Saturday, 25 October 2014

Review: Haji Backpacker (2014)

Jika kamu percaya takdir, maka suatu kejadian bukanlah suatu kebetulan.


gambar ambil di sini

Hidup Mada (Abimana Aryasatya) di Thailand benar-benar kacau. Dia sering mabuk-mabukan bahkan terlibat suatu kasus yang mengerikan sehingga mau tidak mau harus meninggalkan Thailand sesegera mungkin. Setelah berjumpa dengan kakanya yang juga menetap di Negara Gajah Putih itu serta dibantu oleh TKI asal Indonesia, Mariyati a.k.a Marbel (Laudya Cynthia Bella), Mada berpindah ke Vietnam.

Hidupnya di sana pun terlunta. Bekerja sebagai kuli serabutan dengan kondisi tubuh yang tidak fit nyaris membunuhnya. Berungkali mimpi tentang Sofia (Dewi Sandra), kekasihnya mendatangi. Perlahan penonton diajak untuk berusaha memahami konflik apa yang membuatnya lari dari Tuhan bahkan marah kepadaNya. Potongan-potongan mimpi buruk dan keeping ingatan ke masa lalu membuat film ini terasa melakukan pendekatan berbeda kepada penontonnya.

Jalinan hidup Mada pun masih berlanjut hingga ke China dan bertemu si cantik Su Chun (Laura Basuki). Begitu apik Laura memerankannya, meskipun Bella dan Dewi Sandra pun juga berperan maksimal. Ya, namun kisah tentang mereka hanya sepenggal. Film sepenuhnya focus kepada pencarian Tuhan yang dilakoni oleh Mada.

Setelah tidak tahan dihantui oleh mimpi buruk, Mada pun memutuskan untuk mengikuti saran seseorang yang juga membaca kitab yang sama dengan kitab hadiah dari ayah Su Chun. Perjalanan pun berlanjut ke India, Tibet, Nepal, Iran dan pada akhirnya sampai ke Saudi Arabia.

Apa yang menarik dari film ini mungkin keindahan Negara yang Mada singgahi. Spot-spot yang ditangkap oleh kamera membuat ingin ikut berkunjung ke sana. Adapun hal lainnya tentu saja, walaupun film ini mungkin bisa dikatakan sebagai film religi, namun tidak ada kesan menggurui. Mada digambarkan dengan apik. Bukan seseorang karakter yang membuat kita merasa kasihan karena nasibnya yang berlebihan. Dia lebih ke sosok yang membuat kita merasa respek. Haha, entah apa yang aku bicarakan ini. Intinya ini film berisi nasihat namun uniknya tidak memaksakan nasihat itu secara berlebihan. Well, yeah. Tidak terlalu rugi menonton film berdurasi sekitar 108 menit ini.  

No comments:

Post a Comment