Thursday, 16 October 2014

Kucing Ingusan

Pernah lihat kucing ingusan?
Iya, benar ingusan. Ada mucus di hidungnya yang kecil itu. Kucing yang rada berisik karena berkali-kali menarik ingus di hidungnya sembari bernapas.


Well, ini kejadian di kucing belang tiga yang sering main ke rumah. Ini kucing tidak punya nama dan memang tidak kunamai. Aku tidak merasa sebagai pemiliknya walaupun dia lahir di rumah ini yang lalu sering singgah ke rumah dan singgahnya lama. Bahkan dia harus kuusir keluar dulu setiap malam saat aku mengunci pintu.


Semua berawal dari hmm dua atau tiga bulan yang lalu. Si Kucing belang tiga itu absen selama seminggu lebih. Absen datang dan meminta makan di rumahku. Namun ketika datang, kondisinya, amboi, memperihatinkan. Badannya kurus kering, bulunya kusam dan berantakan, matanya sayu dan lemah, plus beberapa lingkar hitam di sekitar mata dan hidung. Mirip kucing mabuk.

Kucing ini datang dengan langkah gontai. Bahkan beberapa kali berhenti lalu menarik napas.  Padahal sebelumnya kucing betina yang satu ini pesolek banget. Iya, dia suka malas-malasan di lantai rumah sambil menjilati badannya. Eits, dia bukan tipe sembarang, kalau rebahan di lantai, maunya di lantai keramik. Kalau di lantai semen, dia bakal nyari alas semisal sandal jepit. Pantang euy baring di semen. Pokoknya itu kucing hobi banget dandan dan perawatan.

Ya, si Kucing itu memeang cantik, sih. Haha, itu kalau kalian mau iseng memperhatikan dan membandingkannya dengan kucing lainnya. Tubuhnya mungil namun berisi. Mukanya manis dan gak serem. Bulunya tiga warna (putih, hitam, dan kuning) yang selalu rapid an mengkilat. Kuku dan kakinya bersih karena sering dia jilat. Ringkasnya ini kucing ‘imut’.

Ya, gak heran, sih. Aku tahu induknya yang mana. Induknya gak kalah cantik sama dia. Lebih cantik malah. Porsi badan dan bentuk rahang alias muka hamper mirip seperti induknya. Hanya saja bulu si induk putih bersih. Benar-benar putih. Nah, si Induk pun tipe yang rajin merawat tubuhnya. Kalau kucing bisa pakai baju, aish, induk kucing ini dan keturunannya bakal juara, deh. Modis pasti mereka. Hmm, sekarang gak ngerti dimana si Induk. Aku rasa sudah berpulang. Karena setahuku usia maksimum kucing adalah 15 tahun. Nah, si Kucing belang tiga, anakan si Induk ini saja, sudah hamper 7-8 tahun kurasa.

Nah, mungkin karena faktor U alias Usia itulah pilek si Kucing gak sembuh-sembuh. Oke, kita balik ke kisah awal si Kucing ini sakit.

Seperti yang kubilang tadi, si Kucing tiba-tiba datang dengan kondisi yang mengenaskan. Lemah dan ketahuan banget kalau lagi sakit. Lalu si Kucing setelah berhasil masuk ke dapur rumah, dia langsung berjalan kea rah tempat cuci piring. Berusaha mencari air buat diminum. Aku ikuti kucing itu, namun dia cuma terkulai lemah di situ. Sesekali matanya memandang ke arahku. Aku un berinisiatif mengambil bekas wadah pelastik yang landau dan kuisi air. Lalu kudekatkan wadah itu di depan si Kucing. Dia cuma terdiam dengan pandangan sendu. Sesekali dia terbatuk hingga tercetak dan terlihat barisan rusuknya. Ah, ya, satu yang juga hilang dari kucing ini, suaranya. Padahal ini kucing cerewet gak karuan terlebih saat lapar.

Saat itu aku bertanya ada apa gerangan si Kucing ini? Sakit apa ya? Mau dibawa ke Dokter hewan, namun aku jujur gak suka gendong-gendong kucing. Ngelus aja jarang. Paling si Kucing (dan kucing lainnya) yang SKSD ngelus kaki aku, *eh. So, I just watched and prayed for her.

Kira-kira hampir dua minggu, ini kucing dalam kondisi seperti ini. Dan selama itu pula seisi rumah jadi bingung dan prihatin total. Biasa si Kucing suka dimarahin, diusir-usir karena sering bikin kesal orang-orang dengan tingkahnya, kini lebih diperhatiin. Dikasih lauk ikan yang masih banyak dagingnya, dikasih minum air masak, gak diusir kalau malam, dan pastinya gak pernah diocehin lagi. Pokoknya kasihan banget lihat ini kucing kala itu. Dan selama itu juga si Kucing ganti cuek, diem (gak ngeong sekalipun), dan mengacuhkan semua makanan yang kami kasih dengan sukarela.

Dikirain memang gak lama lagi umur si Kucing. Tapi ternyata, tadaa… ini kucing sembuh, yee, Alhamdulillah. Perlahan dia mau makan lagi. Mau mengeong lagi. Langkahnya mantap gak gontai lagi. Ahh, baikan, deh pokoknya. Yang tersisa cuma tiga hal: batuk, bersin, dan ingusannya. Jadi kami berkesimpulan kalau ini Kucing kena flu. Gejalanya sama banget kalau kayak kita lagi kena flu gitu. Lalu dia recovery dengan sendirinya. Well done!

Well, kalau yang sekarang, batuk dan bersinnya sudah agak jarang. Namun ingusannya gak berhenti. Haha, aku bukannya kejam, tapi lucu lihat kalau dia menarik ingus itu. Bayangin, deh, kucing bertubuh mungil dengan hidung kecil, tapi ingusan. Haha, kadang sempat nyerang kucing kuning yang akhir-akhir ini ikutan main ke rumah. Ini kucing nyerang sambil narik ingus. Haha, mudah-mudahan kebayang deh sama kamu. Mana keras suaranya kalau dia lagi narik ingus itu. Rada kasihan, tapi, she’s also cute that way. It’s kinda unique in my eyes, really. Mungkin kalau si Kucing gak cantik, gak molek, rada jijik juga jadinya. Tapi, ahh, trust me, she’s cute!

Oke, jadi, pernah lihat kucing ingusan? :D

No comments:

Post a Comment