Saturday, 14 February 2015

Catatan Malam Hari

Suatu malam di bulan Pebruari,
saat hujan masih mengguyur semenjak pagi hingga kini.
Meski gerimis adalah bagian hujan yang tersisa,
dan udara dingin masih lekat menyertai.
Aku menuliskan hal ini..

Gambar di ambil di sini

-----------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------

Mungkin kamu pernah mendengar kalimat ini: Bekerja itu ibadah. Yea, klise, mungkin. Aku sudah lama mendengar dan tahu akan kalimat itu. Dan terkadang, tahu tidaklah cukup.

Menurutku (setidaknya saat ini) ibadah adalah bagaimana cara menyenangkan Tuhan. Aku menganggap diriku seorang hamba dihadapaNya. Aku merasa bahwa menyenangkan Tuhan adalah salah satu tugasku di hidup ini.

Mengapa? Hmm, seringnya dalam menyenangkan Tuhan, aku juga menemukan diriku mendapatkan perasaan senang. Pun berikut bersama teman-temanya semacam rasa damai, dan lain-lain.

Lainnya, boleh jadi karena aku ingin Tuhan senang terhadapku. Aku tidak ingin Tuhan marah padaku. Jika seseorang yang jahat memarahi kita, tentu itu tidak mengherankan. Namun jika seseorang yang penyayang yang mulai marah terhadap kita, well, that’s a bad news. Dan kita semua tahu bahwa Tuhan Maha Penyayang. Hmm…

Namun pada prakteknya tidaklah mudah. Yea, kembali ke awal topik, bekerja sebagai ibadah. Ada makhluk yang tipuan dan hasutannya sangat halus. Dan makhluk yang lihai ini mengintai kita, manusia. Yea, siapa lagi jika bukan Setan, yang memang ditugasi untuk mengacaukan ibadah seseorang kepada Tuhannya.

Amit-amit, jika kita pun malah ikutan berubah serupa setan. Hii…

Well, aku kini dalam proses, bagaimana membuat bekerja bernilai sebagai ibadah. Dan aku berharap agar ibadah (apapun) yang kulakukan mampu menjadi ibadah yang bernilai tinggi dan mempunyai bentuk yang paling baik, dalam pandanganNya. Tidak, bukan sempurna, karena kesempurnaan semata hanyalah milikNya.

Adakah yang merasa sama denganku?

No comments:

Post a Comment