Saturday, 12 July 2014

Doppelganger

"Ahh, lega!" Suaraku memantul di dinding toilet sekolah. Tidak ada yang menggubris karena aku memang sendirian. Suasana pagi, saat jam pertama sekolah dimulai memang sepi. Kurapikan seragam dan rambutku. "Baiklah, saatnya kembali ke kelas."
gambar diambil dari sini

Aku hampir sampai. Hanya perlu menyusuri satu koridor lagi. Kelasku di ujung koridor, sedikit berbelok ke kanan. Di koridor terakhir ini, hanya ada satu ruang kelas, kelas Tujuh. Kau harus melewati deretan loker siswa sebelum sampai di pintu masuk kelas ini.

"Bu Heny!" Aku bergumam pelan.

Aku cukup terkejut melihat Bu Heny. Saat berjalan ke toilet tadi, Bu Heny tengah berceloteh di dalam kelas Tujuh, menerangkan pelajaran. Kini beliau terlihat asyik membaca mading di sisi kiri koridor yang berseberangan dengan loker siswa.

Koridor ini tidak terlalu lebar. Sepi pula. Aku harus menyapa beliau. Demi kesopanan.

"Selamat pagi, Bu!"

Bu Heny menoleh, namun pandangannya dingin. Beliau juga tidak menjawab sapaanku. Padahal aku sudah tersenyum lebar dan kuyakin suaraku lantang.

Tak ingin berlama-lama, aku mengangguk hormat dan berlalu. Bu Heny di belakangku kembali membaca mading. Mataku menangkap cahaya tipis yang menyeruak dari ruang kelas Tujuh. Pasti karena pintu kelasnya terbuka.

Hiruk pikuk kelas mulai terdengar. Ahh, ini pasti karena Bu Heny sedang meninggalkan kelas. Aku melirik sekilas ke arah pintu kelas. Tampak Bu Henny sedang duduk di mejanya, membagikan kertas hasil ulangan. Aku kembali melanjutkan langkah.

Ehh, tunggu! Ada yang aneh. Ku berhenti melangkah. Aku pasti salah lihat, batinku. Kumundur beberapa langkah dan berhenti tepat di depan kelas Tujuh. Benar, itu memang Bu Heny! Tapi, beliau kan tadi sedang membaca mading. Aku yakin beliau tidak mendahuluiku!

Darahku berdesir sembari memutar kepala ke belakang, ke arah koridor terakhir. Siing! Sepi. Tidak ada Bu Heny yang membaca mading. Tidak ada seorang pun!

Gulp! Aku menelan ludah. "Aaaaa..!"

Aku menjerit dan berlari menuju ruang kelasku. Pecah sudah suasana pagi yang sepi.

-------------------------------------------------------------

Doppelganger: Seseorang yang terlihat sama persis dengan seorang lainnya, namun bukan kembarannya. Doppelganger terjadi pada seseorang yang masih hidup. (Source: Urban Dictionary)

Monday Flash Fiction. Prompt #57: Di Lorong Sekolah. (300 kata)

14 comments:

  1. wah.... baru tahu istilahnya

    ReplyDelete
  2. eh, ada istilahnya. nambah pengetahuan nih :)

    ReplyDelete
  3. aah.. dapat istilah baru.. trims yaa... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan aku bacanya jam 1 malam. Bagus. >_<

      Delete
    2. Haha..jadinya creepypasta ya Mom..:D

      Delete
  4. istilah doppelganger ini mengacu pada dua orang yang memiliki kemiripan wajah padahal tak terkait hubungan darah. nah, dalam cerita ini sepertinya lebih mirip 'ketemu hantu' deh. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..iyya Bang. Ada Doppelganger yang mengacu pada hal seperti itu. Namun ada juga yang mengacu pada hal seperti ini:

      http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/01/fenomena-doppelganger-kembaran-yang.html

      Hehe.. :D

      Delete
  5. Replies
    1. Benaran, Mom? Haha..mungkin pengaruh suasana sekitar Mom Carra..:D

      Delete
  6. Baru dnger istilah ini, tp kalo kejadiannya mah sering denger. Denger aja, gak ngalamin sendiri. :-)

    ReplyDelete