Wednesday, 28 May 2014

Bintang Jatuh

gambar diambil dari sini

Hoamm. Aku berbaring malas di atas sofa, menahan kantuk sambil menunggu waktu Isya. Dengan mata sayup, tampak di layar tivi kilasan gambar dari hujan meteor Perseid yang akhir-akhir ini ramai diberitakan.


Siiing..!!
Tiba-tiba ada cahaya terang sekali dari halaman depan rumah. Cahaya menyilaukan sesaat itu segera disusul dengan suara berdebum. Aku terlonjak kaget, kantukku hilang. Tersisa suara desisan lidah api. Aku bangkit dari sofa dan memberanikan diri berjalan ke pintu depan. Dengan hati-hati dan jantung berdebar, ku dorong pintu ke arah luar.

Asap putih tipis menyeruak. Samar dibalik asap ku lihat sebuah ceruk kecil terbentuk di tanah. Di sekitarnya, beberapa lidah api kecil membakar rumput halaman. Aku menengadah. Gugusan bintang di langit berkelip centil. Hmm..tidak mungkin.

Lamat-lamat ku perhatikan lagi ceruk itu. Ada sosok yang bergerak di balik asap. Astaga! Manusia. Laki-laki. Dan tampan...

Sosok itu perlahan berdiri sambil menepis tanah di bajunya yang potongannya aneh sekali. Tak ada luka apapun di tubuhnya. Padahal dia tadi sepertinya jatuh berdebum dan tersisa nyala api di rerumputan. Dia kini menatapku.

"Anna lari, masuk ke rumah!" inner-ku menjerit. Ya, aku ingin berlari. Meskipun tampan, sosok asing ini sangat mencurigakan. Namun kedua kakiku sedang tidak bisa diajak bekerjasama. Kedua kakiku malah tertahan oleh rasa penasaran. "Duh, Anna bodoh!" inner-ku menggerutu.

Alih-alih berlari masuk rumah, ini mulut  bergerak lebih cepat daripada kaki. "Kamu siapa? Jangan-jangan kamu Thor ya? Atau Loki? Atau semacamnya?" Plop! Kebodohanku kali ini sukses membuat inner-ku menghilang total membawa gerutuannya.

Sosok itu tersenyum. Duh, semakin terlihat tampan. "Aku mengerti apa yang kamu katakan. Aku datang dari planet yang berbeda namun aku bukan mereka. Aku datang dari balik sebuah bintang di atas sana bersamaan dengan ratusan asteroid yang dari kemarin tertarik gravitasi Bumi-mu ini."

"Bintang jatuh. Hujan meteor Perseid?" Aku teringat berita yang tadi ku tonton.
"Iya dan aku lapar, lapar sekali," sosok itu kembali berkata.
"Ohh. Tunggu di sini. Aku punya stok roti isi coklat beberapa bungkus."
"Tidak perlu," cegahnya. "Aku tidak suka roti. Aku suka daging manusia Bumi."

Bersamaan dengan itu, dia menyeringai dan pipinya terbelah ke kanan dan kiri. Kulitnya ditumbuhi sisik-sisik hitam. Dari dalam mulutnya yang melebar, tampak barisan gigi-gigi runcing dan rapat.

Suaraku tercekat. Jantungku berdetak tak karuan. Sosok itu berubah menjadi monster. Dan tentunya sama sekali tidak tampan. Rasa penasaran yang tadi menahanku telah hilang, lenyap. Tubuhku berbalik mundur dan berlari masuk rumah. Aku tak sempat lagi menutup pintu. Makhluk mengerikan itu mengikutiku, mengejarku.

Aku terus berlari melintasi ruang tamu. Makhluk itu semakin mendekat dan aku tidak melihat kaki sofa tempatku berbaring tadi. Semakin mendekat dan kakiku tak bisa lagi dibawa berlari. Serta merta tubuhku tertarik ke bawah oleh gravitasi Bumi. Dan dia semakin dekat dan dekat dan akhirnya nyala cahaya terang seperti bintang jatuh memenuhi pandanganku.

MFF. Prompt #51: The Fallen Star. 500 kata.

14 comments:

  1. ceritannya seru!
    awalnya sih mikir, "hmm, harus ada penjelasan logis buat kisah yang ajaib ini."
    dan bagian akhirnya menjelaskan dengan baik semua kehebohan sebelumnya.
    tapi yah, ceritanya tipikal. Maksudnya, ujung-ujungnya bikin orang berkomentar : Oh, cuma mimpi. Sudah diduga.
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm iyaa rupanya tipikal yaa.. Aku juga agak bingung kemarin ngebuat endingnya. Tapi aku putuskan untuk nanti di-remake dan menghapus bagian mimpinya Mas. Haha..maaf ya jadinya gak ada penjelasan logisnya ya? Terimaksih mas buat komentar dan masukkannya. :D

      Delete
  2. untung cuma mimpi yaa... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..iyya Mbak. awalnya berencana happy ending but nanti mau aku remake ini. Haha..
      Terimakasih sudah mampir Mbak..:D

      Delete
  3. Loh udah hujan meteor perseid mbak? padahal itu nanti bulan juli - agustus baru banyak beritakan. Yang awal mei ini Eta Aquarids :)

    Tapi ujung ceritanya seru, gak ketebak tadi. Tadi aku kirain entar malah kisah cinta ma alien gitu ternyata berubah drastis :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..alien-nya jahat inii..:D

      Aku baca berita tentang Perseid tahun kemarin Fadly. Jadi tiap tahun yaa Perseid itu? Baru tahu, hehe. Terimakasih ya sudah mampir..:D

      Delete
  4. Huahaha.. berharap kalo sebenernya bukan mimpi sih. Seru, jadi cerita fantasi, hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..iyya Mom kalau dilanjutin..
      Mau ku ubah jadi bukan mimpi nanti Mom..:D

      Delete
  5. imho, menurut saya sampai di bagian "Tidak perlu," cegahnya. "Aku tidak suka roti. Aku suka daging manusia Bumi." udah ngetwist lho. kalo ditambah "mimpi" itu jadi ilang twistnya karena menurut saya udah banyak bgt ending kayak gitu dipake. kenapa saya blg ngetwist karena saya jadi keinget drama korea yg lagi ngetop itu heheheh bukan kisah cinta malah alien kayak film hollywood yg keluar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..aku tahu. Drama Korea yang dicontek sama Sinetron Indo kan Mbak? Oke Mbak. Aku berencana untuk menghapus bagian mimpinya. Terimakasih Mbak sudah mampir. :D

      Delete
  6. Mbak, coba deh remake, tapi jangan pake mimpi sbg twistnya. Ending mimpi itu engga banget. Semacam cuma boongin pembaca ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..oke Mom. Mungkin aku buang adegan mimpinya itu Mom. Jadi si Anna ceritanya diserang Alien jahat. Mudah-mudahan twist-nya tercapai dan lebih baik. Makasih ya Mom masukannya. Senangnya bisa gabung di MFF..:)

      Delete
  7. Karena udah pada komenin ceritanya, jadi aku komenin lainnya ya.

    Lamat-lamat ku perhatikan lagi ceruk itu. Ada sosok yang bergerak di balik asap. Astaga. Manusia. Laki-laki. Dan err tampan.

    -->Kalo bilang "astaga" pasti kaget lah ya, kudunya tanda seru, bukan titik. Kalo titik, kayak di atas, jadinya datar, pake banget. Nggak ada sesuatu yang mengejutkan. Lalu, dan err tampan. Itu juga kalo kita ekspresikan pastinya kan kaget seneng ya? Jangan pake titik juga. Buatlah kalimat yang menunjukkan kalau si aku itu terkejut dengan ktampananannya. Nggak perlu bertele-tele, cukup tanda bacanya aja diperhatikan.

    "Anna lari, masuk ke rumah," inner-ku menjerit.

    --> Ini lagi. Kayak baca cerita, bukan sedang berteriak. Salah besar. Kalau memerintah, pakainya tanda seru. Baca kalimat di atas, jadinya saya seperti membaca sebuah kalimat pemberitahuan kalau si Anna itu sedang berlari, bukan disuruh berlari.

    Sekian dan terima rendangp padang.
    Trimikisi. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohh..oke Mom Isti. Ternyata FF saya masihh kurang ekspresinya. Haha..makasih buat koreksiannya Mom :D

      Haha..rendang padangnya nyusul hingga waktu yang gak bisa ditentukan :D

      Delete