Saturday, 5 April 2014

Cacing Tanah

Yup, sudah lama tidak update post tentang animal lagi. Bukan karena kurangnya hewan untuk diceritakan (?) tetapi belum ketemu hewan yang menarik untuk aku ceritakan. Namun kali ini ada satu hewan yang menarik perhatianku. Hewan ini hidup di tanah. Tidak berkaki, tidak bertangan dan kamu akan sulit melihat matanya bahkan dari jarak 10cm. tubuhnya bewarna merah muda. Hewan ini bersarang di dalam tanah dan katanya salah satu hewan penyubur tanah. Yup, hewan ini disebut cacing tanah.


Pagi itu (Sabtu, 29 Maret 2014) hujan mengguyur dengan lebat setelah beberapa minggu matahari bersinar sepanjang hari. Hujan tersebut berhenti sekitar jam 8 atau 9 pagi, dan bumi menghisap air hujan hingga permukaan atas tanah hanya tampak basah semi kering. Sementara itu Emak sedang mencuci pakaian di mana airnya kemudian meluap keluar dari pipa pembuangan lalu mengalir tepatnya ke dekat pintu belakang rumah.

Aku baru selesai mandi pagi, saat membuka pintu belakang untuk sekedar menghirup udara dan memandangi langit hingga pohon sukun (?). Dan begitulah, ketika aku memandang ke bawah, aku melihat mereka. Cacing-cacing itu bergerak keluar dari dalam tanah. Satu..dua..tiga..ya ampun ada lebih dari 10 cacing kurasa. Ada yang kurus kecil, ada pula yang besar dan panjang. Cacing itu menyeret tubuhnya keluar dari genangan air cucian yang mungkin bercampur air hujan pagi tadi.

Aku tertegun karena baru kali ini langsung melihat cacing seramai itu di depan mata. Ayam-ayam Mbah Das berkali-kali melintas dan kadang menginjak cacing-cacing itu, namun entah kenapa mereka tidak memakannya. Mungkin ayam-ayam itu sudah kenyang. Sayang tidak ada bebek yang main ke belakang rumah. Karena boleh jadi pagi itu pesta makan besar buat para bebek.

Mungkin kalian pernah mendengar dari guru IPA atau dari bacaan yang mungkin terbaca ketika berselancar di internet kalau cacing akan keluar dari sarangnya atau dalam tanah sesudah hujan reda. Hal ini bukan karena cacing takut tenggelam, yang sesungguhnya ditakuti oleh cacing adalah genangan air yang mengandung zat Carbonid Acid. Zat ini dapat terbentuk saat air bercampur dengan bahan kimia tertentu di dalam tanah. Carbonid acid dapat masuk ke tubuh cacing melalui pori-pori kulit cacing, dan bereaksi seperti obat bagi cacing dan bisa membunuh mereka. Jadi carbonid acid inilah yang membuat cacing keluar dari tanah bukan karena air membanjiri rumah mereka.

Mungkin itulah mengapa para orangtua sering melarang anak-anak kecil mereka bermain di genangan air hujan. Apalagi jika air tersebut tergenang di atas tanah, hmm. Sedikit cerita, dulu ada kejadian, keponakan ku yang baru berusia 4 atau 5 tahun, tangannya harus di ‘lukai’. Mengapa? Karena ada cacing yang bergerak didalam kulit lengannya dan cacing itu harus segera dikeluarkan. Itu terjadi karena dia sering main di timbunan atau gunung pasir yang biasa dipakai untuk bahan bangunan. Entah cacing apa yang masuk ke lapisan bawah kulitnya. Hii..serem.

Ok, balik ke cerita, ketika melihat cacing seramai itu, aku tidak merasa takut atau jijik atau histeris. Aku malah tertegun karena rasa ingin tahu. Namun boleh jadi aku histeris jika cacing itu disodorkan ke mukaku atau bahkan jika mereka sampai menyentuh ujung jari kakiku, haha. Hayoo, masih mau main genangan air hujan? J

2 comments:

  1. Yuk ikuti, giveaway berhadiah CD Original @onedirection dan pulsa http://t.co/VbMOKQ77C5 Ajak teman-temanmu sebanyaknya dan menangkan hadiahnya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Done..aku udah ikutan nih Fathur Rosiy. Mudah2an menang..:)

      Delete