Friday, 1 August 2014

Mengubah Ending

Pernah suatu kali aku mengikuti event menulis yang diadakan via Facebook oleh Komunitas Bisa Menulis (KBM). Event ini bernama #mengubahending. Jadi ada dua dongeng yang diminta untuk diubah ending-nya. Dongeng pertama Malin Kundang dan dongeng kedua adalah Putri Salju. Adapun ketentuannya, tidak boleh lebih dari lima kalimat. Well, event yang hanya Cuma sehari ini berhadiah buku bagi karya yang terpilih. Haha, aku sih ikut mencoba saja. Menang Alhamdulillah. Tapi belum menang ini, haha. Okelah, ini karya yang aku ikutkan. Enjoy! :D
---------------------------------------------------------------------------

Mengubah Ending Putri Salju

gambar diambil dari sini

Pangeran menatap sang Putri yang tengah terbujur kaku di atas sebuah pembaringan batu, lalu dengan penuh kasih ia mencium lembut bibir sang Putri.

Perlahan mata sang Putri terbuka, jemarinya merangkul leher sang Pangeran, lalu "kraus!"

Pangeran tak kuasa menahan dan menjerit kesakitan karena bibirnya habis dilahap sang Putri hingga tak bersisa.

Ternyata racun dari apel sihir yang telah dimakannya telah mengubah sang Putri menjadi zombi spesies baru. Cantik di luar, ganas di dalam!
---------------------------------------------------------------------------

Mengubah Ending Malin Kundang

gambar diambil dari sini

Malin menyandarkan kapalnya, lalu berjalan menyusuri pantai menuju kampungnya dulu. Ketika ia telah tiba di depan sebuah rumah, seorang perempuan setengah baya menghampirinya dengan mata berbinar.

Malin pun segera menyongsong perempuan yang tak lain adalah Ibunya itu dengan tidak kalah bahagianya.

"Malin, ayo kita abadikan dulu pertemuan kita ini," ucap sang Ibu dengan lembut sembari mengeluarkan tongsis dan smartphone-nya yang masih terlihat baru itu.

"Satu, dua, cheese!"
---------------------------------------------------------------------------

No comments:

Post a Comment