Sunday, 10 May 2015

Jembatan Pedestrian Titian Arasy

Jika kalian ingat dan pernah baca, setahun yang lalu aku pernah menulis tentang Menara Gentala Arasy. Menara tersebut merupakan salah satu ikon baru untuk Jambi. Sedikit kilas balik, menara tersebut di bangun di Seberang Kota Jambi, di tepi Sungai BatangHari. Menara yang tingginya sekitar 80 meter tersebut dicat dengan warna hijau tua dan dominan krem (hehe sepenglihatanku, ya).


Menara Gentala Arasy

Well, menara ini terhubung dengan sebuah jembatan pedestrian, yang kala itu masih dalam proses pembangunan. So, ada dua cara jika kamu ingin ke menara ini. Pertama dengan melewati jembatan Aurduri, masuk dari arah Seberang Kota. Namun kali ini, sudah terbuka jalan kedua yang lebih singkat dan yea memang seharusnya begitu. Yup, lewati jembatan pedestrian Titian Arasy.

Jembatan ini lah yang kira-kira seminggu lalu kukunjungi bersama Ez. Jembatan ini telah diresmikan dan dibuka untuk umum oleh Bapak Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus pada sekitar awal April 2015 yang lalu. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 503 meter dengan lebar sekitar 4,5 meter. Jembatan yang menghubungkan Seberang Kota dengan Kota Jambi memang dibuat khusus untuk pedestrian atau pejalan kaki. Sehingga kita tidak bisa membawa kendaraan bermotor melewati jembatan ini. Haha, lumayan juga untuk olahraga kaki alias jogging di pagi hari atau sekedar jalan-jalan sore bersama pasangan atau keluarga.

Jembatan Titian Arasy

Desain jembatan ini tidaklah lurus, melainkan sedikit berbelok menyerupai huruf S. Kira-kira di bagian tengah jembatan ada dua buah tiang yang tinggi menjulang. Di tiang tersebut terdapat beberapa kawat yang menyebar melingkupi jembatan. Sehingga dari jauh, kalau menurut imajinasiku sih, melihat jembatan ini seperti sebuah kapal yang mempunyai dua layar sedang menyebrangi sungai BatangHari. 

Salah satu tiang jembatan pedestrian Jembatan Arasy

Adapun di kiri-kanan jembatan ada pagar setinggi mungkin dua meter. Pagar ini mengkilat, mungkin terbuat dari stainless steel dan berfungsi sebagai pelindung para pedestrian yang melintas. Para pedestrian juga bisa bersandar di pagar ini sambil menikmati sungai BatangHari dan kapal-kapal yang melintas di bawahnya. Ketika aku berkunjung ke sana, banyak pula pengunjung yang mengambil foto kenang-kenangan sembari berdiri di dekat pagar tersebut. Yea, dengan pose mereka masing-masing lah, ya. Haha, termasuk aku pun sempat mengambil foto di situ. :D

Jika kamu telah berjalan melintasi 3/4 bagian dari panjang jembatan tersebut dan kamu berjalan dari Kota Jambi (dikenal juga dengan sebutan Ancol) menuju menara di Seberang Kota, maka kamu sudah bisa melihat Menara Gentala Arasy menjulang lebih kokoh dan besar. Yea, memang dari tepi Ancol kita sudah bisa melihat Menara tersebut, namun view yang kamu dapat dari atas jembatan lebih indah dan lebih keren. Aku sempat mengabadikan beberapa view dari atas jembatan ini.

Potret Menara diambil dari atas jembatan

Pemandangan langit sore dari atas jembatan

Well, yea, ketika sampai di Menara atau penghujung jembatan, sudah ada banyak pengunjung lainnya yang memadati kawasan menara. Ada beberapa hal yang tampak berbeda dari yang kulihat di kunjunganku sebelumnya. Semisal ada tenda-tenda putih serupa payung di halaman kanan menara. Kemudian ada pula relief Naskah 1000 Raja menghiasi dinding kiri kawasan menara tersebut. Pun museum yang terletak di lantai bawah menara sudah dibuka untuk umum. Sayang, aku belum bisa masuk ke dalam karena saat aku ke sana bertepatan dengan hari libur nasional. Umumnya di hari biasa (Senin-Jumat) museum ini buka dari pagi hingga pukul setengah enam sore.

Beberpa tenda di sebelah kanan kawasan Menara

Relief Naskah 1000 Raja di dinding kiri kawasan Menara

Haha yea cukup seru menghabiskan waktu melintasi jembatan ini walaupun tiang di tengah jembatan masih perlu dicat dan walaupun ada banyak pedagang kaki lima menjajakan air mineral botol dan teh Poci. Mungkin ke depannya jembatan dan menara ini bisa dirampungkan dan tentunya dirawat dengan sebagaimana mestinya. Dengar-dengar ada pula lift yang bisa membawa pengunjung ke bagian puncak menara. Namun, haha yea lihat saja nanti. Aku juga tertarik untuk mencoba. :D

Okelah, aku mau menutup post ini. Mungkin review post ini kurang lengkap dan terlalu singkat, namun this place is nice to visit. Oh yea, main-main ke instagram-ku ya untuk melihat beberapa post mengenai tempat-tempat yang pernah kukunjungi. Haha, baru sedikit, sih post-nya. Tapi nanti bakal aku perbanyak, insha Allah. Just klik this: rizkimadfia_lenstory. Atau langsung saja type: rizkimadfia_lenstory di akun Instagram-mu. Okay, enjoy your day, fellas. :D

No comments:

Post a Comment