Wednesday, 14 May 2014

Matanya Untukku

Aku berdiri di tepian sungai. Aliran angin menerpa dan memainkan ujung-ujung rambutku. Airmataku jatuh setiap teringat kepedihan di dua minggu yang lalu. Bersama angin dan kesendirian, aku berharap kepedihan ini pergi.

Ketika matahari hampir sampai di tepi horizon, ku hapus air mata yang tersisa dan berbalik ingin kembali ke rumah. Dan di saat itulah ku lihat dia. Lelaki yang telah ku kenal lama sekali, sejak masa kanak-kanak. Dengan matanya yang dalam, dia masih saja melihatku dengan cara seperti itu. Memandang jauh ke dalam mataku, begitu intens, tanpa mencoba berkedip. Air mukanya masih sama, menyimpan keraguan dan bingung ingin bertindak seperti apa. Tetapi matanya, sejak dulu, telah berbicara banyak. Berbicara dengan bahasa yang saat itu belum mampu ku mengerti.

Yang ku tahu, sejak masa kanak-kanak, telah empat kali dia memandangku seperti itu. Biasanya ketika aku pergoki, dia akan terkejut sebentar lalu memalingkan muka. Tapi kali ini dia mendekatiku. Lalu ketika aku dalam jangkauannya, dia merangkulku.

“Jangan menangis. Lelaki brengsek itu tidak pantas kau tangisi. Aku selalu memandangmu dari dulu. Dan aku suka memandangimu seperti itu, saat kau tertawa atau tersenyum renyah. Berhentilah menangisinya. Kumohon.”

Kata-katanya merayap hangat ke hatiku. Aku balas merangkulnya. Bersamaan dengan itu, matahari pun tenggelam di ufuk barat.

Monday Flash Fiction. Prompt #49: In the Eye of You. 200 kata. Gambar diambil dari sini

10 comments:

  1. Ehem,akhirnya ada yg ceritanya happy ending juga:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyya..kalii nii hepi ending gitu. Habis ksulitan ada kmudahan, haha. Trimakasih yaa uda mampir..:)

      Delete
  2. Nice. Manis. :D
    Meski happy ending, sebenernya bisa dibikin lebih nendang lagi. Opening masih kurang ringkas. Bisa dipersingkat lagi.
    Atau dibikin begini, di opening ceritakan ttg lukanya.
    Pokoknya dibikin luka berdarah2, lalu datanglah yg suka memandangi yg diam2 itu. Jadi twist deh ^^
    Happy ending deh :))) hihihi...
    Sekadar saran sik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohh..oke deh Kak Carra. Makasih ya sarannya kak. :))

      Delete