Wednesday, 28 May 2014

Sex Education untuk Anak

gambar diambil dari sini

Miris sekali mendengar berita mengenai pelecehan seksual yang terungkap di bulan April lalu. Bagaimana tidak, pelecehan tersebut terjadi bukan kepada perempuan dewasa melainkan kepada anak, laki-laki pula, yang masih duduk di bangku TK. Yang membuat lebih ironisnya, pelecehan tersebut terjadi di sebuah sekolah yang begitu elit. Sekolah di mana seharusnya menjadi tempat yang aman. Sekolah di mana penjagaan di gerbangnya begitu ketat sehingga tidak sembarang orang luar yang bisa masuk. Namun pada kenyataannya, justru di dalamnya lah terjadi kejahatan yang begitu besar.

Dari beberapa pengakuan pelaku tindak pelecehan terhadap anak di luar sana, mereka sengaja memilih anak-anak karena mereka umumnya masih lemah. Mereka dianggap belum mampu memberikan perlawanan ataupun penolakan terhadap pelecehan yang dilakukan oleh pelaku. Dari kasus tersebut dan banyak kasus lainnya dapat ditarik suatu kesimpulan mengenai pentingnya sex education atau pendidikan seks, terlebih untuk anak sejak usia dini. Sex education itu sendiri adalah suatu bentuk pemberian pemahaman kepada anak mengenai sex, baik itu menyangkut fungsi organ seks dan pemahaman biologis lainnya hingga ke pemahaman mengenai kaitan seks dengan etika, moral, agama, dan lainnya. Diharapkan dengan adanya sex education ini, salah satunya, dapat meningkatkan kesadaran anak terhadap seks dan menjadi pencegah terjadinya pelecehan-pelecehan seksual yang tidak diinginkan.

Dulu, semasa saya masih kecil, seks dianggap merupakan sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Akhirnya si anak mencoba mencari tahu dan memahami sendiri. Hal ini mungkin tidak hanya terjadi di keluarga saya saja. Mungkin ada keluarga lainnya di luar sana yang mempunyai aturan tak tertulis seperti itu. Namun seiring kemajuan zaman, menurut saya, orang tua tidak bisa membiarkan anaknya mencoba memahami seks itu sendiri. Saat ini sudah zaman digital, di mana kita bisa dengan mudah mengakses konten apapun yang kita mau. Oleh karena itu, campur tangan, bimbingan, dan batasan mengenai seks perlu diajarkan oleh para orangtua.

Terlebih lagi, umumnya, kejahatan seks dilakukan oleh orang terdekat. Oleh karenanya anak perlu diberikan pembekalan. Salah satunya, kita bias mengajari mereka bahwa ada bagian tertentu dari tubuhnya yang tidak bisa dilihat apalagi disentuh oleh orang lain. Bahkan ketika anak tersebut mencapai usia tertentu, orangtuanya pun tidak diperbolehkan sembarangan menyentuh bagian tersebut.

Lebih lanjut, kita juga dapat mengajarkan anak jika ingin membuka pakaian, bukalah di tempat yang seharusnya, seperti kamar ataupun ruang tertutup. Jangan biarkan ada orang yang mengintip atau melihatnya kecuali orangtuanya hingga batas usia tertentu. Ajarkan pula kepada mereka untuk menolak atau berkata tidak serta ajarkan cara melakukan perlawanan bagi siapapun yang memaksanya untuk membuka baju.

Ya, peran serta orangtua sangat lah diperlukan. Kedekatan antara anak dan orangtua turut pula menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Biasakan anak untuk bercerita atau istilahnya curhat kepada kedua orangtuannya. Pastikan mereka tidak perlu merasa takut ataupun malu untuk berbagi dengan orangtuanya.

Begitulah pandanganku terhadap sex education yang bisa kita berikan kepada anak. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Mudah-mudahan kita semua, terlebih anak-anak dapat terhindar dari kejahatan para pelaku pelecehan seksual di luar sana. Aamiin.



No comments:

Post a Comment