Sunday, 17 March 2013

Hilang dan Hilang


Suatu ketika, aku lupa kapan tanggal pastinya, ada dapat oleh-oleh dari sepupu yang sekolah di Palembang berupa mpek-mpek. Dan pasti lah ya, kalau makan mpek-mpek itu komplit pakai kuahnya, di daerahku disebut dengan -cuka atau cuko-. Nah, sepupuku itu kasih mpek-mpek plus cukanya sore hari. Tenyata sampai pagi, masih tersisa mpek-mpek itu beberapa potong. Cukanya sendiri masih di dalam pelastik, di alas pakai mangkok serta dalam keadaan tak terikat ujungnya. Kira-kira seperti ini:

 
Kondisi dan situasi rumah saat itu sepi. Yang ada di rumah cuma Emak dan aku. Emak sedang beres-beres di dapur dan aku di kamar. Sekitar jam 9 pagi itu, si pelastik cuka terletak manis di atas meja di ruang makan. Pintu samping rumah terbuka seperti biasa, tetapi pintu teralinya tertutup.

Dari dalam kamar, aku mendengar bunyi kresek-kresek. Seperti bunyi pelastik atau kantong pelastik yang dibuka atau diremas dengan tangan gitu. Aku penasaran, tetapi tak ambil pusing, karena ku pikir, ada Emak di dapur yang sedang beres-beres. Mungkin itu Emak lah beresin meja makan juga. Ehh tak berapa lama terdengar suara Emak mengheboh, "Lha, mano pulak cuko di atas meja tadi ni?"

Aku pun beranjak ke ruang makan. Sebelumnya aku sudah lihat, memang di atas meja itu ada pelastik cuka. Dan bercerita Emak soal cuka yang hilang itu. Kemana ya itu cuka? Masak iya ada orang mau makan cuka tanpa mpek-mpek.

Dan sampai sekarang misteri cuka yang hilang itu belum juga terpevahkan. Kalau seandainya diambil kucing, pastilah akan tumpah dan tercecer karena pelastiknya tidak diikat. Lagian ada ya kucing doyan minum cuka mpek-mpek?.

Nah, kalau misalnya Emak tak sengaja membuangnya waktu beliau beres-beres, pastilah akan ada jejak di tong sampah. Dan bila Emak tidak sadar buang cuka itu, pastilah akan tumpah dan tercecer, karena itu barang kan cair.

Hmm, aneh ya. Cuka yang mendadak raib tanpa jejak. Cuka yang hilang dan tetap hilang, tak kembali, :).

[11 Maret 2013]

No comments:

Post a Comment