN KEBETULAN #1

Image
Saat itu Bapak suka sekali beli mangga. Bawa pulang sekilo, dimakan sehari dua hari, terus habis, beli lagi. Bapak suka makan buah Pernah beliau cerita, waktu kecil dulu, mau makan mangga langsung ambil dari pohonnya. Dikupas pakai gigi, tanpa pisau. Biasanya dulu Bapak makan mangga bareng teman-teman masa kecilnya. Tetapi sekarang, beda sudah caranya. Bapak lebih rapi.  sumber unsplash Beliau kupas mangga pakai pisau dan dibasuh dengan air matang. Kemudian dipotong-potong dadu, ditempatkan di sebuah wadah plastik bekas es krim gitu, wkwk. Bapak memang paling jago yang namanya mengupas dan memotong buah. Pastinya bukan cuma mangga. Buah lain seperti nanas, pepaya, bengkuang, kedondong, semangka, sampai singkong, dikupas potong sampai selesai, tuntas, rapi.  Saya coba ikutan makan mangga Mari kita balik ke cerita mangga tadi. Ritual selanjutnya setelah potong memotong dan penempatan, langsung deh ambil garpu. Bapak kalau makan buah potongan gitu pakai garpu. Dan mulai beliau pa...