Wednesday, 23 October 2013

Keluarga

Seburuk-buruknya keluarga yang aku punya, mereka sampai kapan pun adalah kluarga ku. Darah itu mengalir di dalam darah ku dan aku tidak akan berputus asa dengan mereka.Aku tidak akan jatuh cinta pada keluarga lain tanpa ada serah terima yang sah dari segi agama hukum maupun sosial. Aku tidak jatuh cinta bukan karna aku tak menghormati, jelas aku akan tetap menghargai keluarga lainnya selagi mereka juga menghargai aku dan sesama. Dan aku tidak akan memperindah keluarga orang lain sebelum aku bisa memperindah keluarga aku sendiri. Lebih baik
aku berlari ke Tuhan daripada harus berlari dan meminta-minta kasih sayang dari orang atau keluarga yang belum ada tahunan aku mengenalnya untuk mengobati kehausan ku terhadap kasih sayang yang belum bisa ku terima dengan sempurna dari mereka atau keluarga ku sendiri. Hey, kamu ingin kasih sayang yang sempurna dari keluarga mu tapi sudahkah kamu memberi kasih sayang mu secara sempurna kepada keluarga mu itu? Allah Maha adil bukan, dan pastinya Ia sudah membagi dengan adil tentang apa yang kita dapat dalam hidup ini. Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau, tapi belum tentu asli bukan. Jangan lupakan asalmu, cintai laa keluarga mu dengan tuluz. Jangan berpikir untuk mengurusi keluarga orang jika keluarga sendiri belum mampu untuk diurusi. Benahi yang ada di dekat mu terlebih dahulu, bukannya berlari karena tak mampu dan menyerah.


“Kita tidak bisa memilih orang tua, tidak bisa memilih lahir dari keluarga kaya, raja-raja, dan sebagainya. Tapi bukan berarti kita tidak bisa memilih untuk mensyukuri keluarga kita saat ini. Selalu ada alasan kenapa hidup kita begini atau begitu. Dan kalau kita tidak paham, bukan berarti lantas Tuhan tidak adil (Tere Liye).” 

[12 November 2012]

No comments:

Post a Comment