Kemiripan Elemen pada Hunter x Hunter dengan Literatur Lain


Bulan April lalu aku menulis blog tentang anime Hunter x Hunter yang baru selesai aku tonton. Anime ini mengusung cerita bertema fantasi dan petualangan. Boleh dibilang Hunter x Hunter cukup populer terutama di kalangan pecinta anime/manga meski sering pula hiatus dalam waktu lama.

Aku nonton versi remake (produksi tahun 2011). Ada tujuh pokok cerita (arc) yang dipecah menjadi 148 episode. Anime ini dimulai dari Gon yang meninggalkan pulau Paus untuk mengikuti ujian menjadi seorang Hunter. Dilanjutkan dengan deretan petualangan lain yang dialaminya dengan tujuan utama bertemu Ging Freecss (ayahnya yang juga seorang Hunter).

Meski Gon merupakan tokoh utama dari anime ini, fokus cerita tidak serta merta tentang Gon saja. Karakter lain (terutama teman-teman Gon) mendapatkan porsinya sendiri. Karakter-karakter tersebut tidak kalah menarik, baik dari segi kekuatan, penampilan hingga latar belakang.

Kemiripan Hunter x Hunter dengan karya lain

Saat menikmati sebuah karya (baik berupa buku, film, termasuk juga serial drama dan anime) adakalanya sebagian kisah ataupun karakter mengingatkanku dengan beberapa karya lain. Itu juga yang aku rasakan saat menikmati Hunter x Hunter.

Sebelum menulis blog ini, aku sempat menjelajah ke berbagai artikel lain di internet. Ternyata sangat sedikit kutemui yang mengaitkan Hunter x Hunter dengan karya lain. Sementara ketika menonton anime ini, secara tidak sengaja pikiranku mengaitkannya secara otomatis ke berbagai hal yang mirip dan lebih dulu kulihat pada karya milik pihak lain.

Jadi apa yang kuceritakan di sini merupakan opiniku saja. Sebuah kesan yang didapat ketika dan setelah menonton anime ini. Mana tahu Yoshihiro Togashi (pengarang Hunter x Hunter) memang terinspirasi dari beberapa karya berikut. #opinisaja :D

1| Kemiripan Kurapika dengan Hannibal Lecter

Belakangan ini aku baru menuntaskan dua buku terakhir dari serial Hannibal Lecter karya Thomas Harris. Buku-buku ini bergenre thriller & crime dengan Hannibal Lecter sebagai tokoh utama.

hannibal movie poster - pinterest

Hannibal adalah sosok villain yang menawan. Ia digambarkan sebagai seorang dokter yang jenius, memiliki citarasa tinggi, sekaligus pembunuh berantai yang sadis. Hannibal secara alami memiliki mata yang bisa berubah warna menjadi merah saat ia dalam kondisi emosional atau marah.

Nah, saat melihat Kurapika (teman Gon dalam anime Hunter x Hunter) aku teringat dengan karakter Hannibal. Kurapika memiliki karakter yang cerdas, serius dan berhati-hati sebelum melakukan sesuatu. Ini sekilas mirip dengan Hannibal Lecter.

Kurapika juga memiliki bola mata yang bisa berubah warna menjadi merah saat marah/emosi. Keunikan ini didapatnya secara alami sebab ia merupakan keturunan terakhir suku Kurta (Kurta Clan) yang memang terkenal dengan bola mata merah mereka. Hal ini membuat Kurapika semakin mirip dengan Lecter, ya, hihi.

kurapika's scarlet eyes

Kurapika sebenarnya memiliki masa kecil yang indah. Namun kemudian dirusak oleh kelompok pencuri Gen’ei Ryodan. Kelompok ini membantai habis sukunya dan mencuri bola mata mereka karena termasuk barang langka dan mahal di pasaran.

Alhasil tujuan hidup Kurapika pun berubah. Ia bertekad untuk balas dendam dengan membunuh seluruh anggota Gen’ei Ryodan sekaligus mengumpulkan kembali bola mata sukunya yang terserak.

Hal ini menurutku membuat Kurapika menjadi lebih mirip lagi dengan sosok Lecter. Dimana Lecter juga mempunyai masa lalu yang kelam dan tidak segan membunuh orang-orang yang telah membantai keluarganya.

Singkatnya, boleh jadi karakter Kurapika ini terinspirasi dari karakter Hannibal Lecter. Deretan kemiripan yang kuceritakan di atas (baik penampilan dan perilaku) menjadi penyebab otakku membentuk opini seperti itu, hehe.

2| Permainan Greed Island dengan Jumanji

Pernah dengar tentang Jumanji? Sebuah film dimana tokoh utama menemukan papan permainan (board game) unik dan tertarik untuk memainkannya. Saat dadu terlontar dan pion melangkah, mereka malah masuk ke dunia game. Di lain kesempatan, dunia game yang tertarik keluar.

Ada dua jilid film Jumanji yang pernah kutonton yaitu Jumanji (1995) dan Jumanji: The Next Level (2019). Diantara keduanya ternyata ada satu film lagi yaitu Jumanji: Welcome to the Jungle (2017).

jumanji (1995) movie poster - pinterest

Jumanji pertama (1995) rupanya merupakan adaptasi sebuah novel berjudul sama yang ditulis oleh Chris Van Allsburg, terbit pada 1981. Sementara Hunter x Hunter Greed Island muncul dalam bentuk manga pada September 2001. Bisa disimpulkan lebih duluan Jumanji versi buku dan film daripada Hunter x Hunter Greed Island.

Sebenarnya arc Greed Island ini lebih mirip dengan dua film Jumanji terakhir dimana pemainnya tersedot ke dalam video game alih-alih board game. Namun inspirasi tentang pemain yang bisa berpindah tempat atau sebuah permainan yang menjadi kenyataan, boleh jadi merupakan konsep dasar yang lebih dulu dimiliki dan dicetuskan oleh Jumanji.

greed island book - di dalam game greed island 

Satu keunggulan yang dimiliki Greed Island adalah ada penjelasan logis yang terhubung dengan alur cerita perihal mengapa pemain bisa berpindah tempat melalui perantara sebuah konsol dan permainan itu sendiri menjadi nyata. Rasanya aku tidak mendapatkan penjelasan tersebut di dua versi terakhir film Jumanji. Kalau versi novelnya, bisalah kita anggap papan permainan Jumanji tersebut mengandung sihir, haha.

Aku belum pernah baca sih novel Jumanji karya Chris van Allsburg. Malah, kalau bukan karena menulis blog ini, barangkali aku tidak akan pernah menyelidiki asal usul Jumanji. :D

Apakah memang benar arc Greed Island ini terinspirasi dari permainan Jumanji? Pastinya ketika menonton arc ini otakku otomatis menghubungkannya ke sana.

3| Nuansa Animal Farm di Chimera Ant Arc

Saat memasuki arc (pokok cerita) tentang Chimera Ant, aku jadi teringat akan nuansa Animal Farm karya George Orwell (terbit pertama kali tahun 1945). Aku belum pernah baca bukunya langsung. Namun pernah membaca sinopsis maupun ulasan yang beredar tentang Animal Farm. Sedikit banyak aku jadi merasakan kemiripan di antara keduanya.

Novel karya Orwell ini merupakan sebuah satir. berkisah tentang sekelompok hewan di peternakan yang mengadakan pemberontak terhadap manusia atau pemilik peternakan. Mereka berharap antara hewan dan manusia bisa hidup setara, sebuah kehidupan yang bebas dan bahagia.

Sementara itu, arc Chimera Ant berkisah tentang kelompok semut Chimera yang berkembang menjadi mirip manusia (berjalan diatas dua kaki dan bisa bicara). Pada tahap selanjutnya, semut-semut ini memiliki kekuatan unik bahkan mampu menguasai nen. Mereka mulai mengancam kehidupan manusia (membantai & memakan manusia).

meruem si raja semut chimera

Salah satu adegan Hunter x Hunter yang membuatku ingat dengan Animal Farm adalah saat Meruem (Raja para semut) mengucapkan kata-kata ini: "Utilize your puny brain and think hard. Did you ever lend an ear to cows or swine that begged for their lives?"

Terlepas dari benar atau tidaknya terinspirasi dari novel Animal Farm, pengarang Hunter x Hunter memiliki ide yang menarik. Togashi memilih untuk memutar balikan kehidupan serangga (secara tidak langsung jenis hewan lainnya juga) sehingga menjadi lebih kuat dan berbahaya serta mengancam kehidupan manusia.

Serangga mudah ditemui dimanapun. Kalau tidak salah populasi serangga di bumi sebenarnya lebih banyak dari manusia. Jika posisi serangga dan manusia berkebalikan, atau serangga memiliki kekuatan setara manusia, boleh jadi makhluk itu bisa menginvasi kehidupan di bumi, haha.

4| Nuansa 1001 malam antara Meruem dan Komugi

Masih dalam arc Chimera Ant, nuansa kisah 1001 malam muncul di benakku. Pada pertengahan arc ini, Meriem alias si Raja semut yang sangat kuat menduduki (katakanlah) sebuah istana negara bernama Gorteau.

Sembari menunggu waktu untuk memanen penduduk Gorteau, Meriem bermain permainan mirip catur yang disebut Gungi. Meriem bertanding dengan manusia yang ditawannya. Manusia tersebut akan dibunuhnya jika kalah.

Suatu kali giliran Komugi datang. Komugi ternyata sangat ahli dalam permainan catur ini karena ia merupakan juara nasional. Hidupnya digunakan untuk menang Gungi sehingga dapat membiayai hidup keluarganya.

Komugi ternyata dapat menahan Meriem. Mereka bermain Gungi tanpa kenal waktu. Komugi juga dapat berbincang dengan baik. Beberapa kali membuat Meriam takjub.

meruem dan komugi

Adegan tersebut membuatku teringat dengan kisah 1001 Malam. Raja Syahriar terkenal suka membunuh istri yang baru dinikahinya. Mengetahui hal tersebut Syahrazad mengajukan diri. Ia bersiasat dengan menceritakan rangkaian kisah-kisah menarik kepada Raja Syahriar setiap malam. Kisah yang diceritakannya selalu menarik sehingga sang Raja pun menunda membunuhnya bahkan hingga 1001 malam berlalu.

Syahrazad dan Komugi sama-sama terancam kehilangan nyawa mereka di tangan seorang raja. Mereka menggunakan siasat yang berbeda namun hasilnya serupa. Haha, tuh kan, bagaimana bisa aku menghindar dari cocoklogi ini?

Jadi apakah memang benar 1001 malam yang telah menginspirasi adegan Meruem dan Komugi? Entahlah. :D

5| (Bonus) Penampilan Rammot yang mirip dengan Joker

Menurut Wikipedia, Joker adalah karakter penjahat fiksi, musuh besar Batman yang dibuat oleh Bill Finger, Bob Kane, dan Jerry Robinson. Joker pertama kali muncul dalam debut komik Batman (25 April 1940), diterbitkan oleh DC Comics. Joker digambarkan sebagai dalang kejahatan. Diperkenalkan sebagai psikopat dengan rasa humor yang sadistik.

Kisah paling umum melibatkan dirinya jatuh dalam sebuah tak pembuangan kimia. Kulit Joker menjadi putih pucat, rambutnya menjadi hijau, dan bibirnya menjadi merah. Penampilannya ini sangat berkebalikan dengan Batman sehingga secara tidak langsung menjadikannya ikonik dan populer.

rammot dalam anime hunter x hunter

Nah, di dalam arc Chimera Ant, ada satu komandan semut bernama Rammot. Menurut Hunterpedia, Rammot ini merupakan campuran antara gen semut, manusia, kelinci dan shrike (sejenis burung). Dari sisi kepribadian, Rammot ini tergolong kejam dan sadis. Ia membunuh bukan hanya untuk makan, namun ia sangat senang melihat korbannya kesakitan.

Setelah kekuatan nen di dalam dirinya bangkit, aku baru menyadari kalau sosok Rammot ini sekilas mirip dengan Joker, terutama dari segi penampilannya. Bisa dilihat pada gambar di atas. Mirip gak? :D

Penutup

Ini salah satu postingan blog yang terniat banget, haha. Biasanya aku cerita tentang pengalaman pribadi yang tidak memerlukan cek sana sini. Khusus postingan kali ini, mau tidak mau aku melipir ke banyak situs sebagai referensi agar tidak asal menulis.

Singkatnya, apa yang kuceritakan di atas merupakan opini atau pendapat pribadi saja. Sebuah kesan yang didapat ketika dan setelah menikmati Hunter x Hunter. Beberapa adegan serta karakter dalam anime tersebut secara tanpa sadar mengingatkanku dengan beberapa literatur yang lebih dulu pernah kudengar, kubaca dan kutonton.

Terkait kebenarannya, aku tidak tahu. Bisa jadi benar, bisa juga tidak. Bagaimana menurut pembaca Pandoraque? Omong-omong, terima kasih ya telah membaca postingan yang lumayan panjang ini. :D

Comments

Popular posts from this blog

Tidaakk!!

Apa yang bisa dilakukan di Hago Farm

Pohon Sukun Meranggas