Wednesday, 14 May 2014

Cerita Hape Pertamaku

Saat ini, handphone atau hape sudah bukan barang baru lagi. Bisa dikatakan hampir setiap orang mempunyai hape. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak yang masih TK ataupun SD, para generasi digital native, sudah memegang alat telekomunikasi yang satu ini.

Tidak seperti anak-anak sekarang yang sejak kecil telah mempunyai hape, aku baru saat duduk di kelas dua SMA, sekitar tahun 2006, diperbolehkan memiliki hape pertamaku. Yup, saat itu hape masih langka. Masih hitungan jari, teman sekelas yang mempunyai hape sendiri. Harganya pun tidak murah walaupun hape tersebut berlayar monochrome dengan nada poliponik.

Nokia adalah merk yang paling berjaya kala itu. Namun karena aku, haha, entahlah, kadang aku suka against the current, jarang mau ikut arus, aku tidak membeli Nokia. Aku memilih Sony Ericsson tipe J200i dengan chasing berwarna putih. Bentuknya mungil, lucu, pas banget masuk ke dalam saku rok SMA-ku. Layarnya pun sudah berwarna dan dilengkapi dengan nada Poliponik maupun MP3 pendek yang tidak terlalu memakan memory. Hal yang paling ku suka dari hape pertamaku, selain bentuknya yang mungil, adalah bagian chasing belakangnya. Speaker di hape-ku ini bentuknya seperti gambar salju, unikkan? Begitu juga dengan logo khas Sony Ericsson yang bulat berwarna hijau. Manis banget deh, unyu-unyu, hehehe.

Rasanya senang banget bisa mengantongi alias memiliki hape pertamaku itu. Hape tersebut aku beli dengan uang tabunganku sendiri. Niat banget deh, haha. Hmm, kalau tidak salah harganya sekitar Rp.800.000,-. Nah, aku punya tabungan Rp.500.000,- dan sisanya orangtua yang menggenapkan. Penasaran dengan penampakan hape pertamaku? Tadaa..ini dia gambarnya:





Haha, ini gambar dokumentasi pribadiku lho. Aku masih menyimpan hape ini berikut chargernya, sampai buku manualnya. Semua full, termasuk kotaknya juga masih ada. Haha. Aku memang begitu orangnya, susah membuang barang-barang yang punya kenangan yang kuat seperti hape pertama ini, hehe, #abaikan. :D

Well, sekarang hape tersebut sudah tidak berfungsi lagi, sudah rusak. Aku rasa batre dan charger-nya bermasalah. Dan aku pun sudah beli hape baru lagi, hehe. Yup, begitulah cerita hape pertamaku. Terimakasih sudah membaca. :)

Ayo ikutaann..:)

2 comments:

  1. waaah kereeen masih disimpen sampe sekarang :)

    makasih ya udah ikutan GA aku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..iyya dunk Mom Isti. ;)

      Iyaa..sama2 Mom. :D

      Delete