Wednesday, 30 April 2014

My First Journey: Being a Jobseeker

Bisa jadi ini agak OOT, namun bicara soal petualangan yang pertama banget yang bisa ku ingat kali ini, adalah petualangan mencari kerja. Yup, aku fresh graduate dan rasanya mencari kerja sana-sini, mengajukan lamaran sana-sini, bener-bener kayak Nano-nano. Klise mungkin, namun memang rame rasanya.
Gambar diambil dari sini

Rasa yang campur aduk itu datang dari mana-mana. Maksudku mulai dari membuat surat lamaran dan CV yang bikin nerveous sendiri. Haha, entahlah, seakan masih ragu dan malu-malu untuk unjuk kemampuan dan siap diberi tanggungjawab. Alhasil lamaran pertama yang dibuat cukup seadanya. Ya, mudah-mudahan mengesankan, haha.

Masih jelas teringat, lamaran pertama yang kubuat kuajukan untuk salah satu Bank BUMN di kota kelahiranku ini. Sehabis pulang dari kampus untuk mengurus kelengkapan wisuda, aku dan Ez pergi ke Bank tersebut. Saat itu hari sudah mulai sore, sekitar jam 3. Sempat merasa bingung karena masih awam belum mengerti prosedur, namun di sana ada satpam yang bisa ditanyai. Akhirnya satpam mempersilakan untuk menunggu di lobi sembari dia menghubungi petugas administrasi terkait. Tidak berapa lama, keluar Bapak pengurus administrasi yang kulupa namanya dan kami berbincang sebentar di dalam ruangannya. Setelah surat lamaran tersebut berpindah tangan, kami pun permisi pulang.

Sebelum sampai di rumah, kami diguyur hujan. Itu sekitar jam setengah 4 sore. Lalu tak lama datang sms dari Bank tersebut yang mengabarkan bahwa kami diundang interview sore ini sekitar pukul setengah 6. Haha, badan masih capek, belum mandi dan lain sebagainya. Namun semangat masih membayang. Sorenya kami sampai di sana, di Bank itu lagi. Suasana sudah ramai, tanda banyak yang diundang. Lagi-lagi merasa nerveous melihat banyak saingan, haha. Well, ternyata hari itu bukan interview, melainkan pengarahan. Terus bagaimana? Lulus gak di bank tersebut? Jawabannya belum. I'm still a jobseeker. Haha, but after all, that's such a nice experience.

Hmm, pernahkah dulu kalian menonton sinetron dimana pemeran utamanya lagi kesulitan mencari kerja? Terus dia berjalan ke sana kemari sambil bawa-bawa map coklat? Haha, tunggu, jangan berpikir kalau nasib petualanganku seperti itu. Ya, walaupun ada beberapa kesamaan dengan adegan itu.

Ada waktu ketika aku dan beberapa orang temanku pernah menyiapkan beberapa amplop cokelat sekaligus untuk diajukan ke beberapa tempat kerja inceran. Kemudian ketika sampai di satu tempat inceran, aku turun dari motor, lalu mulai deh menenteng amplop tersebut. Haha, jangan tanya bagaimana rasanya ditatap oleh orang lain terutama di sepanjang jalan dari parkiran menuju pintu gedung. Aku yakin, kebanyakan orang pasti sudah paham apa maksudnya jika ada yang menenteng map cokelat seukuran kertas folio tersebut. Namun tetap saja hal itu tidak membuat aku dan temanku yang lainnya bisa melenggang bebas tanpa ditatapi dulu. Haha..
Aku bareng temen-temen seperjuangan

Nah, ada satu tempat kerja inceran yang membuat keadaan kami sama dengan adegan sinetron tersebut. Ketika sampai di tempat kerja inceran itu, ehh pintunya sudah dikunci semua. Rupanya kami kesorean dan tempat itu sudah mulai tutup. Ada satpam diluar yang bisa kami tanyai. Dan..haha satpam itu menolak lamaran kami dengan bilang, maaf di sini lagi tidak buka lamaran di bidang itu. Dia melanjutkan, kalau mau melamar, silakan baca pemberitahuan yang ditempel di pintu itu (menunjuk ke satu pintu).

Kami pun beringsut ke situ. Ada dua atau tiga posisi yang dibuka. Buru-buru kami baca syaratnya. Taraa..di poin pertama syarat itu bilang: terbuka bagi fresh graduate kecuali lulusan fakultas Seni, Keguruan, bla bla. Haha..gubrak. Kami semua kan lulusan fakultas Keguruan. Sudah ditolak satpam, ini ditolak juga sama lembar pengumuman. Terus pulangnya kehujanan. Haha, great fate of us. :)

Namanya usaha apalagi disertai doa, insya Allah, membuahkan hasil yang manis. Saat ini kami sudah menemukan pekerjaan masing-masing. Namun untuk aku dan Ez, kami memutuskan untuk resign. Tidak bisa kujelaskan dengan detail mengapa, namun itulah keputusan yang baik demi masa depan yang lebih baik. Dan petualangan as a Jobseeker pun dimulai lagi, haha. Being a jobseeker isn't really bad, but hopefully we can get a better job soon. Dan karena sudah bukan hal baru lagi, kali ini aku merasa lebih percaya diri. Experience is really a good teacher. Haha, semangadhh buat para jobseeker semua, yaiyy.



4 comments:

  1. job seeker itu..... penuh perjuangan :D pernah juga soale :D

    terima kasih sudah ikutan GA si Wanderer

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha..bener banget :D

      masama bang Eru.. :)

      Delete
  2. Terima kasih atas partisipasinya. Jangan pernah lelah untuk terus berjuang. Semangat :)

    ReplyDelete