Friday, 18 July 2014

Warung Makan Kebon Jahe

Kualitas Restoran, Harga Kaki Lima

Itu adalah slogan dari sebuah warung makan sederhana yang cukup sering aku dan Ez aku singgahi. Warung makan ini memang sederhana namun ada sedikit aroma café yang menyeruak. Warung ini menamai dirinya “Hot Plate”. Terletak di dekat simpang lampu merah Makalam, atau lebih tepatnya di daerah Kebon Jahe.

Apa yang membuat warung ini sederhana? Tidak lain adalah interior warung itu sendiri. Warung ini dibuat menggunakan kayu dengan lantai yang berlapis semen, bukan keramik. Bentuknya menyerupai saung tanpa dinding dengan satu pelataran lebaran yang berisi beberapa meja untuk makan. Jika kita berhadapan dengan warung ini lalu menengok ke sebelah kiri, maka akan tampak beberapa tenda, dua atau tiga, sebagai tempat makan bagi pengunjung yang ingin makan dengan konsep outdoor. Ya, walaupun warung utamanya sudah berkonsep semi outdoor sih, karena tanpa dinding.

Jika melihat penampakan luar warung, memang sederhana. Namun ketika kita melihat menu yang ditawarkan, hmm, menggiurkan. Ada banyak menu berkelas yang ditawarkan dengan harga ‘sederhana’. Sebagai contoh, ada menu beef/chicken steak yang disajikan di atas hotplate, dan hanya dibandrol senilai 18-20an ribu rupiah saja per porsinya. Makanya aku agak sedikit bingung untuk menyebut warung ini sebagai warung atau café.

Adapun menu lainnya cukup beragam. Selain menu steak ada pula sop iga sapi, paket nasi ayam/sapi lada hitam, paket nasi uduk, hingga menu sederhana seperti nasi goreng dan bakso. Bahkan menu siomay dan batagor pun ada juga. Haha, cukup variatif kan makanannya. Well, untuk minumannya ada bebrapa yang ditawarkan. Adapun yang bisa ku ingat antara lain iced lemon tea, es kacang merah, es teler, es kelapa muda, aneka jus buah, serta orange float. Mengenai harga, baik makanan dan minumannya mulai dari 6000 rupiah lho.

Lalu bagaimana dengan rasanya? Rasanya enak, namun tentunya tidak seenak di restoran mahal. Jadilah buat ajang kumpul-kumpul bareng teman. Tempatnya yang cozy alias nyaman dan variasi makanan yang banyak serta harga yang tidak terlalu menguras isi dompet, cukup bisa dijadikan alasan untuk singgah di warung ini. Ada satu hal menarik yang hampir lupa aku ceritakan. Selama beberapa kali makan di warung ini, aku hanya melihat tiga orang karyawannya. Dua orang masih remaja dan seorang lagi masih anak-anak, usia SD lah. Uniknya, setiap aku ke sana, mereka selalu mengenakan atasan berwarna biru, baik itu berupa kemeja ataupun dalam bentuk kaos. Haha..entahlah. aku juga tidak menanyai apakah warna biru itu memang seragam kerja mereka.

Bagaimana, tertarik untuk mencoba makanan di warung ini? :D Sebagai penutup tulisan, akan ku upload beberapa foto menu yang sempat aku dan Ez cicipi. Here they are:




No comments:

Post a Comment