Wednesday, 18 June 2014

Rahasia Ayah

Gambar diambil dari sini. Edited by me.

Libur sekolah dan Ibu mengajakku untuk menemaninya ke rumah almarhum Ayah.
“Mengapa kita kemari, Bu?” Aku bertanya saat kami telah berada di ruang keluarga rumah Ayah.
Mataku mengelilingi ruangan ini. Samar teringat saat dulu aku berlari-lari di sini dengan kaki kecilku. Ya, semua itu terjadi sebelum Ayah dan Ibu bercerai.
“Di surat wasiatnya, Ayah meminta Ibu menjual rumah ini. Sebelum rumah ini berpindah tangan, ada beberapa barang yang mau Ibu pilah dan ambil.”

Aku berjalan mendekati sebuah lemari kecil yang di atasnya berjejer foto-foto dengan bingkai berwarna hitam. Ada satu yang menarik perhatianku. Aku tak pernah melihat foto ini sebelumnya.

"Ibu, ini foto Ayah dengan siapa? Temannya, ya?" Aku mengacungkan bingkai foto itu ke arah Ibu.
Ibu melirik sebentar lalu kembali melanjutkan memilah buku di lemari baca di pojok ruangan ini.
"Bukan, Dika. Dia bukan siapa-siapa. Kurasa sebaiknya kau tidak perlu tahu tentang dia. Percayalah, kurasa betul-betul jangan."
Aku tidak membantah Ibu. Namun di dalam hati, aku terus mengulang pertanyaan itu.

Aku memutuskan untuk berjalan-jalan ke ruangan lainnya dan tiba di depan kamar Ayah. Aku dorong pintu kamar itu dan melangkah masuk. Di sini, aku merasakan aroma kesunyian.

Aku duduk di tepi tempat tidur Ayah. Di dekat bantal, kulihat ada sebuah buku bersampul kulit berwarna coklat tua.
“Jurnal harian Ayah!” Aku bergumam sambil membuka buku itu.
Tiba-tiba sebuah kertas meluncur turun. Selembar foto ternyata. Hey, inikan orang yang sama yang kulihat di dalam foto tadi!

Ada sebaris kalimat dibalik foto itu. Tulisan Ayah. Bibirku bergerak bersuara saat membacanya, "Yang selalu kucintai, Ar…"

"Ariansyah Saputra." Aku terkesiap. Suara Ibu!

Ibu telah berdiri di pintu kamar Ayah. Raut mukanya sendu. Ibu melangkah masuk dan menghampiriku.
"Itulah mengapa kau seharusnya tidak perlu tahu siapa dia, Dika," ucap Ibu sembari mengusap kepalaku.

Aku tidak membantah Ibu. Begitulah yang tertulis. Otakku berdenyut mencerna ini semua.

Monday Flash Fiction. Prompt #54: Rahasia. (300 kata)

16 comments:

  1. penyuka sesama jenis?

    haduuuh

    ReplyDelete
  2. Kukira mau nyebut Ar...rizki Wulandari wehwehweh *peace
    Menurutku ide & judulnya klise :D
    Saran juga, kalimat langsungnya ditata aja, Kak, biar gak numpuk di satu paragraf.
    Alurnya sip. Udah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..bukaan (>_<)

      Kalau soal judul, aku memang bingung kemarin itu mau kasih judul apa. Dan kalau idenya juga klise..wahh brarti ini double klise dunk..duhh haha

      Kemarin itu pengen nyoba numpuk'in kalimat langsung-nya dalam satu paragraf. Kurang rapi ya? Nanti aku rapih'in deh..;)

      Makasih yaa masukannya. Makasi udah mampir..:D

      Delete
  3. Oh... Kirain si ibu manggil nama anaknya. Ternyata... :)

    Usulan judul : Rahasia Ayah.

    ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, aku juga sebelumnya berpikir begitu Bang. Takut terjadi salah persepsi. Jadi sebisa mungkin aku buat nama anaknya (Dika) beda nadanya dengan nama lelaki di foto itu. Haha..ternyata penggambaran yang aku kasih masih belum maksimal yaa, hehe..

      Oke Bang. Usul yang bagus. Aku ganti nih sudah, haha..:D

      Makasih buat masukannya Bang. Makasih udaa mampir. :D

      Delete
  4. Emosi ibunya masih kurang tuh, pas dia blg "Dia bukan siapa-siapa. Kurasa sebaiknya kau tidak perlu tahu tentang dia." mungkin bisa ditambah lg hehe penasaran kalo suaminya penyuka sesama jenis, istrinya bakal gimana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm..menurutku kaget namun akhirnya kasihan. Haha..makasih masukannya Mbak Linda. Noted. Makasih ya sudah mampir. :D

      Delete
  5. alur ceritanya udah oke. cuma untuk ide, ini udah biasa sih. hehehe..
    mungkin adik sepupu jauh ibunya bisa juga tu jadi rahasia ayahnya. hehehehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..iya Nyak. Ide yang bagus. Makasih yaa. Makasih juga sudah mampir..:D

      Delete
    2. sama-sama ki. :D
      salam kenal ya ki.

      Delete
  6. "Ariansyah Saputra bukannya tetangga kita yah bu?" tanya Dika penasaran
    "Sudahlah tak usah memikirkan itu, diluar ada Fadly tuh cariin, katanya PR Liebster sudah dikerjain" ibunya mencoba menepis kebingungan Dika

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Baiklah, Bu. Dika meluncur ke tempat Fadly."

      Haha..makasih sudah ikutan post Liebster Award-nya. :D

      Delete