Saturday, 7 June 2014

Anak Kucing dan Rezekinya

“Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di Bumi, melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.” (Q.S. Hud: 6)


Ada satu buah kisah yang mungkin bisa membuktikan kebenaran ayat tersebut. Kisah yang baru saja aku alami.

Kisah ini dimulai saat matahari baru saja turun dari puncaknya. Artinya jam 12 siang lewat, hehe. Saat itu aku lagi makan nasi goreng dengan lauk ikan goreng kecil-kecil. Maksudnya ikan yang digoreng itu berukuran kecil. Jadi bukan ikan goreng dari ikan besar yang dipotong-potong.

Aku makan sendirian di saat rumah sedang kosong, tidak ada siapapun. Aku makan di depan tivi. Saat di pertengahan atau saat aku telah menghabiskan kira-kira separuh nasi di piring, makhluk itu datang.

Seekor anak kucing berbulu kuning yang lucu sekali. Dia terlihat jinak. Mengeong mendekatiku dan beberapa kali menggosokkan badannya ke kakiku dengan manja. Anak kucing manis ini menunggui ku hingga selesai makan.

Ternyata setelah seluruh nasi di piringku habis, masih ada lauk yang tersisa. Ku lirik anak kucing ini dan ku mengerti, ini rezekinya. Aku pun memanggilnya dan memberikan ikan sisa lauk yang ku makan tadi. Anak kucing itupun makan dengan lahap.

Yang menakjubkan dari cerita ini adalah beberapa pertanyaan yang terlontar di kepala setelah ku selesai makan. Bagaimana bisa anak kucing itu tahu kalau aku sedang makan siang, dengan lauk ikan pula? Bagaimana dia bisa tahu bahwa saat itu aku sedang makan siang? Bagaimana dia bisa datang di waktu yang tepat dan mau bersabar menungguiku makan? Siapa yang menuntunnya datang ke rumahku?

Maha benar Allah dengan segala firmanNya. Ada tangan Tuhan yang bekerja di sini. Ada tangan Tuhan yang mengatur seluruh alam semesta ini. Dan ada kebenaran bahwa Tuhan lah penjamin setiap rezeki makhlukNya. Syarat yang diminta untuk penjaminan itu mungkin hanya satu hal: Ikhtiar alias usaha. Terimakasih ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.

No comments:

Post a Comment