Wednesday, 19 December 2012

Cinta dan Bertepuk Sebelah Tangan


Pernah jatuh cinta? Orang-orang bilang, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Uhmm, bisa saja. Tapi ada juga yang bilang, kita belum benar-benar merasa jatuh cinta, bila kita tidak pernah merasa patah hati. Apa iya? Entahlah. Yang jelas patah hati emank bisa buat sedih. Sepertinya rasa sedih itu datang karena kita merasa kehilangan. Dan ketika merasa kehilangan itulah, kita baru menyadari bahwa sebelumnya kita memiliki sesuatu.



Cinta itu emank bisa tumbuh dimana-mana. Seperti kata Gibran, cinta adalah satu-satunya bunga yang tumbuh dan berkembang tanpa pengaruh musim. Bahkan ada banyak cinta yang bisa tumbuh dalam satu komunitas yang kurang dari 30 individu. Tetapi cinta-cinta yang ini tidak datang sendiri. Ia juga membawa temennya, si “patah hati”. Dan patah hati yang ini timbul karena si Cinta itu bertepuk sebelah tangan.



Yupz itulah salah satu fenomena cinta yang terjadi disekitarku. Ada 10 dari 26 individu itu yang terlibat dalam kisah cinta dan patah hati ini. Sebut saja para pelakunya itu:



A: ia seorang cowok yang paling manis (setidaknya dulu aku beranggapan seperti itu). Ia ramah dan punya pesona yang menarik hati. Singkatnya, cowok yang satu ini selalu bisa membuat setiap cewek yang ada di dekatnya melayang.



B: ia juga seorang cowok. Tapi cowok yang ini masih sedikit kekanak-kanakan. Ia lucu dan bisa ngebuat orang2 di sekitarnya merasa kangen sama dia. Walaupun begitu, Ia adalah cowok yang pintar. Bahkan lebih pintar dari A.



C:  cowok yang satu ini emang anak baik-baik. Bisa dikatakan ia ini cowok yang kalem, alim, dan pintar. Ia juga cukup dewasa, tetapi mungkin tidak terlalu cocok dengan cewek yang masih menolak untuk menjadi dewasa.



D: yang ini juga seorang cowok yang manis tapi juga misterius. Ia punya tingkah yang unik dan bisa menarik hati cewek dengan cara yang tidak biasa.  Ia juga selalu bisa membuat penasaran orang-orang disekitarnya (Hmm…setidaknya itu terjadi padaku). Yang jelas, selalu saja ada atmosphere yang tidak biasa ketika aku berinteraksi dengannya.



E: kali ini adalah seorang cewek. Individu yang lain menilai Ia sebagai cewek yang lembut dan manis. Bagiku Ia tidak terlalu riang tetapi tidak juga terlalu pendiam. Terkadang ia bisa kekanak-kanakan sekali. Mungkin Ia pendengar yang baik karena ada banyak individu lain yang percaya untuk curhat dengannya. Yang jelas Ia bersahabat karib banget dengan F.



F: bisa dikatakan, cewek yang satu ini mempunyai sifat yang berlawanan dengan E. Tetapi pada kenyataannya mereka adalah sohib. Cewek yang satu ini riang, pengoceh, punya antusias, dan sedikit heboh. Memang terkadang tidak ada salahnya dengan perbedaan. Terkadang dengan adanya perbedaan kita bisa saling melengkapi satu sama lain.



G: cewek yang satu ini santai. Dan sepertinya ia juga dewasa. Ia teman curhat yang asyik dan bisa memberikan solusi yang logis. Ia juga termasuk cewek berkulit terang dan manis di komunitas tersebut. Selama ini aku nyaman2 saja berteman dengannya.



H: ia tipe cewek yang serius. Dalam pelajaran dan hal lainnya. Tetapi terkadang ia juga bisa kekanak-kanakan. Ia juga bisa membuat orang lain terkejut. Aku juga pernah kaget dengan sifat cewek yang satu ini. Aku tidak mau lagi bercanda yang kelewatan dengannya. Hmm…bisa dikatakan G dan H adalah sahabat karib.



I: well, cewek yang satu ini masih menolak untuk menjadi dewasa. Walaupun Ia lebih tua dari ku, tapi sepertinya aku lebih dewasa darinya. Walau pun terkadang ada juga saat-saat ketika aku tidak bersikap dewasa. Ia bukan anak yang pemalu, tetapi Ia merasa tidak nyaman dengan status yang bernama pacaran. Walaupun sebenernya Ia punya cowok yang sangat Ia sayangi dan kagumi. Hmm…mungkin cewek yang satu ini masih takut dengan kata yang bernama “komitmen”.



J: riang, gokil, dan asyik adalah sederet label yang bisa dilekatkan kepada cewek yang satu ini. Walau pun Ia positif, tetapi bagiku Ia juga punya unsur negatif. Tetapi tetap saja aku senang berinteraksi dengannya bahkan untuk lebih dari enam jam. I dan J juga adalah sahabat karib.



So, bagaimana kisah cinta dan patah hati individu-individu itu? Aku emank gak tau pasti bagaimana perasaan seseorang. Aku hanya menceritakan hal ini berdasarkan kacamata ku sendiri. Dari sudut pandang seorang QQ. Kadar kebenarannya masih meragukan. Mungkin butuh orang kedua atau ketiga atau malah keempat untuk membuat kesimpulan yang lebih baik. Yang jelas, begini korelasinya:





EFGH + A = EGH (bertepuk sebelah tangan)

Padahal awalnya hanya sebuah taruhan. E dan F iseng bertaruh tentang siapa yang bisa jadian dengan A. Pertaruhan ini akhirnya memakan waktu 1,5 tahun. E dan F masin-masing setiap harinya sibuk berjuang dengan strategi dan cara mereka sendiri-sendiri. Sampai-sampai si E mengabaikan perasaannya sendiri. Perasaan halus yang spesial terhadap D. Perasaan itu tertutupi dengan pesona A yang semakin menjadi-jadi setiap harinya.

Emang bener-bener si A itu. Ia emang bener-bener punya pesona yang dasyat. Akhirnya bukan hanya E dan F yang suka atau sayang padanya, tetapi juga G dan H. Ia bisa membuat 4 dari 6 cewek di atas mempunyai rasa sayang yang lebih dari rasa sayang terhadap teman terhadapnya.

Tetapi pada akhirnya A memilih F. Akhirnya E G H bertepuk sebelah tangan dan (mungkin) sakit hati. Tapi setelah ku amati lebih jauh, E dan G berhasil bangkit dari rasa sakit itu. E dan G tidak pernah memberi tahu kepada A bahwa mereka dulu pernah suka kepadanya. E dan G merelakan A jadian dengan F. Bagi E dan G masih ada banyak cowok lain yang lebih baik dari A. dan sepertinya emang benar seperti itu. Malah saat ini E dan G sudah jadian dengan cowok lain.

Tetapi tidak dengan H. Ada seorang narasumber, yang mungkin cukup terpecaya, bercerita kepada ku bahwa H masih tidak bisa menerima A jadian dengan F. Sumber itu juga menambahkan bahwa H telah menyatakan rasa sukanya kepada A setelah tiga hari A jadian dengan F. Akh tapi aku gak yakin dengan perkataan narasumber ini. It’s unbelievable seorang H bisa se-ekstrim itu. Entahlah. Mungkin tentang H ini, tidak usah dipercaya sepenuh hati.



IJ + B = J (bertepuk sebelah tangan)

Pada akhirnya kisah tentang mereka menguap ke permukaan setelah selama setahun mendidih. Aduh…aku nih ngomong apa sih? Well, yang jelas, ternyata I dan J fall in love pada cowok yang sama. Sepertinya mereka juga battle untuk bisa lebih dekat dengan B. Namun pada akhirnya I lah yang dipilih B. Maksudnya bukan dipilih jadian dengan B, melainkan dipilih untuk bisa lebih dekat dengan B. Hmm…sebenernya mereka bisa saja jadian. Akan tetapi mereka tidak saling terbuka satu sama lain. Mereka masih malu dan belum siap untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Dan akhirnya, saat ini, sepertinya sebuah lagu dari Sheila On seven : Yang Terlewatkan, cocok jadi soundtrack hubungan mereka berdua. Memang, tidak ada salahnya bila kita menunjukkan rasa sayang kita kepada orang yang kita sayang. Jangan sampai terlewatkan.

Lalu bagaimana dengan J?? mau tidak mau J harus mengalami yang namanya bertepuk sebelah tangan. Tapi J adalah anak yang kuat. Ia tidak terlalu lama larut dalam perasaannya terhadap B. Ia pun akhirnya melarikan rasa sayang special nya itu kepada D. Hmm….



C + E = C (bertepuk sebelah tangan)

Entah bagaimana bisa, seorang C yang begitu selektif bisa mempunyai special feeling kepada E. Entah darimana Ia menilai E sebagai seorang cewek yang “lengkap”. Maksudnya mulai dari brain, body and behaviour. Hmm…udah kayak kontestan puteri Indonesia aja. Yang jelas, ku pernah denger (walaupun tidak secara langsung) bahwa kehadiran E selalu bisa ngebuat C tersenyum. Well..well…makin hiperbolis ajah. Dan begitulah. C dengan gentle mengungkapkan special feeling-nya itu suatu hari. Tapi mungkin Ia terlalu terburu-buru, atau mungkin Ia belum mengerti sepenuhnya tentang bagaimana sifat si E ini sebenarnya. Dan akhirnya adalah satu frase yaitu “patah hati”. Si E menolaknya. Itu semua karena E tidak punya special feeling yang sama seperti yang C rasakan terhadapnya. Ironisnya, E malah jadian dengan D, yang notabene adalah salah satu temen deket C. But, sometimes cinta emank gak punya logika. Uhm…what a life.



J + D = J (bertepuk sebelah tangan)

Entah sejak kapan J telah bangkit dari “patah hati”-nya. Ia mengalihkan rasa sayangnya kepada D. Tapi mungkin Ia terlalu malu untuk mengakui perasaannya itu kepada D. Entahlah apa yang Ia takutkan, jika seandainya D tahu bahwa J punya perasaan special kepadanya. Dan J pun melakukan hal yang kontradiktif banget. Ia malah menjodohkan D dengan E. Memang sih sebelumnya J ini sudah tahu (curhat colongan gitu…) kalau sepertinya E punya perasaan special terhadap D. Tapi…hmm….aku jadi bertanya-tanya…apa J itu benar-benar sayang dengan D? Karena bila aku melihat ke diri aku sendiri, aku gak akan pernah sanggup ngejodohin orang yang aku sayang dengan orang lain, walaupun orang tersebut notabene adalah sahabat aku sendiri. Aku akan memperjuangkan rasa sayang aku kepada orang itu. Apa pun yang terjadi. Aku akan terus berjuang sampai aku benar-benar merasa ada alasan yang logis banget buat aku ninggalin orang yang aku sayang itu. Misalnya, Ia lebih sayang sama cewek laen. Tapi selagi aku gak tahu sapa yang Ia sayang, maka aku ngerasa masih punya peluang dan pastinya aku akan terus berjuang. Uhm…Ok…padahal J itu emank udah deket banget sama D. And like what I said before, D adalah tipe cowok yang beda banget dari yang laennya. Gak gampang untuk bisa deket sama D tuh. Tapi akhirnya J pun harus patah hati. Karena D jadi beneran sayang sama E. Dan mereka pun jadian. Unbelievable? Totally/absolutely/definetly YES.



Lagi-lagi “cinta emank misteri”. Ehh emang-nya yang dari tadi aku omongin tuh tentang “Cinta” yow? Hmm…entahlah ^ _ *.



Pastinya yang udah aku ceritain di atas tadi adalah sebagian kecil peristiwa “patah hati” yang terjadi di sekitar aku. Gak enak patah hati itu. Tapi yang gak enak belum tentu ngebuat kita rugi. Pasti ada sesuatu yang bisa kita ambil.



Ayo bangkit dari patah hati. Ketika satu pintu tertutup, masih ada pintu lain yang terbuka. And what we need to do is jangan terlalu lama melihat ke pintu yang tertutup sampe-sampe gak sadar kalo di depan mata ada pintu lain yang terbuka. Dan pintu lain yang terbuka ini, bisa saja malah ngasih kita jalan yang lebih baik. Ehm tuh kan…aku jadi ngomongin “pintu”.



Well begitulah pokoknya…

[10 Februari 2009]

No comments:

Post a Comment