Wednesday, 19 June 2013

Rasanya Seperti..

Di luar sebuah peti kaca,
Kau melihat dirimu sendiri di dalamnya,
Terlihat panik dengan bola mata membesar,
Dan mulut tersumpal secarik kain,

Yang kau pula lihat di dalam sana,
Dirimu itu berwarna biru muda dengan pendar putih menyala-nyala,
Ahh, yakin sekali kau tahu, sebenarnya kau mengaguminya,
Mengagumi dirimu yang indah dan terpenjara di dalam sana,
Dan, yah, "dan", bukan tetapi,

Selanjutnya pun,
Kau masih termanggu,
Melewati melodi-melodi waktu,
Masih berpikir hal retoris yang sama,
Mengapa dirimu di dalam peti itu,
Dan dirimu begitu,
Pecah, gelisah, dan oh, berontak,
Tangan berjari-jari itu mengguncang dari dalam sana yang,
Begitu erat tersegel, peti kaca yg tersegel,
Dengan paku dan besi di setiap siku-siku,

Hey, can u feel that?
Rasanya seperti getaran yang berdengung melebihi lebah,
Berontak melalui peti kaca,
Berpendar sangat, menyaingi aurora hingga  roh-roh alam,
Kenapa kau masih begitu?
Termanggu-manggu,
Masih menimbun kosong di atas kosong lainnya,

Hey, kuncinya, kunci itu,
Jangan jatuhkan,
Jangan kau lemparkan,
Jangan kau sembunyikan, atau kau hilangkan,

Masih ada dirimu di dalam sana,
Yang kau sendiri pun, melihat takjub
Hentikan kegelisahannya,
Tiupkan rasa percaya,

Bergeraklah dan lepaskanlah,
Dirimu di dalam kaca yang kau segel sedemikian,
Beri kesempatannya untuk bergabung bersama mu,
Berbagi warna ke suatu hamparan,
Yang mungkin bersama-sama,
Kita sebut itu sebagai -dunia-..


Di atas kursi, di depan tivi, di ruang tengah rumahku,
01:00, 19 Juni 2013

No comments:

Post a Comment