Thursday, 27 March 2014

Nyamuk Aedes dan Demam Berdarah



<a href="http://www.bloglovin.com/blog/12030525/?claim=7hb826a43eh">Follow my blog with Bloglovin</a>
 
Biasanya di musim kemarau atau saat cuaca panas dan matahari bersinar sepanjang hari, nyamuk-nyamuk yang berseliweran di rumahku terasa lebih banyak jumlahnya. Mereka pun terasa semakin agresif alias rajin banget menggigit. Belum lagi bila nyamuk-nyamuk itu bernguing-nguing di dekat telinga. Risih dan bikin kesal.

Digigit nyamuk memang menyebalkan, namun tertular penyakit yang dibawa oleh si nyamuk itu lebih menakutkan. Dan bagiku, Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menakutkan tersebut. Yup, menurut Wikipedia, DBD itu adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue. Nah virus inilah yang dibawa oleh nyamuk yang bernama Aedes aegypti.

Nyamuk Aedes aegypti (gemar hidup di dalam rumah) dan nyamuk Aedes albopictus (gemar hidup di kebun) merupakan pembawa virus (vector) Dengue. Namun di Indonesia, nyamuk Aedes aegeypti lah yang lebih sering menjadi vector virus dengue ini.
Nyamuk Aedes aegypti dewasa memiliki ukuran sedang belang hitam-putih di tubuhnya. Nyamuk jantan dan betina tidak memiliki perbedaan dalam hal ukuran nyamuk jantan yang umumnya lebih kecil dari betina dan terdapatnya rambut-rambut tebal pada antena nyamuk jantan. Nyamuk ini lebih suka tinggal di rumah yang sejuk, lembab, dan gelap serta biasa hinggap di barang-barang yang bergelantungan di kamar. Umur nyamuk ini hanya 10 hari, paling lama 2-3 minggu dan mampu bertelur sebanyak 200-400 butir.

Aedes aegypti menggigit pada jam-jam tertentu saja yaitu pada pagi hari pukul 6.00-9.00 dan sore hari pada jam 15.00-17.00. Nyamuk yang menggigit pun hanya nyamuk betina. Ini dikarenakan darah manusia dibutuhkannya untuk bertelur di air jernih tergenang yang tidak terusik. Biasanya di air dalam wadah (bekas berisi sisa air hujan, talang air, wadah penyimpanan air bersih di dalam rumah, wadah penampungan air di alas kulkas dan lain sebagainya).

Virus Dengue berasal dari tubuh pasien yang sedang terserang virus ini. Kemudian apabila ada nyamuk Aedes menggigit tubuh si pasien maka virus tersebut akan hidup di tubuh nyamuk. Selanjutnya, nyamuk yang di dalam tubuhnya ada virus tersebut dapat memindahkan virus tersebut ke tubuh orang yang sehat setelah mengigitnya. Begitulah yang terjadi seterusnya. Yang perlu diperhatikan, hanya nyamuk Aedes bervirus saja yang bisa menularkan penyakit DBD ini. Nyamuk Aedes yang tidak membawa virus di dalam tubuhnya bukanlah vector dari virus ini.

Demam berdarah kerap menyerang anak-anak karena anak-anak cenderung duduk di dalam kelas selama pagi hingga siang hari dan kaki mereka yang tersembunyi di bawah meja menjadi sasaran empuk nyamuk jenis ini. Adapun secara umum, gejala penyakit demam berdarah antara lain:
1.      Terserang demam atau panas tinggi yang timbul secara mendadak. Panasnya dapat mencapai 39-40 derajat Celcius dan kadang-kadang disertai dengan menggigil. Tubuh tampak loyo dan berkeringat cukup banyak.
2.      Nyeri di seluruh tubuh.
3.      Timbul ruam pada saat awal panas atau demam.
4.      Terjadi pendarahan yang tampak dari luar maupun dari dalam.

Pertolongan pertama bila terserang penyakit ini adalah dengan pemberian cairan tubuh lewat minuman atau elektrolit untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah. Untuk menurunkan suhu tubuh, dapat dengan dikompres atau memberikan obat turun panas. Namun bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih parah, sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, pemberian infuse dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfuse darah akibat pendarahan yang terjadi.

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Salah satu caranya adalah dengan membasmi nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vector virus DBD. Pemberantasan sarang nyamuk meliputi kegiatan 3M-Plus yaitu:
1.      Menguras tempat penampungan air secara teratur
2.      Mengubur barang bekas yang dapat menampung air
3.      Menutup rapat tempat penampungan air, dan plus
4.      Memberikan abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

Disamping itu, kontrol dan bersihkan secara rutin tmpat-tempat yang ada genangan air (vas bunga, dispenser, kloset, tong sampah, ember, bak kamar mandi, bak kontrol atau penampung air, bawah kulkas, kolam ikan hias, botol, ban bekas, dan barang-barang bekas lainnya) agar tidak menjadi sarang untuk berkembang biak. Selain itu, penyemprotan atau fogging dan memutuskan mata rantai pembiakan Aedes aegypti dengan abasitas, juga harus dilakukan. Dikarenakan jarak terbang nyamuk Aedes bisa mencapai 100 meter, maka luas penyemprotan dilakukan sejauh radius 100 meter dari lokasi pasien DBD.

Nah, serem banget kan teman-teman penyakit yang satu ini. Ayo sama-sama kita galakkan kegiatan 3M-Plus agar terhindar dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan sekaligus mencegah terserang DBD. Salam sehat buat Indonesiaku.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Demam_berdarah

Tulisan ini diikutkan ke dalam lomba menulis “Hari Kesehatan Sedunia 2014” yang diselenggarakan oleh Litbang Depkes (1 Maret – 10 April 2014).

3 comments:


  1. Hi,

    Lovely post! Your blog looks amazing! <3

    Check out my latest post :
    http://thatgirlfromcolombo.blogspot.com/2014/03/website-review-wwwaidentistcom_29.html

    would you like to follow each other on GFC & Bloglovin?

    Follow me & I'll follow you back.. x

    Love,
    ThatGirlFromColombo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hy there..
      Thank you, so does your blog <3

      I'm already following yours on Bloglovin. Just follow me back yaa, :)

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete