Tuesday, 19 February 2013

Pocong

Aku penasaran. Apa ya perasaan orang-orang itu? Orang-orang yang bekerja di dunia hiburan dan berperan sebagai hantu. Yups, yang didandani lalu berakting sebagai hantu, terutama, kali ini, yang berperan menjadi hantu 'pocong'. Mereka ada merasa takut gak ya melihat dirinya dalam rupa seperti itu? Ahh aku yakin, setelah didandani jadi pocong, mereka pasti ada bekaca dulu. Penasaran pastinya melihat seperti apa jadinya rupa mereka.



Hmm, ada gak ya rasa takut itu? Atau malah tidak ada lagi, karena mungkin sudah terbiasa. Atau mungkin karena logika yang tinggi, menyakini itu hanya lah peran saja. Ada gak ya mereka merasa takut? Terutama ini untuk yang muslim.

Yups, inilah dia, pertanyaan yang muncul dibenakku suatu ketika. Awalnya aku tidak terlalu ambil pusing dengan hal ini. Bila menonton film-film bergenre seperti itu, aku hanya menonton tanpa bertanya lebih jauh. Tapi sesuatu di pagi itu mengubah pikirku.

Ceritanya pagi itu, sudah lupa juga aku tanggal pastinya, aku habis keramas. Seperti biasa, agar bisa rambut ini kering lebih cepat, aku lilitkan handuk ke kepala ini. Cara yang umum lah. Dan aku lalu berdiri di depan kaca, di dalam sebuah kamar di rumah ini. Kebetulan ada pula jilbab paris segi empat warna abu-abu yang teronggok lesu di dekat tempat tidur. Iseng aja, ku ambil jilbab itu dan ku pasang di kepala seperti kalau kita mau memakai jilbab. Aku langsung pasang aja di kepala walaupun saat itu aku sadar ada handuk yang terlilit di kepala. Pura-pura aja kalau handuk itu jadi anak'an jilbab yang model cepol gitu. Haha, namanya juga handuk, jadi tinggi sekali cepolnya, dan cepol itu bukannya di bagian belakang, jatuhnya bagian atas kepala.

Ku pasang lah jilbab itu di kepala, lalu ku menghadap ke cermin. Tampak jilbab itu membungkus undukan tinggi handuk aku. Tinggi ke arah atas. Lantas aku terhenyak karena terpikir sesuatu. Astagfirullah, kok bentuk aku jadi mirip..., hii,:(

Tersadar aku. Langsung ku lepas jilbab itu dan aku pergi keluar kamar. Aku begitu karena terbayang, ya Allah, mungkinkah seperti ini rupaku di hari terakhir aku di atas bumi nanti. Aduh, gak tega mau menyebutkannya. Aku seperti terseret pada kenyataan yang memang benar-benar kenyataan. Bahwa hidup di dunia ini sementara. Dan yang bernyawa, pasti mengalami kematian. Mulailah berhitung-hitung, sudah banyak pula dosa yang dilakukan. Apakah pahala yang ada cukup untuk menebusnya. Aduh, jadi takut sendiri aku. Terbayang diri ini dalam bentuk dan 'baju' itu,:(

Nah, itulah kenapa aku pun juga akhirnya jadi betanya-tanya. Itu orang-orang yang berperan sebagai pocong di film-film hantu atau occasion apa lah, ada gak ya merasa takut yang sama seperti itu? Atau mungkin karena tuntutan pekerjaan kali ya, makanya mau berkostum dan berperan seperti itu.

Hmm, ok lah. Untuk menutup postingan kali ini, aku mau mengutip kata-kata yang kudapat dari facebook. Semacam quote gitu lah. Tapi maaf, aku lupa nama page di facebook tersebut dan tak tau juga ini quote dari siapa. Kurang lebih begini isinya:
"Warna putih tidak akan selalu berarti bersih dan menyenangkan. Begitu pula warna hitam, tidak selalu bermakna kotor dan suram. Seperti kain kafan yang putih itu bisa terlihat begitu menyeramkan. Sedang kain hitam yang menjadi kelambu Ka'bah, terlihat begitu menentramkan"

(08 Februari 2013)

No comments:

Post a Comment