Monday, 9 January 2017

[Moment] Mancing Yuk…!!

Hai Fellas, sudah jarang memang aku menulis postingan untuk blog ini. Aku juga sudah jarang me-makeover-nya. Blog ini cukup terbengkalai. Apalagi di tahun 2016 lalu. Ada sesuatu yang harus kukerjakan dan manajemen waktuku kurang bagus sehingga beginilah jadinya. Meski demikian, 2016 termasuk tahun yang berkesan untukku. Ada banyak hal yang terjadi dan ada banyak pengalaman yang baru aku coba di tahun itu. Salah satunya memancing.

Banyak hal yang dibilang orang tentang memancing. Ada berfilosofi seperti ini:
 
gambar diambil dari sini

Ada pula yang berpikir bahwa memancing adalah kegiatan yang membosankan. Duduk, diam, menunggu umpan dimakan ikan. Sudah dimakan pun kadang ikannya tidak dapat karena terlepaslah atau ikannya cukup hebat untuk tidak tersangkut di kail pancingan. Atau mungkin ada juga yang bilang kalau memancing itu tindakan yang kejam. Umpan yang dipasang, sudah menyakiti satu makhluk hidup. Ikan yang tersangkut kail, sudah menyakiti juga. Weew…


Jika ditanyakan ke aku, jujur aku suka memancing. Meski aku belum bisa memasang kailnya atau menyimpul senarnya, bahkan memasang umpannya aku belum bisa. Haha, namun aku suka. Menebar kailnya lalu menunggu pelampung bergerak tanda dimakan ikan hingga menyentak kail tersebut untuk mengangkat ikannya dari air. Haha, aku senang pokoknya kalau dapat ikan meski ikannya kecil. Kalau belum dapat, ya, coba lagi. Tidak masalah. Apalagi kalau memancingnya bareng teman-teman. Tambah seru. Mantap. Haha.

Ide buat mancing datang dari temanku bernama Darus. Dia memang hobi mancing dan pintar menyimpul senar, hingga menyiapkan pancingan dari bambu. Selain Darus, ada Ez, Mbak Tiwi dan kadang Derly ikutan mancing. Kami memancing se-simpel mungkin. Diantara kami cuma Darus yang mempunyai pancingan. Haha, yang tidak punya ini, ya, memakai bambu yang kami ambil di pinggir jalan menuju tempat mancing.

Oh ya, kami tidak pergi ke kolam pemancingan. Kami mancing di alam liar, di Desa Pudak yang memang dijadikan tempat memancing gratis oleh banyak orang. Tempatnya seperti rawa. Ada semak namun di tepinya ada air yang mengalir. Ikan yang hidup di dalamnya juga beragam. aku tidak tahu persis bahasa Indonesianya, namun di sini kami menyebutnya ikan gabus, ikan betok, ikan saluang, dll. Umpan yang kami pakai adalah jangkrik. Beli 5.000 rupiah sudah cukup untuk mancing seharian.

Jarak Desa Pudak dan rumahku tidak terlalu jauh. Kira-kira setengah jam perjalanan dengan motor. Tapi cukup jauh untuk Ez, Darus dkk yang rumahnya dari rumahku saja berjarak sekitar 20 km atau 45 menit menggunakan motor. Semangat mancinglah yang menyertai perjalan mereka, haha.

Yap, sepertinya memancing jadi kegiatan baru yang menyenangkan. Lumayan untuk alternative menghabiskan weekend. Biasa ke bioskop atau karoke, sekarang bisa diajak mancing. Sejauh ini belum pernah mencoba mancing ke kolam pemancingan. Namun aku pikir lebih enak mancing di alam bebas. Kemungkinan untuk mendapat ikannya lebih kecil namun di situlah letak tantangannya. Atau nantilah kalau aku sudah coba mancing di kolam, baru bisa kubandingkan dengan lebih pas. Mana tahu di kolam pemancingannya ada challenge atau tantangannya. Tapi, ya, semoga juga bayarnya tidak terlalu mahal.

Bagaimana dengan kalian Fellas? Suka mancing atau hal baru apa yang baru kalian coba? :D

No comments:

Post a Comment