Monday, 29 July 2013

Puisi Lagi

Hujan gini, ku buka komputer. Niat cuma mau ngecek file dan browsing. Ehh sampai lah pula di file kumpulan puisi-puisi yang pernah ku buat dulu. Gak banyak sih, cuma 44 buah. Dulu semasa sekolah aku memang suka menulis puisi. Tema nya apa yang terlintas aja, tapi mungkin nih ku banyak memakai konsep alam. Jadi di kata-kata yang aku gunakan di kebanyakan puisi yang aku tulis, menampilkan simbol-simbol yang berhubungan dengan alam gitu.

Well, ini ada satu puisi. Udah lama ku tulis, umm kalau tidak salah sekitar waktu kelulusan SMA dulu. Ahh aku selalu lupa untuk mencatat tanggal puisi-puisi aku waktu itu. So, silahkan mau diartikan seperti apa ini puisi. Enjoy it yaa..hehe..

Jika dia memanggil ku lama
Lebih dari kodrat angin menggugurkan daun-daun. Tak terbatas satu detik atom membelah. Paling tidak selama ombak mesra memeluk pantai. Kan ku persembahkan kata syukur tuk syair pertama yang tertoreh.

Jika dia memanggilku lama
Dan meneruskan jalan dengan suara beratnya. Betapa ku kan merelakan senja menyambut malam. Awal kesunyian dunia. Dan lekuk senyumku sebagai hadiah tuk pahlawan yang menggendong kemenangan atas medan perang terjal dihatinya yang tak tenang.

Jika dia memanggilku lama
Kan kubagi kisah tentang peluh yang berdansa di sudut-sudut tubuh. Tentang riang suara seberang. Kan kupahatkan senyum pada raut yang mungkin pucat. Pada bibir yang mungkin terbata. Pada hati yang mungkin bertalu.

Jika dia memanggilku lama
Pasti kan ada yang berubah

No comments:

Post a Comment