Skip to main content

Bullet Journal Set Up 2020

dokumentasi pribadi | canva template

"Bullet Journal is the analog method for the digital age that will help you track the past, order the present, and design your future."

Bullet Journal - Kalimat di atas adalah definisi dari bullet journal (bujo) yang kuambil dari situs thebulletjournal (dot) com. Ya, inti postingan kali ini tentang bullet journal. Kali ini aku ingin membagikan set-up yang kugunakan untuk tahun 2020 ini. Aku telah membuat set-up ini di awal tahun. Meski agak telat, semoga postingan ini bisa bermanfaat. Mana tahu bisa jadi inspirasi untuk bujo-nya di 2021, hehe.

Bujo Set Up 2020

Tema bujo diriku di tahun 2020 adalah minimalis atau sederhana. Peralatan yang kugunakan untuk membuat bujo ini juga sederhana saja dan kurasa mudah ditemukan di toko terdekat. Buku yang kupakai untuk jurnal ini berukuran A5 dengan isi bergaris. Warna kertasnya sendiri bukan putih bersih melainkan kekuningan. Oh, ya, jika ingin melihat proses pembuatan set-up ini dalam bentuk video, silakan klik di sini, ya. Aku telah bagikan proses pembuatannya di kanal youtube-ku.

 

#1 Cover/Sampul

Untuk sampul bagian dalam jurnal, aku buat simple berbentuk kotak dengan tepi garis yang tipis. Aku lengkapi sampul ini dengan hiasan stiker dekorasi tinggal tempel. Tulisan "Bullet Journal 2020" dan tulisan untuk judul-judul halaman lainnya aku buat di kertas krep cokelat lalu aku gunting.

#2 Calendar

Aku menggunakan dua halaman sekaligus untuk bagian calendar ini. Di bagian bawah setiap bulan, aku sisipkan ruang untuk menulis keterangan acara atau kegiatan terkait tanggal-tanggal tertentu di bulan tersebut.

 

#3 Goals

Alih-alih hanya membuat daftar Goals (target) apa saja yang ingin kucapai di tahun ini, aku menambahkan keterangan Why (mengapa itu perlu menjadi target) dan How (langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mencapainya). Dengan cara ini target tersebut terasa lebih jelas dan terarah.

 

#4 Highlight

Halaman ini berisi peristiwa penting atau momen yang tidak terlupakan yang dapat menjadi atau garis besar gambaran atau rangkuman kehidupanku di bulan tersebut. Nanti di waktu mendatang aku bisa kilas balik dengan mudah.

#5 Try something new

Bagian ini berisi daftar hal-hal yang baru aku coba di tahun ini. Aku tulis semua termasuk hal-hal receh sekalipun. Aku hanya menyediakan satu halaman saja untuk ini. Setelah setengah tahun berlalu, tampaknya aku butuh halaman tambahan.

 

#6 Kikioread/What I have read

Karena aku lumayan suka membaca maka aku membuat halaman ini yang berisi daftar buku yang telah kubaca selama tahun 2020 ini. Selain judul buku, aku lengkapi dengan rating untuk buku tersebut. Omong-omong klik di sini untuk mampir ke blog bukuku, hehe.

 

#7 Kikiowatched/What I have watched

Idenya mirip dengan halaman Kikioread. Di sini aku tuliskan judul-judul film yang telah kutonton di tahun ini beserta rating-nya. Aku telah menyiapkan dua halaman untuk bagian ini. Ternyata pandemi menyerang dan ya, begitulah. Mungkin sisa halamannya akan kugunakan untuk tambahan halaman Try something new.

#8 Kikiotrip

Awalnya judul halaman ini adalah Trip. Namun aku ganti biar terasa lebih personal. Isinya daftar tempat-tempat yang dikunjungi selama 2020. Ya, di sini aku juga salah perkiraan. Set-up ini dibuat sebelum aku tahu kalau corona will take over the world.

#9 Period Tracker

Cocok untuk ciwi-ciwi karena ini tracker tentang menstruasi gitu. Mencatat dalam bentuk jurnal seperti ini memang agak ribet. Kalau terasa sulit, lebih baik gunakan aplikasi digital. Atau kalau format yang kugunakan ini yang terasa ribet, bisa diganti dengan format yang lebih simple karena kita bebas mau berkreasi seperti apa dengan jurnal kita sendiri.

 

#10 Wishlist

Bagian ini berisi tentang daftar barang yang ingin kubeli. Ada yang sudah terwujud dan banyak yang belum, sih. #malahcurhat :D

#11 I Bought This

Halaman ini untuk daftar barang yang kubeli di tahun ini. Aku bagi dua kolomnya. Satu berdasarkan kebutuhan (needs). Satunya berdasarkan keinginan (wants).

#12 Money Graphic

Sebenarnya aku agak kurang nyaman dengan judulnya, cuma bingung sendiri mau diganti apa. Intinya halaman ini berisi grafik uang keluar dan uang yang berhasil disimpan selama 2020. Biar mudah nanti membaca grafik ini, aku buat dalam bentuk bulanan.

Penutup

Nah, itulah set-up untuk bullet journal tahun ini. Set-up ini mungkin tidak mirip dengan bullet journal kebanyakan karena aku cenderung membuatnya sesuai kebutuhanku. Set-up ini versi tahunannya. Nanti setiap bulan aku buat set-up baru yang memang khusus untuk bulanan. Kapan nanti, aku ingin bagikan set-up bulananku. Sekali lagi kalau mau lihat versi videonya, silakan intip kanal Youtube-ku dengan klik link berikut atau klik thumbnail di bawah ini #promoterooos :D

Comments

  1. pengen banget bikin journal dan kalau liat journal temen temen lucu lucu imut, tapi aku ga yakin apakah aku bisa mengisinya dengan rutin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dicoba aja mba kalau ada waktu dan kesempatan. Aku sering bolos juga sih ngejurnal, haha. Tapi saat lihat jurnal yang ada jadi kangen. Lihat konten youtube ataupun gambar-gambar pinterest tentang jurnal bisa bikin ke-trigger lagi buat ngejurnal, :D

      Delete
  2. Halo, salam kenal Kak Rizki! Kebetulan aku juga suka jurnaling dan lagi nyari inspirasi untuk jurnal aku tahun besok. Dari awal 2020 aku udah punya jurnal, dan sama dong, aku juga punya page Places I Visited yang sekarang malah kosong melompong haha sedih juga ya:) Dan sebagian besar, set up bujo kita hampir sama nih kak haha. Kayaknya aku juga pingin coba bikin page highlights kayanya menarik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Anin. Salam kenal.
      Betul halaman Trip 2020 nyaris kosong (cuma terisi dua dan itu wisata dalam kota dikunjungi sebelum Maret). Bener2 gak kebaca kalau Corona bakal sedahsyat itu. Apa boleh buat, :)
      Silakan dicoba page highlights nya. Mudah2an cocok. Selamat ngejurnal ya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Memahami Hadits tentang Hak-hak Perempuan melalui Buku 60 Hadits Shahih karya Dr. Faqihuddin Abdul Kodir

Kata "hadits" tampaknya bukan hal baru terutama di kalangan umat muslim. Hadits merupakan segala hal yang datang dari Rasulullah Saw., baik itu berupa ucapan, perbuatan, hingga pengakuan atau ketetapannya (taqrir). Sayangnya seperti halnya diri ini, hanya "sekedar tahu" namun tidak mengenal secara lebih dekat. Sebab belum mendalami ilmu hadits, buku ini lumayan mengejutkanku. Dari sekian banyak topik kehidupan yang dijabarkan melalui hadits, topik terkait hak-hak perempuan dalam Islam menarik untuk dipahami. Bisa dibilang kebanyakan hadits populer terkait relasi antara laki-laki dan perempuan bersifat berat sebelah. Beberapa dipahami dengan tidak benar sehingga menyudutkan posisi perempuan. Beberapa bahkan bersifat dhaif (lemah) dan maudhu (palsu). Oleh karena itu, keberadaan buku ini boleh jadi dapat memberikan manfaat yang besar khususnya dalam meluruskan relasi yang baik antara laki-laki dan perempuan berdasarkan sunnah Nabi Muhammad Saw. Sekilas tentang isi bu

5 Hal yang Berubah saat Menjadi Minimalis Menurut Fumio Sasaki

Pola hidup minimalis disukai dan diterapkan oleh banyak orang. Bahasan tentang minimalisme juga sudah banyak sekali dibuat. Bisa didapatkan melalui media sosial termasuk blog dan video online. Buku-buku terkait minimalisme juga telah dicetak dan tersebar. Salah satunya berjudul Goodbye Things karya Fumio Sasaki.  Mengutip dari buku tersebut, menurutnya minimalisme adalah upaya memangkas hal-hal yang tidak esensial agar bisa sepenuhnya menghargai hal-hal yang memang berharga. Seorang minimalis bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan (apalagi keinginan yang ingin didapat demi membentuk citra tertentu di lingkungan sekitarnya).  buku goodbye, things - fumio sasaki | dokumen pribadi Secara garis besar, Sasaki bercerita tentang pengalamannya saat sebelum dan sesudah menjadi seorang minimalis. Ia juga membagikan beberapa kiat dan tahapan dalam membuang/berpisah dengan barang-barang disekitarnya termasuk barang-barang yang memiliki kenangan yang kuat. Selain itu (dan yang akan dibahas

Cicak Ekor Merah

sumber unsplash Pertama kali melihat cicak ini saat aku sedang menyikat gigi di malam hari sebelum tidur. Saat itu ini cicak masih kecil, masih anak-an dan merayap, mungkin mencari makan di dinding bak mandi.. Pertama kali melihatnya, aku langsung merasa suka yang dicampur selidik karena penasaran. Si cicak masih diam mematung menyadari ada sepasang mata yang sedari tadi mengawasinya. Kenapa aku tertarik dengan cicak yang ini ya? Padahal seringnya bila melihat cicak, aku tak ambil pusing, langsung kuabaikan saja. Tapi cicak yang ini lain. Mataku sulit lepas dari memandangi ekornya. Iya, ekor yang pendek dan mungil itu. Ekor cicak yang ini unik, warnanya. Tidak seperti ekor cicak lainnya yang berwarna coklat atau hitam, ekor cicak ini berwarna merah. Iya merah, karena itu aku namakan dia "cicak ekor merah".  Niat hati ingin segera googling untuk mencari tahu, apakah memang ada spesies cicak berekor merah. Tetapi entah kenapa, atau malah karena satu dua hal, aku belum sempat-se

Six Months Round Up: January - June 2021

Sudah telat memang alias di luar jadwal untuk postingan ini. Tapi, ya, jadiin saja lah sebab sudah sejak awal tahun terpikir untuk membuat postingan bertema round-up seperti ini. Round-up yang aku maksud adalah kilas balik, rangkuman hal apa saja yang terjadi dihidupku selama enam bulan terakhir. Sifatnya personal memang. Mungkin lebih bermanfaat ke diri sendiri, bisa dibaca ulang di kemudian hari. :D Enam bulan kalau dipikir terasa lama, namun kalau dijalani, tahu-tahu sudah berlalu saja. Ada hal-hal menarik yang menjadi highlight di hidupku yang terjadi selama enam bulan terakhir. Kalau penasaran silahkan baca sampai habis, ya. January 2021: One Day One Post Awal tahun ini aku masih di Batam. Hujan badai turun berhari-hari, sempat membuat aktivitas terganggu. Sempat cemas juga namun aku tahu kalau selalu ada Allah yang menjaga dan mengatur segala urusan hidupku. Hal itu yang membuat tenang hati. :D Baca juga: Hujan Akhir Tahun Seperti sebuah “awal”, selalu dipenuhi semangat untuk

Ke Bioskop (Pertama Kali Sejak Pandemi, Nonton Mortal Kombat)

“Bi-Haaannn..!” Ada yang baca pakai nada gak kata di atas? Pembaca yang sudah pernah menonton film ini atau melihat adegan pembukanya di Youtube, boleh jadi bakal paham dengan teriakan penuh amarah yang keluar dari mulut Hanzo Hasashi (Scorpion) saat mengejar Bi-Han (Sub-Zero) yang telah membantai keluarganya. Rindu ke Bioskop Menonton film di bioskop adalah salah satu hal yang aku dan Ez (suami) suka lakukan. Kegiatan ini otomatis terhenti sebab pandemi menyerang. Selain menjaga diri dengan menghindari keramaian, industri perfilman termasuk bioskop juga terkena dampak dan sempat tidak beroperasi selama beberapa bulan. Setelah setahun lebih, kerinduan untuk ke bioskop muncul lagi. Berhubung saat ini kami juga masih di Jambi yang notabene bukan kota besar, kami mencoba ke bioskop. Tepatnya awal Mei saat film Mortal Kombat telah tayang di Indonesia. Di bioskop, protokol kesehatan tampak diterapkan. Mulai dari pemakaian masker, pengecekan suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer , termasuk