Thursday, 30 July 2015

Book Review July 2015

Holla, bagaimana kabar kalian semua?
Gak terasa, ya, bulan July sudah hampir mau berlalu. Apalagi Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri. Namun Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk mengecap Ramadhan pun insha Allah meraih kemenangan di bulan Syawal ini. Aamiin.

Okay, mungkin di blog ini, aku tidak akan mengepost review/resensi buku secara penuh lagi. Namun tenang saja, aku akan menampilkan review singkatnya dalam sebuah post seperti ini dan insha Allah akan di-post di setiap akhir bulan. Hal ini aku lakukan karena aku akan lebih focus untuk mengepost review buku di blog bukuku yang bernama BukuLova. So, jika kalian tertarik untuk membaca penuh review buku yang kutulis tersebut, langsung saja klik link yang kusediakan, ya. Haha, jika mau follow blog bukunya sekalian juga gak masalah. :D

Untuk bulan July ini, aku membaca dan mereview dua buku. Haha, masih sedikit sekali, ya? Tapi jadilah. Mudah-mudahan bulan depan bisa lebih banyak lagi buku yang kubaca dan tentunya ku-review, yaiyy. Kedua buku yang kubaca tersebut adalah buku fiksi karangan penulis luar dan penulis lokal. Buku pertama berjudul The Rossetti Letter atau yang dalam bahasa Indonesia berarti Surat Rossetti. Buku ini karangan Christi Phillips. Sementara buku kedua berjudul Travel in Love karangan anak bangsa bernama Diego Christian. Berikut sekilas mengenai kedua buku tersebut. Enjoy it! :D



-------------------------------------------------------------


"Pikiranku bukan milik siapa pun kecuali milikku sendiri." – Alessandra Rossetti

Judul: The Rossetti Letter (Surat Rossetti)
Pengarang: Christi Phillips
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: November, 2010
Tebal buku: 528 halaman
ISBN: 978-979-22-6265-0

Claire Donovan adalah seorang mahasiswi S2 yang sedang berusaha menyelesaikan disertasinya. Claire melakukan penelitian mengenai Konspirasi Spanyol di Venesia pada sekitar tahun 1600an. Nah, yang jadi masalah, ada pula Andrew Kent, seorang penulis buku serta pakar sejarah dari Universitas terkemuka di dunia. Andrew juga membahas tentang Konspirasi Spanyol. Hal tersebut mampu menghancurkan disertasi yang telah Claire kerjakan selama dua tahun.

Andrew bukan lawan sembarangan. Dia akan memberikan ceramah di sebuah konferensi tahunan di Venesia. Claire sendiri pun butuh untuk pergi ke Venesia. Selain untuk menyelesaikan disertasinya, dia juga ingin membujuk Andrew agar menunda menerbitkan bukunya, setidaknya sampai Claire menyelesaikan dan menerbitkan disertasinya. Masalah pun semakin rumit saat mereka berdua mempunyai hipotesa yang berbeda mengenai peran Rosetti saat Konspirasi Spanyol.

Di lain pihak, Alessandra Rosetti adalah seorang Cortigiana Ornesta yang berarti "pelacur terhormat" di Venesia masa lampau. Awalnya Alessandra adalah wanita baik-baik. Namun dia mengalami kesulitan semenjak Ayah dan kakak laki-lakinya hilang dilaut. Karena tuntutan ekonomi dan bujuk rayu La Celestia, pelacur paling terkenal dan tercantik seantero Venesia kala itu, dia pun memutuskan untuk menjadi Cortigana Ornesta. Meski begitu, Alessandra adalah wanita yang, selain cantik, dia juga cerdas, menginginkan kebebasan, dan berpendirian kuat.

Alessandra mendapat julukan La Sirena. Dari sini lah dia berkenalan dengan Marquis Bedmar, duta besar Spanyol yang mempunyai niat jahat terhadap Venesia. Alessandra telah menulis surat pengaduan rahasia mengenai Konspirasi Spanyol dan membocorkan siapa saja penghianat dan tentara bayaran yang menyebar di Venesia.

-------------------------------------------------------------


“Paras tahu bahwa rindu yang diredam lama-lama akan meremukkan hati.”

Judul: Travel in Love
Pengarang: Diego Christian
Penerbit: Noura Books
Tahun terbit: April, 2013
Tebal buku: 324 halaman
ISBN: 978-602-7816-42-8

Novel ini bercerita tentang seorang mahasiswi bernama Paras yang ingin melakukan perjalanan dari Jakarta hingga Lombok, ala Backpacker dalam waktu 30 hari. Paras akan pergi bersama Jatayu, sahabatnya. Mereka melakukan perjalanan ini dengan tujuan ingin "move on" dari masa lalu mereka. Kukira ada kisah apa di masa lalu mereka, rupanya karena ingin melupakan pasangan mereka masing-masing, hehe.

Jatayu ditinggal pergi oleh Kelana. Mereka berdua dulu adalah pasangan yang kompak dan sama-sama anak Mapala di kampusnya. Kelana menghirup terlalu banyak asap belerang saat mendaki Semeru. Ini menimbulkan luka yang besar di hati Jatayu. Dia berharap perjalanan bersama Paras ini mampu mengobati luka dan kesedihan di hatinya tersebut.

Demikian halnya dengan Paras. Kelana yang memiliki saudara kembar bernama Kanta yang telah menggalaukan hati Paras. Kanta telah memberikan harapan kepada Paras dimana ketika Paras telah jatuh hati, Kanta malah menjaga jarak dan menarik diri. Untuk itulah Paras memutuskan untuk menyegarkan kembali pikiran dan hatinya dengan melakukan perjalanan ini.

-------------------------------------------------------------

Okay, fellas! Itulah sekilas mengenai review buku yang kubaca di bulan ini. Ayo main ke BukuLova untuk membaca full review-nya, yah. Selamat membaca! :D

No comments:

Post a Comment