Thursday, 2 January 2014

Kadal Ekor Panjang

Entah dari mana datangnya, ketika bangun dari tidur siang, lalu melihat ke lantai kamar, ada makhluk itu sedang terdiam namun tetap awas. Seekor kadal berwarna hijau, hijau tua di bagian atas dan hijau terang serupa daun di bagian bawah. Ku amati kadal itu. Ada yang aneh. Ekornya panjang sekali.

Tubuh kadal itu tidak terlalu besar. Katakanlah sebesar kelingking dan kurus pula. Tapi ekornya, ku rasa lebih panjang dari panjang tubuhnya sendiri. Umm, kira-kira sekitar 10 cm. Aku tidak sempat memotonya, tetapi ini di Google ada gambar yang mirip sekali dengan kadal yang kumaksud. Aku pun mengadu ke Bapak.


Tak lama Bapak pun ke kamar hendak membuang atau mengusir kadal tersebut keluar dari kamarku. Karena dikhawatirkan si kadal bisa aja merayap lalu menggigit kan. Dengan sapu di tangan, kadalnya diusir-usir. Eh eh, kadalnya malah lari ke kolong tempat tidur dan merayap hilang dari jangkauan. Ck, malam ini berarti ku tidur dengan kadal yang somewhere ada di kamarku.

Lanjut cerita, malam pun tiba. Seperti biasa, ketika menjelang tidur, ku pasang obat nyamuk elektrik dan ku padamkan lampu kamar ku. Saat itu aku masih main hape sambil baring-baring menunggu mata lelah. Tetiba, pluk, ngiing, ada sesuatu jatuh di dahiku. Kadal? Bukan, bukan. Laron kecil ternyata. Aku belum tahu nama serangga ini apa. Yang jelas wujudnya seprti laron namun ukurannya kecil kira-kira sebesar nyamuk. Hewan ini juga sangat suka cahaya. Jadi mungkin karena layar hape aku terang sendiri di kamar ini, hewan-hewan itu mulai mengerubuti ku. Uhh. Padahal aku sudah pasang elektrik. Akhirnya, ku matikan hape, beranjak tidur. Paling mati nanti laron-laron kecil itu karena elektrik yang ku pasang lalu bangkainya akan berserakan di lantai kamar.

Tapi mungkin laron-laron itu rezeki si Kadal. Karena ketika pagi datang, aku tidak melihat seekor pun bangkai laron-laron tersebut. Asumsi ku, mungkin si Kadal semalam tadi begerilya, memakan laron-laro yang tengah pingsan atau mati. Asumsi ini diperkuat dengan berpindahnya posisi si Kadal. Awalnya ka nada di bawah tempat tidurku, pas pagi hari, Kadal tersebut sudah duduk manis di sudut kamar dekat meja belajarku. Hmm, sepertinya memang benar Kadal sudah memakan Laron, haha.

Kadal tersebut bersembunyi dibalik meja belajar lipatku. Ekornya yang panjang menjuntai keluar. Pun sesekali kepalanya mengintip dari sela meja tersebut. Aku lantas memanggil Bapak. Aku meminta beliau untuk mengusir kadal tersebut dari kamar. Mumpung posisinya juga lagi terbuka gitu.

Si Bapak datang dengan membawa tang. Mendekati kadal dan yup tertangkap kadal tersebut. Lehernya terjepit tang. Bapak tidak bermaksud membunuhnya. Namun kadal tersebut berdarah. Aku melihat darah di sekitar kepala kecilnya. Hiks. Cukup menyedihkan. Akhir kisah kadal tersebut di buang ke tanah belakang rumah dekat pohon pisang. Dan memang menyedihkan, sepertinya kadal ekor panjang yang baru kutemui semalam itu, telah mati. :’(

No comments:

Post a Comment