Sunday, 14 September 2014

Review: Expendables 3 (2014)

“You were stupid enough to get yourself into this mess! And we're the only ones crazy enough to get you out of it!’ -- Christmas
 
gambar diambil dari sini

Ketika menonton film ini, aku selalu mengoceh, "Huh, the old man movie!" Mungkin terdengar skeptis, namun kalau kamu coba tonton ini film, weew, these old men are rock!

Dulu sekali aku sering melihat aksi mereka bareng Emak. Ya, Emak adalah orang yang mengenalkan aku pertama kali tentang menonton film barat alias hollywood. Dulu sehabis acara berita malam jam 9, akan tayang film-film hollywood, nah di situ, Kiki kecil ikutan menonton. Ketika acara berita malam sudah tidak ada lagi, Emak masih meneruskan kebiasaannya menonton film-film barat tersebut. Efeknya tentu saja aku jadi mengenal sebagian besar tokoh-tokoh di Expendables. Aku jadi menyukai dan sedikit terbiasa dengan Bahasa Inggris.

Oke, sebaiknya ku stop cerita tentang ini, haha. Baiknya kucoba review saja film ini. Jadi crew Expendables yang tersisa hanya 5 orang saja yaitu: Barney (Sylvester Stallone), Christmas (Jason Statham), Gunner (Dolph Lundgren), Toll (Randy Couture), dan Caesar (Terry Crews) . Mereka mendapatkan misi untuk menangkap seorang penjahat gembong penjualan senjata ilegal. Untuk itu mereka kekurangan personil. Alhasil Barney memutuskan untuk memanggil teman lamanya Doc (Wesley Snipes). Sayangnya Doc sudah dipenjara selama 8 tahun dan ketika akan dipindahkan ke penjara baru, disitulah Barney CS menyelamatkannya. Wew, baru mulai saja sudah satu buah gedung yang meledak yang disusul dengan ledakan sebuah helikopter.

Ternyata gembong senjata tersebut adalah mantan teman lamanya Barney bernama Stonebanks (Mel Gibson). Malah merekalah yang dulu bersama-sama mendirikan Expendables ini. Hmm, reunian yang pahit. Caesar terkena luka tembak yang parah dan mengharuskannya dirawat di rumah sakit. Hal ini membuat Barney merasa bersalah dan memutuskan untuk menuntaskan misi ini sendirian tanpa teman-teman lamanya. Untuk itu dia mengajak 4 orang anggota baru yang direkrut dengan bantuan Bonaparte (Kelsey Grammer). Dari hasil rekrut tersebut Barney mendapatkan 3 orang anggota baru yang masih muda dan yeah modern. Lagi-lagi mereka hampir berhasil menangkap Stonebanks dalam keadaan hidup.

Haha, satu hal yang kocak yang mewarnai film ini adalah penampilan dari Galgo (Antonio Banderas). Di sini dia berperan sebagai agen yang cerewet dan tidak pernah bisa berhenti bicara. Sebenarnya Barney tidak mau merekrutnya menjadi bagian Expendables, namun Galgo tetap keukeuh untuk mendapat pekerjaan dari Barney. Akhirnya Galgo muncul di saat yang tepat dan dia pun dipersilakan Barney untuk bergabung. Galgo menawarkan tawa sekaligus simpati kepada para penonton.

Well, film ini berjalan dengan baik. Pertarungan penentuan di sebuah gudang tua menjadi scene penutup yang apik. Aku jadi teringat dengan film The Raid yang seri pertama. Jika di The Raid para pasukan SWAT masuk ke dalam sebuah gedung yang berisikan para penjahat, di film ini para penjahat yang masuk ke dalam gedung untuk memburu pasukan Barney. Haha, maybe that’s not really a fluke. :D

Gak banyak yang bisa aku ceritakan. I just enjoy this movie. May you feel the same, folks. Okay, segitu aja deh postingan kali ini. Haha, have good time. See yaa :D

No comments:

Post a Comment