Hemat Energi Listrik demi Menyelamatkan Bumi


Listrik adalah satu bentuk energi yang tidak bisa jauh dari kehidupan masa kini. Energi listrik telah digunakan untuk menopang beragam aktivitas manusia, katakanlah dari bangun di pagi hari hingga kembali tidur di malam hari. Beragam pekerjaan rumah, tugas kantor, penggunaan gadget hingga urusan medis dan sebagainya sangat mengandalkan energi listrik. 

Pemanasan Global

Konsumsi energi listrik yang sangat besar tersebut sebenarnya memberikan dampak terhadap lingkungan terutama dalam kaitannya dengan pemanasan global. Konsumsi energi yang berlebih akan menyebabkan emisi karbon atau efek Gas Rumah Kaca yang besar dan terlepas ke udara.

Secara alami Gas Rumah Kaca penting karena bisa membuat bumi lebih hangat dan tidak membeku. Namun tidak ada yang baik dalam kata "terlalu". Jika Gas Rumah Kaca terlalu banyak dan bertambah dengan cepat di atmosfer bumi kita, itu bisa menyebabkan suhu bumi menjadi terlalu panas. 

pembangkit listrik | unsplash

Apa akibatnya jika bumi terlalu panas? Ada banyak sekali akibat buruk yang bisa terjadi. 
  • Mencairnya es (gletser) di kutub utara dan selatan, termasuk di pegunungan misalnya Alpen dan Himalaya
  • Naiknya permukaan air laut sehingga garis pantai bergeser dan penduduk di pesisir pantai harus mengungsi.
  • Terumbu karang banyak yang akan mati karena suhu air laut naik
  • Banyak spesies tanaman dan hewan yang akan punah
  • Terjadinya kebakaran hutan
  • Sumber air tawar bisa mengering
  • Krisis pangan karena kemarau lebih panjang daripada musim penghujan
  • Perubahan iklim sehingga beberapa daerah terkena gelombang panas dan sebagian bisa dilanda badai dan banjir.
  • Dan sebagainya

Earth Hour

Langkah penghematan energi harus segera dilakukan. World Wide Fund for Nature (WWF) membuat sebuah kegiatan penghematan energi yang dijalankan serentak di penjuru dunia. Kegiatan tersebut bernama Earth Hour. Dimulai pertama kali pada tahun 2007.

ilustrasi | unsplash

Kegiatan ini berupa pemadaman listrik selama satu jam dan dilaksanakan pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Setiap rumah tangga sebagai unit terkecil dalam masyarakat bisa ikut berpartisipasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa perubahan iklim itu nyata dan diperlukan tindakan serius untuk menghadapinya. 

Energi Listrik dan Peralatan Elektronik

Suatu kali aku pernah menonton tayangan dari TEDx Talks di Youtube. Narasumbernya adalah Dr. Aida Todri. Tayangan tersebut membahas tentang kaitan penggunaan peralatan elektronik dan konsumsi energi listrik.

Pengunaan internet meningkat di masa Covid-19 dan arus pertukaran data semakin sering terjadi. Jumlah konsumsi energi listrik pun diperkiraan meningkat terlebih nanti saat dunia memasuki fase 5G dimana arus komunikasi terjadi tidak hanya dari satu individu ke lainnya melainkan juga dari mesin ke mesin. 

Hingga tahun 2030 nanti diperkirakan akan terjadi kenaikan emisi karbon yang berasal dari konsumsi listrik. Jadi penyumbang polusi tertinggi tidak lagi berasal dari penggunaan mobil ataupun pesawat melainkan dari peralatan elektronik yang digunakan. 

Lebih lanjut, para ilmuwan sedang merancang material pembentuk peralatan elektronik yang lebih baik. Material tersebut akan menggunakan energi listrik lebih sedikit namun lebih efisien.

dokumen pribadi

Ilmuwan dapat melakukan hal seperti itu. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Tayangan tersebut membuatku merasa tergerak untuk lebih sadar/peduli dalam hal konsumsi listrik. Sembari menunggu Earth Hour setiap tahunnya, kita bisa ikut berkontribusi dalam hal ini. 

Beberapa hal yang boleh jadi kerap terlupakan (berdasarkan pengalaman pribadi) misalnya mematikan lampu teras dan lampu di ruangan yang terkena banyak cahaya matahari hingga pernah lampu itu hidup seharian. Kadang lupa untuk mematikan stop kontak colokan listrik saat sedang tidak digunakan. Hal-hal tersebut harus diubah. Meskipun itu hal kecil namun memiliki dampak terhadap peningkatan konsumsi energi listrik.

Tambahan saran dari Dr. Aida, ada baiknya untuk memperpanjang masa guna alat elektronik yang dimiliki. Begitu pula untuk benar-benar mematikan komputer saat sedang tidak digunakan (tidak dibiarkan dalam mode sleep misalnya untuk waktu yang lama).

Penghematan energi perlu segera dilakukan. Hal ini dapat menyelamatkan bumi dan menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi ini. Yakinlah setiap kontribusi sekecil apapun terhadap suatu hal akan memberikan efek terhadap hal lainnya. Kalau bukan kita, siapa lagi? Selamat menjaga bumi, kawan-kawan.

Submitted to:
One Day One Post 2021 - Indonesian Content Creator (617 kata)

Comments

  1. Ya semoga saja penghematan energi segera di lakukan aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul dan lagi belajar nih menerapkannya dari diri sendiri. :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tidaakk!!

Apa yang bisa dilakukan di Hago Farm

Pohon Sukun Meranggas