Friday, 26 July 2013

Review: Pacific Rim

Beberapa hari lalu, aku ditraktir Ezi nonton Pacific Rim di Cinema 21. Excited banget karena thriller-nya terlihat keren dan seru. Ternyata filmnya, haha, keren memang dan juga -kocak-. Ini kocak dalam tanda kutip, :).


Oke, ku bahas sedikit tentang jalan cerita film ini. Well, saat itu tahun 2017 (kalau tidak salah, agak lupa ini, hehe) dan Planet Earth alias Bumi di serang oleh monster raksasa mirip Godzilla yang bernama Kaijuu. Monster ini adalah senjata alien yang berada di dalam bumi. Kaijuu ini muncul dari kedalaman laut Pacific melalui sebuah lubang. Monster ini naik ke atas bumi dalam kurun waktu tertentu dan mengamuk menghancurkan apa saja di daratan. Manusia pun kewalahan melawan Kaijuu ini dan korban serta kerusakan pun bertambah banyak.

Akhirnya tercetuslah program Jaeger dari pemerintah dunia (maksudnya seluruh pemimpin dunia bersatu untuk melawan Kaijuu ini). Program Jaeger ini adalah membuat robot raksasa untuk menandingi Kaijuu. Uniknya robot ini tak bisa dipiloti oleh seorang manusia. Butuh dua orang yang saling terhubung otaknya untuk menggerakkan robot ini.

Adalah kakak beradik Becket, pilot Jeiger Mark-1 yang sangat populer. Otak mereka sangat kompak berbagi menggerakkan Jaeger. Suatu kali, ketika melawan Kaijuu kategori 4, Yancy Becket (Diego Klattenhoff) terbunuh dan Mark-1 kalah. Si Adik, Raleigh Becket (Charlie Hunnam) merasa sangat kehilangan kakaknya dan berhenti menjadi pilot Jaeger selama 5 tahun sebelum ditarik kembali oleh Marshall Stacker Pantecost (Idris Elba), penanggung jawab program Jaeger ini.

Lanjut cerita, Raleigh kembali aktif dan menjadi pilot Mark-1 kembali bersama Mako Mori (Rinko Kikuchi), anak angkat Marshall stacker. Ending-nya, sama dengan other superhero movies, dimana kebaikan mengalahkan kejahatan, yee, haha,:)

Well, film ini patut diancungi jempol untuk special effect dan setting of place. Robot-robot Jaeger dan penampakkan Kaijuu terlihat keren banget di layar bioskop yang besar. Dentum-dentum suara atau backsound-nya juga oke. Yang agak kurang tereksplor adalah penampakan dunia alien, bos-nya si Kaijuu di bawah laut sana. Penampakkan tempatnya kurang oke dan abstrak gaje plus bentuk aliennya yang masih mirip dengan alien di film lain. Tetapi overall, cakep deh untuk point ini.

Untuk alur cerita, agak lama sih dan terkesan bolak balik. Film ini memakan waktu 131 menit atau dua jam lebih dikit. Pandai-pandailah cari posisi PeWe ya pas nonton ini film, hehe,:). Walaupun lama, namun film ini cukup kocak atau mungkin sedikit konyol dan klise, haha. Beberapa kali aku tertawa karena beberapa adegan di film ini terkesan alay dan klise banget, haha. Misalnya saat Marshall Stacker berpose di depan Mako kecil. Haha, itu pose ala hero-hero di film anak-anak gitu. Haha, susah menjelaskannya dengan tepat. Silahkan nonton langsung kalau mau melihat ke-galay (gaje+alay)-an film ini, hehe,:)

Oh ya, satu point lainnya, entah kenapa aku jadi berpikir kalau film ini terinspirasi dari banyak film hero lainnya. Ketika menonton film ini, terlintas di kepalaku adegan-adegan serupa di film terkenal lainnya. Sebut saja seperti bentuk Kaijuu-nya yang mengingatkan ku dengan sosok Godzilla. Di film ini pun nama monsternya diambil dari bahasa Jepang, seperti nama Godzilla yang juga dari bahasa Jepang.

Persamaan lainnya, Jaeger atau robot itu mirip seperti Iron Man. Bahkan ada pula adegan Jaeger melawan Kaijuu di atas atmosfir bumi. Lalu si Jaeger membeku dan jatuh dengan cepat kembali ke Bumi. Mirip dengan adegan di film Ironman kan? Haha, kocak juga saat si Kaijuu ini ternyata bisa mengangkat Jaeger hingga keluar angkasa, haha. Contoh lainnya adalah adanya penampakan anjing bulldog kecil. Anjing ini kepunyaan pilot Jaeger lainnya yang bernama Chuck Hansen (Robert Kazinsky). Anjing yang berkeliaran di unit pembasmi Kaijuu ini mengingatkan ku dengan anjing alien di MIB. Ehh, ada juga kungfu shaolin di sini lho, hehe,:)

Haha, jika mau dirangkum secara keseluruhan, film ini not bad. Agak sedikit melenceng dari ekspektasi ku sebelumnya, film ini santai dan tidak berat. Tidak banyak adegan dewasa, sehingga aman buat anak-anak. Ekspresi para tokoh pun seru dilihat, semisal ekspresi Mako, Marshall Stacker, dan juga Raleigh ketika menahan marah. Haha, interesting lah ini film. Penasaran? Silahkan tonton langsung ya, hehe,:)

[21 July 2013]

No comments:

Post a Comment