TENTANG CAPUNG | CERITA HEWAN #2
Hari ini tidak seperti biasanya. Tiba-tiba ada capung nyasar masuk ke dalam rumah lalu hinggap di dinding ruang makan. Capung tersebut bewarna merah dengan sayap transparan disertai motif biru dan kuning.
Melihat itu capung, saya jadi teringat masa kecil, Saat masih SD dulu, saya, adik dan para sepupu suka tangkap capung bareng-bareng.
Caranya kami buat semacam jaring, tapi tidak berlubang. Jaring tersebut dari plastik yang dililit dengan lidi di tepi-tepinya. Lalu ujung lidi itu di tancapin di sebatang kayu pohon singkong. Nah, mulai, deh perburuan capungnya. :D
Aneka capung yang kami temui
Dulu capung mudah sekali ditemui. Makanya sampai bisa ditangkap untuk dipegang-pegang, disuruh makan daun. Intinya dijadikan mainan.
Sekarang sudah jarang melihat capung terbang ke sana sini. Apa karena dulu area tempat tinggal saya masih banyak pohon kali, ya. Jadi ada banyak capung yang hinggap sembari mencari makan. Oh iya, dulu, saya menyebut capung itu "kinjeng". Mengikuti sebutannya dalam bahasa jawa kali, ya.
Jadi, ada namanya Kinjeng Rajo, Kinjeng Merah, Kinjeng Putih, Kinjeng Tawon, Kinjeng Jarum. Ahh, macam-macam dulu kami menyebutnya. Memang dulu ada banyak macam kinjeng yang bertebangan. Saya tidak tahu siapa yang mengajari untuk menyebut seperti itu. Tiba-tiba saja sudah seperti itu saja.
Saya mau cerita satu per satu jenis capung atau kinjeng yang saya ingat pernah temui. Boleh jadi di luar sana ada lebih banyak lagi ragam capung lainnya.
1| Kinjeng Rajo
Jenis kinjeng yang ukurannya lebih besar dari kinjeng lainnya. Warnanya hitam dan punya gerakkan yang lambat, tidak gesit. Kinjeng ini paling mudah untuk ditangkap. Tanpa perlu perangkap malah. Langsung pakai tangan saja bisa.
Ada jenis yang kami sebut kinjeng merah dan kinjeng putih kekuningan dengan sayap putih transparan. Jenis kinjeng yang paling sering ditemui. Lebih gesit daripada kinjeng rajo, tapi levelnya masih medium lah. Dinamakan seperti itu berdasarkan warna tubuhnya.Walaupun ada juga "kinjeng merah" lainnya.
![]() |
| sumber google image |
3| Kinjeng Tawon
Selanjutnya kinjeng tawon, namanya. Kinjeng ini punya warna sayap/tubuh seperti tawon (lebah). Jadi dia punya belang hitam kuning seperti itu. Nah, ini kinjeng yang paling gesit dan awas banget. Susah menangkapnya. Tetapi kalau tertangkap, wah, bangganya pake banget, haha.
![]() | |
|
4| Kinjeng Merah Nian
Nah, satu lagi kinjeng yang bikin bangga kalau bisa menangkapnya. Kami sebut kinjeng merah. Kinjeng ini seluruh tubuhnya berwarna merah termasuk hingga ke sayapnya. Kinjeng ini gesit minta ampun. Oh ya, tetapi entah kenapa kinjeng ini juga cukup susah untuk ditemui. Jarang, jarang, jaraang banget deh bisa nangkepnya. Bahkan di waktu kecil dulu.
![]() | |
|
5| Kinjeng Jarum
Last but not least, kami menyebutnya kinjeng jarum. Saya paling suka kinjeng ini. Karena bentuknya tidak seperti kinjeng lainnya. Dia kecil seperti jarum. Suka hinggap didahan-dahan tanaman katuk atau yang penuh dengan daun hijau. Warnanya pun bermacam-macam. Yang paling menakjubkan bagi saya adalah yang warna biru. Ahh, cantik sekali pokoknya. Terkadang susah, terkadang mudah menangkapnya.
![]() | |
|
Nostalgia selesai...
Kemana ya sekarang kinjeng atau capung-capung dulu itu. Sudah jarang sekali ditemui. Apa karena pepohonan dan tanaman sekarang semakin berkurang? Ditambah pula masa hidup capung yang singkat?
Iya singkat, karena dari info yang saya baca, capung yang masih berbentuk larva, memang dapat bertahan hidup selama 6 bulan, tetapi ketika sudah menjadi capung, masa hidupnya hanya sekitar 4 bulan.
Kembali ke Capung merah yang tiba-tiba masuk rumah yang saya ceritakan di atas tadi. Dari ruang makan, si Capung tadi kembali terbang dan kali ini masuk ke kamar saya.
Dengan santainya hinggap di dekat lampu kamar. Dan ini capung alias kinjeng merah sayap transparan. Tampak betah bemalam di kamar ini. Ketika pagi hari masih ada saya lihat itu Kinjeng. Ini hasil jepretan saya.
![]() |
| dokumentasi pribadi |
Hai, kinjeng merah! Salam, ya, buat teman-teman kamu yang lainnya. :D [17 Februari 2013]








Comments
Post a Comment