Wednesday, 23 July 2014

Sariawan? Gak Lagi Deh

Beberapa minggu yang lalu aku mengalami apa yang dinamakan orang –sariawan-. Secara ilmiah, sariawan adalah luka atau radang yang terjadi pada mukosa (kulit bagian dalam) mulut. Sariawan ini berupa bercak putih kekuningan. Bercak tersebut dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Nah, sariawan yang aku alami itu berada di dalam rongga mulutku, tepatnya di bagian gusi dekat gigi geraham bawah. Bagaimana rasanya? Perih menusuk yang bikin jadi tidak selera makan, minum, bahkan bicara.

gambar diambil dari sini


Usut punya usut, sariawan itu bisa terjadi karena beberapa sebab, antara lain:
(1) Virus; Sariawan dapat disebabkan oleh virus yang ada di dalam tubuh seperti yang menyebabkan demam pada kelenjar, herpes, dan penyakit mulut lainnya.
(2) Bakteri; Sariawan jenis ini dapat terjadi saat seseorang menderita sakit tenggorokan, sakit gigi (seperti yang dialami olehku), atau penyakit lainnya yang disebabkan oleh bakteri.
(3) Jamur; Saat kekebalan tubuh seseorang sedang rendah atau masalah kesehatan lainnya yang mungkin memerlukan antibiotik dosis tinggi dapat menyebabkan sariawan.
(4) Non-infeksi; Sariawan dapat terjadi karena luka berulang di mulut seperti luka tergigit di bibir atau lidah, luka karena menyikat gigi terlalu keras, bisa pula karena alergi terhadap makanan (seperti cabai dan nanas), kekurangan vitamin (vit. B dan vit. C), kekurangan zat besi, gangguan hormonal, serta faktor psikologis seperti emosi dan stress.

Sariawan bisa terjadi dimana saja dalam artian dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Umumnya untuk sembuh dari sariawan butuh waktu sekitar empat hari. Namun bila sariawan tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera periksakan ke dokter, karena dapat menjadi gejala awal kanker mulut.

Well, dalam kasusku, setelah dua hari menahan perihnya sariawan, aku pun memutuskan untuk mengobatinya. Awal mula aku terpikir untuk minum pereda panas dalam dan sariawan. Ada beberapa merk dan ku coba salah satunya yang berbentuk sachet dan harus dilarutkan dulu di dalam air. Namun ternyata reaksinya tidak instan. Aku masih harus menahan perih dengan sariawan ini.

Kemudian ada seorang teman yang menyarankan untuk mengobati sariawan tersebut dengan madu. Caranya sebelum tidur dan pagi setelah sarapan, oleskan madu ke bagian yang terkena sariawan. Aku teringat bahwa madu adalah salah satu obat herbal yang terkenal manjur mengobati berbagai macam penyakit. Aku pun mencobanya, kebetulan stok madu kepunyaan si Bapak masih ada di atas meja makan.

Nah, bagaimana mengolesinya? Sariawanku kan berada di gusi di dalam rongga mulut? Tak hilang akal, aku ambil madu tersebut satu sendok teh. Lalu aku buka mulutku dan ku tuangkan madu tersebut ke bagian mulut yang terserang sariawan hingga aku rasa semua bagian yang terkena sariawan terolesi oleh cairan madu. Dan tadaa..alhamdulillah, dua hari kemudian sariawanku mulai menghilang dan beberapa hari kemudian aku sembuh. Makan, minum, bicara, sampai tidur gak terganggu lagi. Horee.. \(^_^)/

Nah teman-teman semua, sariawan bisa terjadi kepada siapa saja. Dan pastinya mencegah lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah sariawan, diantaranya: menghindari kondisi stress, sering mengonsumsi makanan kaya vitamin B, vitamin C dan zat besi, menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut, berhati-hati mengunyah makanan, serta menghindari makanan dan obat-obatan yang dapat menyebabkan reaksi alergi.

Begitulah pengalamanku saat terserang sariawan. Semoga memberi manfaat buat pembaca semua. Dan pastinya semoga kita semua terhindar dari sariawan. Salam Indonesia sehat. :)

Sumber referensi:
http://www.balipost.co.id

2 comments:

  1. wah kurang vitamin tuh ya, coba baca bikin scrub bibir biar bibir jadi merah :)

    ReplyDelete