Thursday, 22 May 2014

Rezekiku, Rezekimu

Menurutku, rezeki itu adalah salah satu bentuk kasih sayang Tuhan terhadap makhluk ciptaanya. Bentuknya tidak harus selalu uang, bentuknya bermacam-macam. Ada yang berbentuk kesehatan, ketenangan hati, waktu dan umur yang bermanfaat, kehormatan atau derajat sosial, ampunan dari dosa, ilmu pengetahuan, dan banyak lagi. Setiap makhluk pun mempunyai takaran rezekinya masing-masing. Dan rezeki dari Tuhan itu pastilah adil adanya karena Tuhan Maha Adil. Begitu pula tentang jalan datangnya rezeki itu, sudah diatur sama Tuhan. So, intinya antara rezekiku dan rezekimu, insya Allah, tidak akan tertukar.

gambar diambil dari sini

Ada sebuah kisah menarik yang pernah kubaca. Kisah ini tentang seorang Ibu penjual tempe di Kendal. Mata pencarian Ibu tersebut hanyalah dengan berjualan tempe. Di suatu subuh, Ibu itu merasa sangat khawatir. Ternyata tempe yang akan dia jual hari itu belum jadi. Tempe tersebut masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi dan siap dijual. Ibu itu menjadi sedih dan kebingungan bagaimana dia akan makan dan mendapat modal untuk membuat tempe lagi untuk esok harinya.

Ibu itu lantas berdoa dan pasrah terhadap ketentuan yang Tuhan beri kepadanya. Dia sangat berharap datang keajaiban bahwa tempe-tempe tersebut sudah jadi (proses fermentasinya selesai) dan siap dipasarkan. Tapi ternyata keajaiban tidak dating dengan cara itu. Tetiba saja ada seorang perempuan cantik yang menepuk pundaknya. Perempuan itu lantas bertanya, apakah Ibu tersebut punya tempe yang setengah jadi. Dia memerlukan tempe tersebut untuk dijadikan oleh-oleh untuk anaknya di Australia. Perempuan tersebut akhirnya membeli tempe-tempe setengah jadi Ibu tersebut. Ya, Tuhan menjawab doa Ibu tersebut dengan caraNya. (sumber cerita: klik di sini).

gambar diambil dari sini

Benar-benar suatu kisah yang menyentuh bukan? Well, selain kisah tersebut, ada juga satu kisah lagi yang ingin aku sampaikan. Kali ini kisah tentang seekor kucing. Jadi, ada seekor kucing yang sehat dan katakanlah gesit. Kucing itu meminta makan kepada beberapa orang manusia yang sedang duduk dan makan. Orang-orang tersebut memberinya makanan, namun ada sesuatu yang aneh yang terjadi kemudian. Kucing itu tidak memakan makanan tersebut. Kucing itu malah membawa makanan tersebut dengan mulutnya lalu pergi.

Well, tak berapa lama, kucing itu datang lagi dan kembali meminta makanan. Dan hal yang sama pun terjadi lagi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang sehingga membuat penasaran orang-orang yang telah memberi kucing itu makan. Mereka pun lantas mengikuti kucing tersebut. Dan akhirnya tahulah mereka bahwa kucing tersebut membawa makanan kepada seekor kucing lainnya, tetapi kucing yang dibawakannya makanan ini adalah kucing buta. Makanan yang dibawanya diletakkan di depan kucing buta tersebut dan kucing buta tersebut lantas memakannya. (sumber cerita: klik di sini).

Lagi-lagi sebuah kisah yang menarik untuk kita simak. Tentunya ada banyak hal yang bisa kita ambil dari kisah-kisah tersebut. Salah satunya adalah adanya campur tangan Tuhan terhadap rezeki yang kita terima. Alur kisah tersebut mungkin mengajarkan kita juga bahwa Tuhan sudah mengatur rezeki yang kita dapat dan kita tidak perlu khawatir kalau-kalau rezeki kita akan tertukar.

“Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di Bumi, melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.” (Q.S. Hud: 6)

Oke, namaku Rizki dan begitulah pandanganku mengenai sesuatu yang disebut rezeki, hehe. Mudah-mudahan postingan ini bermanfaat buat yang membacanya. Aamiin. :)


gambar diambil dari sini

2 comments:

  1. Hai, postingan yang menarik. Rezeki memang tak pernah tertukar. Terima kasih sudah ikut berpartisipasi ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyya Mbak bener. Trimakasih kembali Mbak..:D

      Delete