CERITA TENTANG ANAK KUCING | CERITA HEWAN #1

sumber google image

Ini cerita tentang seekor anak kucing. Yang paling aneh dari cerita ini mungkin saya jadi tahu kalau ada juga induk kucing yang berwajah sedih dan seperti mau menangis karena tidak bisa menyusui atau merawat anaknya. 

Terjatuh

Semua ini berawal dari induk kucing tersebut yang meninggalkan anaknya di atas atap kamar mandi rumah. Mengapa di atap rumah?

Induk kucing tersebut sering meminta makan di rumah saya. Sepertinya dia sudah menganggap rumah ini tempat yang aman untuknya dan untuk anak-anaknya kelak.

Saat itu anak kucing tersebut masih lemah, buta dan hanya bisa merangkak karena dia baru lahir atau masih baby gitu. Awalnya saya sekeluarga mengira dia akan baik-baik saja di atas atap kamar mandi dan kami tidak ambil peduli. Sampai suatu ketika anak kucing itu terjatuh ke lantai kamar mandi.

Hmm, itu pasti pengalaman jatuhnya yang pertama. Saya merasa kasihan melihatnya, lebih-lebih Bapak. Bayangkan saja, anak kecil yang bisa dibilang bayi terjatuh dari suatu tempat dengan ketinggian ±2,5 meter. Pasti menyakitkan. Namun ternyata umur anak kucing itu masih panjang dan dia masih dapat bertahan hidup.

Paling tidak sampai…

Akhirnya Bapak berinisiatif untuk mencari kardus dan memindahkan anak kucing itu ke dalamnya. Bapak juga bilang jika induknya datang ke rumah untuk meminta makan, Bapak akan mengurung mereka di dalam kandang ayam kami. Intinya Bapak akan memaksa induknya itu untuk menyusui anaknya tersebut.

Dan suatu kali niat Bapak terwujud. Tapi entah mengapa dan bagaimana si induk kucing itu tetap saja tidak mau nyusuin anaknya. Dan baru pertama kali ini saya melihat kalau seekor kucing juga bisa berwajah sedih.

Beneran! Wajah induk kucing itu menyedihkan banget. Seperti wajah seseorang yang mau menangis. Matanya berkaca-kaca. Seolah-olah ada sebuah alasan yang kuat banget yang membuatnya sangat tidak mungkin untuk menyusui anaknya itu. Walaupun di sisi lain, sebagai seekor induk, dia juga merasa tidak tega sama anaknya yang sedang kehausan seperti itu.

Sebenarnya beberapa hari lalu sebelum Bapak mengurung mereka di dalam kandang ayam, saya dan Bapak mencoba memberinya minum air putih dan menyelimutinya pake kaos kaki bekas. Tentu aja belum cukup tanpa air susu dari induknya.

Ada apa sebenarnya? 

Saya yakin sekali induk kucing itu tahu kalau anaknya sedang sekarat dan dia jadi sedih banget karena tidak ada yang bisa dilakukan. Biar pun dia ada di dekatnya dan bisa menyentuhnya, tetapi induk kucing itu seperti terikat sama suatu hukum tertentu yang membuatnya terhalang untuk menyayangi dan menyusui anaknya. Dan saya tetap saja sampai sekarang belum mengerti what it is exactly.

Dikarenakan tidak juga ada perubahan apa-apa dari perlakuan induk kucing itu ke anaknya, akhirnya Bapak mengembalikan anak kucing itu ke kardus lagi. Dia tampak seperti sudah tidak punya harapan lagi untuk sehat. Untunglah anak kucing itu tidak hidup lama dalam sakit. Malam hari itu juga akhirnya dia mati.

Jika ingin dibuat dramatis, seperti kata Bapak, kayaknya anak kucing itu bertahan hidup cuma untuk bertemu dan deket sama induknya. Malang banget anak kucing itu nasibnya. Pagi itu, tubuhnya tampak kaku dengan kaki lurus ke depan alias tidak bengkok. Saat itu belum ada lalat disekitarnya. 

Akhir kisah

Saya rasa itu memang jalan yang terbaik. Waktu dia masih hidup (lagi-lagi saya mendramatisir) saya hanya berharap dua hal.

Pertama, semoga anak kucing itu dapat bertahan hidup sampai besar dan suatu kali ketika dia sudah besar, dia bertemu induknya lagi dan dia bisa bangga menunjukkan ke induknya kalau dia bisa bertahan walaupun tanpa induk (fantasi dan dramatis banget).

Akan tetapi melihat dia yang kehausan dan belum bisa makan apa-apa selain ASI induknya, serta kesepian, dan kedinginan, saya jadi berharap agar dia segera "beristirahat dalam damai" biar tidak lagi menderita di dunia.

Anak kucing yang mungkin masih berusia tujuh hari dengan warna bulu putih bersih dan sedikit belang di kakinya itu telah terus berjuang bertahan hidup untuk bertemu dengan induknya.

Aduh! Saya benar-benar melankolis saat menuliskan cerita ini. Saya merasa sedih untuk anak kucing tersebut dan menyesal sebab tidak banyak yang bisa saya lakukan. Di sisi lain tetap merasa bingung perihal tingkah polah induknya itu. [07 Januari 2007]

Comments

  1. Sama gue juga gitu awalnya sih gk mau didekatin ma induknya setelah gue masukin dalam kardus pada waktu malam hari indukannya menjilati anak kucing yanv jatuh dari atap rumah saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah si induk masih mau. Seenggaknya ada kemungkinan anak kucing itu dirawat sama induknya.

      Delete
  2. Salut sama Bapak dan semua anggota keluarga..sy dapat postingan ini saat 1 kitten saya - rescuean juga terbanting keras dan lemas..sdh buru2 sy kasih 1 kuning telur ayam kampung dan sy Nadzar jika dia bertahan hidup akan sy pelihara sampai mati TDK sy free adopt kan - karena banyak banget kucing rescuean di rumah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih. Semoga kitten-nya bisa bertahan hidup ya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Movie Review - Original Sin (2001) - Film di “Scrap Book” Jadulku

TIDAAKK!!

APA YANG BISA DILAKUKAN DI GAME HAGO FARM