Thursday, 30 July 2015

Momen Lebaran

Gema takbir 1 Syawal mungkin sudah tidak lagi terdengar saat aku menuliskan postingan ini. Namun semoga semangat untuk meraih kemenangan berikut perbaikan diri akan terus berlanjut dan terus terdengar gaungnya terutama dari dalam diri kita masing-masing.

Yea, walaupun Ramadhan, Idul Fitri dan kemeriahannya sudah berlalu, aku masih bisa mengingat beberapa momen yang berkesan selama hari lebaran tersebut. Terutama momen berkumpul bersama orang-orang yang kusayangi. Baiklah semua akan kuceritakan di postingan ini.

Di hari pertama lebaran, sesuai dengan kebiasaan di keluargaku, seusai salat Id, kami semua berkumpul pertama kali di rumah si Mbah. Naum sebelum ke rumah Mbah, tentu aku saling bermaafan dulu dengan keluargaku di rumah terutama kedua orangtua dan juga ke adikku, Naning, eh, Rani, maksudnya, hehe. Baru setelah itu, dikomandoi oleh Bapak, haha, beranjak ke rumah Mbah.


Di rumah Mbah, kami sungkeman dan saling bersalaman serta saling memohon maaf atas khilaf ataupun salah di tahun-tahun yang telah berlalu. Alhamdulillah, rumah Mbah masih ramai yang berkumpul. Adam, sepupuku yang bekerja di Pare-pare juga ikut pulang ke Jambi. Mbak Ninik beserta suami dan anak-anaknya yang kini tinggal di daerah Bangko juga ikut berlebaran di Jambi. Yea, ramai sekali. 
Kumpul bareng keluarga besar di rumah si Mbah

Baiklah, lanjut setelah dari rumah si Mbah, kami beramai-ramai berkeliling. Mendatangi dan bersalaman dengan tetangga dan keluarga di sekitaran rumah. Acara tersebut berlangsung hingga menjelang sholat Jumat. Yea, lebaran kali ini sama seperti lebaran tahun sebelumnya yang juga jatuh di hari Jumat. Barakallah…

Oke, lanjut kita ke hari kedua Idul Fitri. Lagi-lagi sesuai tradisi, kami sekeluarga besar berkumpul dan bersiap untuk pergi ke daerah Payolebar (kurang lebih 20 menit dari Kasang). Di sana kami akan berkeliling hingga ke daerang Simpang Pulai. Ada banyak rumah saudara dan keluarga dari si Mbah. Adik dan kakak si Mbah, berikut anak-anaknya atau dalam artian sepupunya para orangtua kami tinggal di daerah tersebut. Kami berangkat sekitar jam 9 pagi. Acara keliling ini makan waktu cukup lama, sekitar 3-4 jam. Hal ini dikarenakan ada banyak rumah yang harus dikunjungi. Nah, sebelum berangkat dan selama di sana, aku sempat berfoto bersama para sepupuku, haha.
Sebelum berangkat ke Payo Lebar

Ketika di Payo Lebar, haha

Lebaran hari ketiga jatuh di hari Minggu. Ini berarti Bapak dapat tambahan satu hari untuk libur. Iya, biasanya di hari lebaran ketiga ini Bapak sudah harus kembali bekerja. Nah, biasanya di hari ini, orang-orang dari Payo Lebar yang kembali mengunjungi rumah si Mbah dan anak-anaknya, termasuk rumahku. Dan kali ini, mereka sampai ke sini sekitar jam 10 atau setengah 11. Haha, sama seperti kami kemarin, mereka datang serombongan (membawa 3 mobil). Yaiyy, such a big family.

Nah, malamnya baru aku dan para sepupu perempuanku jalan bareng. Sebenarnya rencananya sudah sejak lebaran hari kedua kemarin, hanya saja baru terlaksana di malam lebaran hari ketiga ini. Kami pergi ke Festival Lampion Shuzo. Iya, kebetulan sedang ada festival lampion di kota Jambi ini. Karena semua yang pergi itu cewek, maka diputuskan untuk menggunakan mobil. Semua di drop dalam satu mobil dan Bagas (sepupuku juga) yang mengantar dan menjemput kami. terimakasih, Bagas.

Malam itu pengunjung festival tidak terlalu ramai. Kami cukup leluasa untuk berkeliling, berfoto-foto dan ikut bermain di arena permainan yang tersedia. Lampionnya lumayan banyak. Haha, hampir lupa, setelah sampai di sana, tiba-tiba Ranu, sepupuku yang lainnya ikut datang. Dia masih SMA dan pergi ke sana pakai motor. Jadi total aku mengunjungi festival lampion tersebut bersama Rani dan 9 orang sepupu lainnya. Tada… ini dia beberapa foto ketika kami di sana, haha. 
Beramai-ramai ke Festival Lampion

Haha, pardon the photo quality

Haha, kenapa ini cerita jadi per hari begini ya? Haha, sudemlah, kita lanjut saja ke hari berikutnya, lebaran hari keempat. Kali ini aku diajak sama Ez dan Clebubb untuk lebaranan. Rencananya kumpul bareng di rumah Dadang namun akhirnya berubah di rumah Bimbi. Dari situ kami akan mulai safari ke rumah-rumah teman yang lain. Sayangnya lebaran kali ini minus Dewi dan Fandy. Dewi lebaranan di Jakarta sementara Fandy mendapat musibah, kecelakaan dan tangannya patah. Miss you, Dewi. Dan cepat sembuh buat Fandy. Insha Allah lain waktu kita kumpul-kumpul lagi, aamiin.

Oke, balik ke cerita tadi. Dari rumah Bimbi diputuskan untuk lanjut ke rumah Dadang. Nah, di sini kami dijamu habis-habisan, haha. ada banyak minuman plus makanan termasuk mpek-mpek yang super banyak di suguhi oleh Ibu Gadis, Ibunya Dadang. Terimakasih, Ibu. Perut kami semua kenyang. Efek sampingnya, kami sampai jam setengah empat di rumah Dadang, gila! Haha, sehabis Ashar baru lanjut lagi ke rumah Bella, yang kebetulan berdekatan dengan rumah Dadang.
di rumah Bella

say Peace..

Nah, di rumah Bella inilah kami sempat berfoto-foto lucu #apasih #lol. Bella memutuskan untuk ikut bersama kami jalan-jalan lebaran. Oleh karenanya, sekitar jam lima sore lewat sedikit kami lanjut ke rumah Imron di daerah Telanai. Di sana, Bapak Imron menyambut kami dan dia bercerita kalau Imron, Alhamdulillah, keterima sebagai PNS di Mahkamah Agung tahun ini. Dan Alhamdulillah, penempatannya di daerah Tungkal, Jambi. Ya, jaraknya sekitar 3 jam dari kota Jambi. Haha, Imron sempat merasa tidak enak hati ketika si Bapak menceritakan hal itu kepada kami karena, ya, kami juga sudah tahu. Namun aku bisa melihat gurat kebanggaan di diri sang Bapak. Imron sudah membuatnya bangga. Hmm, yea, it’s okay, Iim. That’s a Father thing. We proud of you too. :):)

Dari rumah Iim, kami sempat sedikit merasa dilemma. Mau ke rumah Fandy atau terus ke Kasang, ke rumahku. Jika ke rumah Fandy, tentu saja mungkin tidak akan mampir ke rumahku. Ini karena rumah Fandy biasa jadi base camp kami dan biasanya juga lama kalau nongkrong di sana, hahaha. Namun aku, Bella serta Eva memang belum berlebaran ke sana. Selain itu kami juga belum menjenguk Fandy karena kecelakaan tersebut. Akhirnya, menurutku tidak masalah jika tidak mampir ke rumahku. Kami pun bergerak ke rumah Fandy.

Sesampai di sana, kami bertemu dengan Ferry dan Fajri. Mereka memang sahabat dekat Fandy sejak mereka sama-sama bersekolah di SMP 7. Namun ketika kami sampai di sana, Ferry dan Fajri memutuskan untuk keluar untuk berlebaran ke rumah teman yang lainnya. Mereka sempat kembali ke rumah Fandy, namun tidak lama setelah itu mereka keluar lagi. Haha, memang bakal lama di rumah Fandy. Ibu Lina, ibunya Fandy menawari makan. Alhasil kami pun memesan KFC delivery. Kami sempat menunggu hampir sejam hingga delivery-nya datang. Anyway, terimakasih Fandy dan keluarga buat makan-makannya. Yummy… :D

Huwwaa, hari itu memang jadi hari terpadat selama lebaran #halah. Dan kupikir lebaran hari keenam atau tanggal 6 Syawal adalah penutup rangkaian lebaran tahun ini, ternyata belum. Eh, memang ada acara apa tanggal 6 Syawal alias hari Rabu tersebut? Yaiy, kumpul bareng Rizqa dan Aulia. Cukup dadakan saat pagi sekitar jam 10, Aulia bertanya soal nobar (nonton bareng). Setelah chit chat, bareng Rizqa juga, sepakat hari itu juga pergi nontonnya. Disepakati kami ketemuan di WTC. Sebelumnya aku jemput Rizqa dn pergi bareng ke WTC. 
Mari kita makaan.. :D

Haha, tidak banyak yang berubah dari mereka berdua. Aulia hanya tambah tinggi dan Rizqa telah berhijab. Mereka masih teman-temanku yang baik. Haha, kami mengobrol apa saja, mulai dari masa sekolah dulu hingga tentang pekerjaan. Kami dapat tiket menonton Comic 8 jam setengah lima. Alhamdulillah masih dapat bangku di barisan D. Sebelum film dimulai, kami makan-makan dulu. Haha, terimakasih Rizqa buat traktirannya. *kecup manis* :D

Film selesai sekitar jam setengah tujuh. Aul masih ada sesuatu yang mau dicari, namun aku dan Rizqa berencana untuk pulang. Iya, hari sudah beranjak malam dan aku masih harus mengantar Rizqa ke rumahnya. Kami berpisah di WTC. Aul akan berangkat kembali ke Aceh di hari Minggu nanti. Dan aku sempat mampir sebentar di rumah Rizqa sambil lanjut mengobrol ini dan itu. :D

Ya, ya, ya, seperti yang kubilang sebelumnya, ternyata acara lebaranan belum berakhir di hari itu. Pak Bambang beserta Ibu (orangtua Nessa dan Ara, anak privatku) mengundangku untuk menghadiri Open House di rumah mereka. Acara tersebut di hari Sabtu atau tanggal 9 Syawal. Pak Bambang menyampaikan undangan tersebut lewat Ez. Iya, Pak Bambang emmang atasan di tempat Ez kini bekerja. Selain itu Ara juga sudah mengirim pesan lewat BBM tentang hal tersebut.

Acara Open House dimulai sekitar jam makan siang atau sehabis Zuhur. Namun aku telah bersiap sebelum itu. Sejak jam 9 pagi aku sudah bangun dan berpakaian lalu sekitar jam setengah 10, keluar rumah. Ez datang menjemput dan aku berlebaran dulu ke rumah orangtua Ez a.k.a Ibu Nur di Sei. Duren. Nah, baru dari situ kami akan lanjut ke rumah Pak Bambang.

Saat sampai, sudah banyak undangan yang datang. Setelah menyalami tuan rumah (haha, jadi formal begini ceritanya :D) aku pun dipersilakan untuk makan. Undangan pun beragam. Mulai dari para keluarga tuan rumah, dosen (teman Pak Bambang), staff CRC, pun hingga mahasiswa dan teman-teman Nessa ikut datang menghadiri acara Open House ini.

Cukup lama berada di rumah Pak Bambang. Sehabis dari sana, Ez, dan dua orang temannya (Darus dan Oji) sempat mampir sebentar ke rumahku. Kami sempat mengobrol tentang beberapa hal. Dan hari itu sepertinya jadi penutup rangkaian lebaranan tahun ini. Terimakasih Ibu Nur untuk suguhan kuenya. Dan terimakasih juga Pak Bambang buat Open House-nya. Alhamdulillah, kenyang dan senang, haha.

Yea, begitulah kira-kira moment menyenangkan yang kulalui selama Idul Fitri tahun ini. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan berkumpul dan berbagi waktu bersama mereka. Mudah-mudahan kelak tahun depan masih diberi kesempatan yang sama. dan mudah-mudahan pula kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Aamiin. Happy Eid Mubarak, fellas. :):)

No comments:

Post a Comment