Wednesday, 8 July 2015

Pop Mie Kari Keju

Sudah lama tidak menulis review tentang product yang kugunakan ataupun produk yang pernah kucoba. Ya, sih, umumnya aku menulis tentang makanan atau jajanan instan dengan merk tertentu. Haha, aku memang suka mencoba makanan baru, sejauh aku tidak bermasalah dengan bahan dasarnya.

Beberapa minggu terakhir, ada satu produk baru keluaran dari Indofood. Produk tersebut berupa pop mie atau mie dalam kemasan cup/gelas. Sebenarnya aku tidak terlalu menggemari mie cup. Bukan karena rasa, tetapi karena menunggu penyajiannya yang agak sesuatu. Yea, harus ekstra sabar memakannya karena cup/gelasnya membuat panas atau temperature mie di dalamnya terjaga. Aku tidak terlalu suka makan mie panas-panas. Berasa memakan asap, hehe. Aku harus menunggu hingga suhunya hangat atau suam-suam kuku.

Namun, apapun alasannya, aku makan mie cup lagi. Dan aku cukup penasaran dengan varian baru yang Indomie tawarkan. Ditambah pula varian yang ini belum diproduksi dalam bentuk kemasan lainnya, hanya dalam bentuk cup. So, varian rasa apakah? Tada… kari keju dan kari susu. Gokil.

gambar diambil dari sini

Benar-benar tidak bisa terbayang, makan mie, rasa kari, pakai susu pula. Haha, oleh karenanya aku memilih untuk mencoba varian kari keju dulu. Iya, pernah sekali aku mencoba Internet Keju. Itu, lho, Indomie yang dimasak pakai telur lalu ditambahkan kornet plus keju. Dan aku juga pecinta keju, so menurutku varian ini layak untuk dicoba pertama kali.

Sebenarnya agak bingung memilih waktu untuk menikmati Pop Mie Kari Keju ini karena kebetulan sedang bertepatan dengan Ramadhan. Sehabis buka atau sesudah tarawih, aku masih merasa kenyang dan Alhamdulillah masih ada banyak makanan lain yang terhidang. Sedangkan aku tidak bisa makan sahur tanpa nasi atau hanya makan mie saja. Bukan takut tidak telap puasanya, melainkan bisa membuatku terserang masuk angin. Entahlah, mungkin begitulah sistem pencernaanku bekerja.

So, kapan donk aku mencoba mie varian baru ini?
Sudah kucoba beberapa malam yang lalu. :D

Aku membuka kemasannya dan mengikuti instruksi yang dituliskan di permukaan cup bagian luar. Namun ada sedikit, umm, katakanlah improvisasi yang kubuat. Oke, kita lanjutkan. Bagian atas kemasan Pop Mie hanya kubuka sebagian. Sembari membuka dan mengeluarkan bumbu dan minyak serta sebuah bungkusan lain termasuk garpu dari dalam cup, aku menjerang air panas di kompor. Ketika air sudah siap, kusiramkan ke mie di dalam cup tersebut dan kubiarkan hingga kurang lebih 2 menit. Aku menunggu hingga mie mengembang.

Jadi, aku tidak menggunakan air yang sama. Setelah mie mengembang, kubuang airnya lalu baru mencampurkan bumbu, minyak, berikut (semacam) keju kering dengan mie (pop chiz). Setelahnya baru kusiramkan lagi air panas yang kujerang tadi, secukupnya, sesuai selera.

Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku tidak suka memakan mie dalam keadaan panas atau dengan uap yang masing mengepul. Lidahku akan kebas untuk merasai mie tersebut. Sehingganya aku menunggu lagi beberapa saat. Walaupun airnya sudah kujerang dari tadi, namun cup dari mie tersebut merupakan penahan panas yang baik. Aku masih harus menunggu. Yea, bahkan mie instan pun butuh proses dan tidak bisa dengan begitu “instan” untuk kita nikmati.

Slurp…!!
Haha, anggap saja itu bunyi ketika mulutku pertama kali mencicipi rasa Pop Mie Kari Keju ini. Aroma yang menguar tidak terlalu kentara perbedaannya dengan mie rasa Kari biasa. Namun setelah mencicipinya, sluurpp… lezat!

Mie rasa Kari ini cukup cocok diberi bumbu tambahan atau ditambahi keju. Rasanya menyatu dan membuatnya semakin gurih. Yea, seperti yang kubilang sebelumnya, aku penyuka keju. Mungkin karena itu pula rasa mie ini cocok di lidahku. Namun secara umum, sepertinya Pop Mie rasa Kari Keju ini layak untuk dicoba. Jika Mie Sedap Cup mempunyai andalan Rasa Bakso, Pop Mie Kari Keju ini bisa jadi tandingannya. Baru kali ini Pop Mie terasa aman di lidahku.

Mungkin satu hal yang tidak kusukai dari varian ini ialah salah satu bahan tambahan selain sayuran kering. Aku tidak tahu bagaimana menyebutnya. Semacam kerupuk kering yang terasa hambar. Haduh, mungkin kalian bisa langsung mengerti jika aku langsung menunjukkannya. Sayang sekali aku tidak sempat memotretnya. Yea, sudahlah, ya. Dan yea, memang setiap orang memiliki pendapat yang berbeda-beda. Namun aku tertarik dengan produk ini dan mungkin lain waktu akan membelinya lagi, hehe. Bagaimana dengan kamu? :)

4 comments: